BIG BIG Girl

BIG BIG Girl
#39


__ADS_3

Nic mengusap wajahnya kasar dan menyugar rambutnya ke belakang. Saat ini ia berada di dalam mobil untuk mencari keberadaan Bryona. Ia telah menghubungi ponsel gadis itu, tapi tidak bisa. Mengirimkan pesan singkat pun tidak terkirim, sepertinya nomor ponsel miliknya telah di-block oleh Bryona.


Setelah mendengar cerita dari kedua orang tuanya, Nic menjadi merasa bersalah. Beberapa kali ia mengumpati dirinya sendiri dan memukul setir mobilnya.


Di mana kamu? - batin Nic.


Sementara itu di dalam kamar sebuah hotel, Bryona yang baru saja sampai, langsung mengganti pakaian yang ia gunakan dengan bathrobe. Ia tak membawa baju ganti sama sekali dan ia merutuki kebodohannya.


Ia menerawang memandang langit-langit kamar hotelnya yang berwarna putih bersih. Terbayang kembali dalam kilatan matanya setiap ucapan yang keluar dari mulut Nic, membuat dadanya sakit dan sesak. Apa Nic begitu membenci dirinya karena ia berpura-pura menjadi laki-laki? Bahkan sudah bertahun-tahun berlalu, kebencian Nic bukan memudar tapi malah bertambah.


Meskipun tak terbiasa tidur menggunakan bathrobe, namun mau tak mau ia gunakan. Ia terlelap dengan cepat karena tubuhnya merasa lelah dan matanya sangat mengantuk.


**


Nic yang tidak mendapatkan apa-apa akhirnya pulang ke rumah. Dengan langkah yang tak bersemangat ia naik ke lantai atas menuju kamar tidurnya. Dari CCTV, Oscar yang masih berada di ruang kerja memperhatikan gerak-gerik putranya itu. Ia sudah menghubungi Leo untuk mengetahui posisi Bryona, karena Leo yang mengikuti ke mana gadis itu pergi.


Leo memang berada di dekat pos security ketika melihat Bryona keluar dari kediaman Gerardo. Ia tak akan kehilangan putri dari sahabat tuannya itu karena Oscar memerintahkan dirinya untuk selalu mengawasi Bryona.


Oscar sengaja tak memberitahu Nic. Ia ingin putranya itu belajar bahwa tidak semua hal bisa diambil kesimpulan hanya dengan melihat saja. Kita harus tahu seluk-beluk serta alasan di balik semua hal yang terjadi. Ia membiarkan putranya memikirkan jalan keluar untuk menyelesaikan kesalahpahamannya dengan Bryona, agar ia belajar.


**


Pagi-pagi, pintu kamar hotel Bryona diketuk. Bryona yang sudah mandi, hanya duduk-duduk dengan menggunakan bathrobe. Ia masih bingung mau menggunakan pakaian kemarin atau memesan yang baru secara online.


Ia bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati pintu. Ia mengintip ke luar melalui lubang kecil di pintunya. Saat melihat asisten Leo, Bryona membukakan pintu. Ia sempat bingung dan heran, dari mana asisten Leo mengetahui posisinya.


“Selamat pagi, Nona Bryona,” sapa Leo.

__ADS_1


“Selamat pagi, Tuan Leo,” Bryona membalas sapaan Leo.


Leo menyerahkan sebuah paperbag kepada Bryona, “Ini untuk anda dari Nyonya Paula.”


“Terima kasih.”


“Saya menunggu anda di lobby karena Tuan Oscar dan Nyonya Paula menunggu anda untuk sarapan bersama.”


“Maaf, tapi bisakah untuk tidak pergi ke kediaman Uncle Os?” Bryona secara langsung mengatakan kalau ia tak ingin bertemu dengan siapapun selain Uncle dan Aunty-nya.


“Saya akan mengantarkan anda ke sebuah cafe yang tidak jauh dari sini, Nona,” Bryona bernafas lega ketika mendengar perkataan Leo.


“Baiklah, aku akan berganti pakaian sebentar. Terima kasih,” Bryona menutup pintu dan berganti pakaian. Ia tak mau membuat Uncle Os dan Aunty Lala menunggunya terlalu lama.


Hanya butuh waktu sekitar 10 menit untuk Bryona bersiap. Ia juga membawa pakaiannya yang kemarin di dalam paperbag, karena ia akan kembali ke Kota Campeche setelah sarapan bersama.


**


“Pagi, sayang,” sapa Aunty Paula.


Mereka duduk di sebuah meja bundar yang sebenarnya berkapasitas 6 orang, namun hanya diisi oleh mereka bertiga.


Oscar meminta pelayan untuk mengeluarkan makanan yang ia pesan. Mereka menyantap sarapan mereka tanpa banyak berbicara.


“Aunty minta maaf atas perlakuan Nic padamu. Ia menyangka sesuatu yang tidak-tidak. Maukah kamu memaafkannya?” tanya Paula yang benar-benar merasa menyesal dan tidak wnak dengan perlakuan Nic pada putri sahabatnya. Bryona hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Paula.


“Yona, Uncle berharap kamu akan segera memimpin M-Tech. Mereka harus tahu siapa pemilik dan pemimpin mereka sesungguhnya,” ujar Oscar.

__ADS_1


“Tapi Uncle, aku sama sekali belum mengerti mengenai seluk-beluk M-Tech. Aku takut malah membuatnya hancur.”


“Aku akan memerintahkan orang kepercayaanku yang berada di sana untuk mengajarimu. Aku yakin kamu akan cepat untuk belajar. Kedua orang tuamu pasti akan senang melihatmu memegang perusahaan mereka.”


“Kalau begitu aku akan kembali ke Kota Campeche untuk menyelesaikan semua di sana. Aku tidak bisa meninggalkan restoran milik Freya begitu saja.”


“Aku mengerti mengenai hal itu. Aku akan menunggumu menyelesaikan semuanya. Segera beri kabar padaku atau pada Leo jika kamu ingin datang. Kami akan mempersiapkan semuanya,” kata Oscar.


“Terima kasih, Uncle.”


Setelah acara sarapan bersama, Oscar memerintahkan Leo untuk menemani Bryona kembali ke Kota Campeche. Ia juga berpesan agar Leo tetap memerintahkan orang kepercayaan mereka untuk mengawasi Bryona.


Sementara itu Nic yang bangun pagi tidak mendapati Dad Oscar dan Mom Paula di rumah. Ia bertanya pada pelayan yang ada di rumah, namun mereka hanya mengatakan kalau kedua majikan mereka sedang keluar.


Baru saja Nic akan masuk kembali ke dalam kamar tidurnya, ia mendengar suara mobil memasuki halaman parkir. Ia segera turun kembali dan melihat ke depan.


“Dad, Mom! Ke mana kalian pergi pagi-pagi begini?” tanya Nic.


“Sarapan … bersama Yona,” jawam Mom Paula.


“Kenapa kalian tidak mengatakan padaku? Bahkan kalian tidak mengajakku,” Nic merasa kesal dan kecewa.


“Apa dengan perkataanmu semalam, Yona akan mau menemuimu? Kami hanya ingin menjaga perasaannya.”


“Lalu, di mana dia sekarang?” tanya Nic lagi.


“Kembali ke Kota Campeche,” jawab Dad Oscar.

__ADS_1


Nic langsung naik ke lantai atas menuju kamar tidurnya. Ia mengepak beberapa pakaiannya, kemudian meminta supir untuk mengantarnya ke bandara.


🌹🌹🌹


__ADS_2