
Di dalam sebuah kamar, dessahan dan errangan kembali terdengar. Namun kali ini bukan demi kenikmatan, tapi demi uang. Luna tak menyangka bahwa ternyata kekasihnya dengan tega menjual dirinya kepada para lelaki hidung belang.
Ia kini merelakan tubuhnya disentuh oleh banyak pria hanya agar mendapatkan banyak uang dalam waktu cepat. Luna mengira kekasihnya sangat mencintainya, oleh karena itu ia memberikan kehormatannya pada kekasihnya itu.
Luna memberikannya dengan sukarela karena kekasihnya memberikannya uang untuk membayar biaya pengobatan Mom Dorothy. Namun, keesokan harinya kekasihnya itu malah menjajakan dirinya di sebuah prostitusi online. Ia harus melayani beberapa orang dalam 1 hari.
Ia dulu mengatakan pada semua orang bahwa Bryona menjual tubuhnya demi naik sebagai seorang model, namun ternyata sekarang dirinyalah yang seperti itu. Bahkan ia tak lebih dari seorang pellacur yang menjajakan tubuhnya demi sedikit uang.
Lebih parahnya lagi, Mom Dorothy dinyatakan meninggal saat operasi karena tiba-tiba saja tekanan darahnya meningkat dan menimbulkan kejang. Dad Thomas sama sekali tidak mempedulikan dirinya.
Setelah selesai bergelut, pria itu melempari uang ke tubuh Luna begitu saja. Luna rasanya ingin menangis melihat betapa menyedihkan hidupnya saat ini. Ia bahkan harus menyerahkan setengah dari penghasilannya untuk pria yang kini menjadi mantan kekasihnya.
Luna berdiam di dalam sebuah kamar yang ia gunakan untuk melayani pria hidung belang. Saat ini dirinya tengah istirahat setelah selesai melayani. Ia menyalakn televisi untuk sekedar mengusir kesepiannya.
Matanya membulat ketika melihat siapa yang ada di televisi, “Kamu hidup dengan enak dan nyaman. Bahkan kamu bertunangan dengan Nicholas Gerardo. Aku tak bisa membiarkan hal ini. Jika aku tidak bahagia, maka kamu juga harus begitu. Hidupmu harus lebih menyedihkan daripada aku,” Luna mengepalkan tangannya.
**
“Aku tidak percaya akhirnya kamu bertunangan dengan Nicholas, Bry. Apa jangan-jangan kalian memiliki hubungan di belakangku tanpa aku ketahui?” tanya Freya yang kini sedang menghadiri acara pertunangan antara Nicholas dan Bryona.
“Sebenarnya aku tidak percaya juga dengan hal ini, Frey. Semua seakan terbalik dengan kehidupanku yang dulu. Namun, yang tidak pernah berubah adalah dirimu, kamu akan selalu menjadi sahabat dan saudaraku. Aku sangat menyayangimu,” ujar Bryona.
“Kamu pantas mendapatkan semua ini. Kamu telah melalui banyak hal yang menyakitkan. Ini saatnya kamu bahagia dan menikmati kehidupanmu.”
__ADS_1
“Terima kasih, Frey. Aku juga menunggu hari bahagiamu,” bisik Bryona, membuat Freya tertawa.
“Jangan pernah terlalu mengharapkanku. Aku hidup tidak untuk mencari pasangan. Hidupku hanya untuk diriku sendiri dan untuk Dad Hector.”
“Kuharap ucapanmu itu tidak terjadi. Aku sangat berharap kamu memiliki pasangan dan hidup berbahagia,” senyum Bryona.
Acara pertunangan antara Nicholas Gerardo dengan Bryona Martinez diadakan di sebuah hotel milik keluarga Gerardo, yang masuk dalam salah satu aset G-Corp. Acara tersebut masuk dalam pemberitaan media. Selain karena G-Corp merupakan salah satu perusahaan raksasa yang sangat berpengaruh, Nicholas Gerardo sendiri adalah salah satu pria yang menjadi incaran para wanita.
“Oscar!! Ternyata kamu diam-diam mengambil sahabat putriku untuk menjadi calon menantumu,” ujar Hector ketika mereka berkumpul.
“Dia adalah putri sahabat kecilku, putri Carlos Martinez.”
“Ya, kami sangat kaget ketika mengetahui bahwa putri Carlos masih hidup. Aku kira mereka sekeluarga meninggal dalam kecelakaan itu,” kata Chris.
“Lalu, kapan putra dan putri kita akan kita nikahkan?” tanya Chris pada Hector.
“Aku juga masih bingung. Freya selalu menolak jika aku mengajaknya bertemu dengan Theo. Bahkan dengan tegas ia menolak perjodohan ini dan mengatakan bahwa ia tak ingin menikah,” kata Hector.
“Whatt?? Lalu, bagaimana dengan Theo-ku? Ahhh apa aku harus mencarikannya wanita lain lagi?” tanya Chris.
“Mungkin sebaiknya seperti itu. Aku tak ingin Freya menjadi penghalang dan penghambat kehidupan Theo. Sebaiknya kita batalkan saja rencana perjodohan ini,” usul Hector.
“Tapi Maria sudah sangat menyayangi Freya,” Chris mulai putus asa.
__ADS_1
“Anggap saja Freya sebagai putrimu, tidak masalah bagiku. Aku akan sangat senang jika Maria menyayangi Freya, karena sepertinya Freya sangat mengharapkan kasih sayang seorang Mom.”
**
Dengan berbekal sebuah alamat yang ia cari di mesin pencari di internet, Luna mendapatkan alamat tempat kediaman keluarga Gerardo. Ia sudah berada di seberang rumah itu untuk memata-matai segala aktivitas mereka.
Tak banyak yang ia dapatkan karena Bryona yang ia harapkan berada di sana ternyata tidak ada. Ia pun mengikuti mobil Nic dengan menggunakan sebuah taksi.
Mobil Nic masuk ke dalam sebuah komple perumahan dan masuk ke dalam salah satu rumah yang cukup mewah.
“Berhenti pak, tunggu sebentar,” perintah Luna pada sang supir taksi. Ia ingin tahu siapa yang saat ini dikunjungi oleh Nic. Senyum merekah di wajahnya ketika ia melihat bahwa rumah tersebut ditempati oleh Bryona.
“I got you!” gumam Bryona pelan.
Kini yang ia perlu lakukan adalah menyusun rencana agar bisa menyingkirkan Bryona. Ia meminta sang supir taksi untuk memutar dan mengantarnya menuju ke perusahaan Dad Thomas. Ia ingin meminta uang, bagaimanapun ia masih dalam tanggung jawab Daddynya itu.
Berhenti di depan sebuah perusahaan yang masuk dalam kategori menengah, membuat Luna sedikit. Tak percaya bagaimana kondisi perusahaan ini sekarang. Perusahaan itu terkesan kotor, bahkan para karyawannya-pun sudah tidak banyak.
Tak ada lagi resepsionis yang menyambut, semua terlihat lengang. Luna langsung menuju ke lantai 3 yang merupakan lantai tempat ruangan Dad Thomas berada.
Brakkk !!!
“Dad!!”
__ADS_1
🌹🌹🌹