
“Theo!” panggil Crystal saat ia melihat Theo keluar dari lift, hendak keluar makan siang.
Ia tidak bisa menemui Theo di ruangannya, maka ia berinisiatif menunggu pria itu di bawah, di lobby. Bagaimanapun juga, ia harus mengadu pada Theo mengenai apa yang ia alami. Ia harus mengatakan bagaimana sikap Freya padanya, yang tentu saja menyakitinya.
Theo menghela nafasnya saat melihat keberadaan Crystal. Ia berpikir Crystal sudah pergi dari sana dan tak akan kembali lagi hari ini, tapi ternyata ia salah besar.
“Te, aku temani makan siang ya. Sekalian ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu, penting,” Crystal bergelayut manja di lengan Theo, membuat Theo menjadi risih. Theo segera melepaskan tangan Crystal yang berada di lengannya, ia membayangkan Crystal yang baru saja menghabiskan malam bersama dengan pria yang tidak jelas.
“Lepas.”
“Te, jangan begitu. Berilah aku sedikit muka. Para pegawaimu memandangku dengan tatapan sinis.”
Aku juga akan memandangmu dengan tatapan seperti itu, bahkan aku merasa jijik berada di dekatmu. - batin Theo yang terus berusaha melepaskan diri dari Crystal.
“Lepaskan tanganmu kalau kamu ingin ikut denganku. Kita akan bicara dan selesaikan semuanya,” kata Theo.
Akhirnya Crystal melepaskan pegangan tangannya dari lengan Theo. Ia mengikuti pria itu yang berjalan menuju salah satu cafe yang berada tak jauh dari AR Group. Mengambil tempat duduk di tempat yang dekat dengan jendela kaca, Theo mulai memesan makanannya.
“Cepat katakan apa yang ingin kamu bicarakan,” kata Theo dengan ketus. Crystal merasa sedikit aneh dengan sikap Theo yang tidak seperti biasanya.
“Aku ingin makan dulu, setelah itu aku akan mengatakannya,” Crystal pun turut memesan makanan. Ia ingin berlama-lama berada di dekat Theo, untuk membangkitkan kembali rasa yang ada di dalam hati Theo untuknya.
Theo menyelesaikan makannya terlebih dahulu. Ia tak ingin berlama-lama berada dekat dengan Crystal, “Cepatlah, aku tidak punya banyak waktu. Pekerjaanku masih banyak.”
“Kamu lihat tanganku?” Theo melihat pergelangan tangan Crystal memang sedikit memerah, tapi tidak terlihat parah.
“Hmm.”
“Kamu tahu, ini perbuatan Freya Rodriguez. Ia mengancamku agar tidak mendekatimu lagi. Ia bahkan mengatakan akan membuatku menyesal jika berada di dekatmu.”
__ADS_1
“Benarkah?” tanya Theo.
“Benar. Lihatlah apa yang ia lakukan. Dia itu wanita yang sangat kasar. Ia juga mencaci maki diriku di depan umum, mengatakan kalau aku adalah seorang wanita yang jahat karena merebut dirimu. Aku mengatakan padanya bahwa kamu hanya mencintaiku, bahkan aku juga mengatakan bahwa aku sudah tidur denganmu.”
Theo menatap Crystal dengan jengah, “Aku akan sangat senang sekali jika dia marah. Itu tandanya dia mencintaiku. Tidur denganmu? Jangan pernah bermimpi. Aku tak akan melakukan hal serendah itu, lebih baik kamu mencari pria hidung belang di club seperti kemarin malam. Bukankah kamu sangat menikmatinya.”
Crystal sangat kaget mendengar perkataan Theo. Ia mulai menduga-duga bahwa Theo melihatnya atau mungkin ada seseorang yang melaporkannya.
“Aku? Semalam aku tidak pergi ke mana-mana. Setelah dari AR Group, aku bertemu teman-temanku, lalu langsung pulang karena lelah,” elak Crystal.
“Belum menjadi kekasihku saja kamu sudah berbohong dan menipuku. Bagaimana jika kita sudah berhubungan?” Theo menyodorkan ponselnya ke arah Crystal. Di sana terlihat sebuah video bagaimana tingkah laku Crystal di club semalam.
“Aku minta padamu untuk tak pernah mendekatiku lagi. Kalau perlu jangan pernah lagi muncul di hadapanku. Aku tidak akan jatuh ke dalam perangkapmu. Mungkin dulu aku menyukaimu, bahkan mencintaimu, tapi kini tidak lagi. Aku juga memintamu untuk tidak mengganggu Freya lagi.”
“Tidak! Kamu hanya milikku dan akan selalu menjadi milikku!” teriak Crystal tiba-tiba, membuat seluruh pengunjung cafe melihat ke arah mereka.
“Kamu jahat berselingkuh di belakangku. Apa kamu akan pergi begitu saja setelah mengambil kehormatanku? Kamu sangat jahat! Aku tidak percaya kamu melakukan ini,” Crystal terus berteriak melanjutkan aktingnya. Namun, Theo sama sekali tak peduli. Ia hanya diam melihat tingkah Crystal. Hampir semua pengunjung mengeluarkan ponselnya dan merekam kejadian itu.
“Theo! Aku pasti akan menghancurkanmu dan juga wanita itu!” Crystal terus berteriak saat melihat kepergian Theo.
“Apa yang kalian lihat, hah?!” ungkap Crystal kesal sambil menunjuk ke seluruh pengunjung cafe. Kasak-kusuk mulai memenuhi cafe tersebut.
Sementara itu Theo tidak kembali ke AR Group, tapi langsung pergi menuju M-Tech. Ia mengkhawatirkan keadaan Freya saat ini. Crystal bisa melakukan apa saja untuk menyakiti Freya.
“Frey!” panggil Theo saat ia membuka pintu ruangan Freya.
“Hmm,” Freya yang sesang membaca dokumen di hadapannya menoleh sekilas ke arah pintu dan menemukan Theo sedang berdiri dan menatap ke arahnya.
“Apa kamu baik-baik saja?” Theo berjalan mendekat dan menarik tangan Freya. Ia memeriksa tubuh Freya kalau-kalau Crystal melukai wanita di hadapannya itu.
__ADS_1
“Aku baik-baik saja, memangnya kenapa?” tanya Freya.
“Katakan padaku di mana ia menyakitimu?” Perkataan Theo mengingatkan Freya tentang pertemuannya dengan Crystal.
Freya tertawa, “Aku tidak apa-apa. Dia tak akan bisa menyakitiku. Malah seharusnya aku yang bertanya, apakah dia baik-baik saja?”
“Dia baik-baik saja, hanya pergelangan tangannya yang sedikit memar,” jawab Theo.
“Jika dia masih bisa melaporkan semuanya padamu, itu tandanya ia baik-baik saja,” Freya kembali duduk di kursinya.
“Kamu jangan salah paham. Ini terakhir kalinya aku bertemu dengannya. Aku juga tak ingin lagi memiliki hubungan apapun dengannya,” kata Theo.
“Hmm … aku percaya padamu,” Theo langsung tersenyum, sesuatu yang tak pernah dilihat oleh Freya, “ternyata kamu sangat tampan jika tersenyum.”
“Aku hanya akan tersenyum jika bersamamu, agar hanya dirimu yang bisa melihat ketampananku.”
“Narsis,” goda Freya.
“Menikahlah denganku sekarang, aku berjanji akan membuatmu bahagia. Aku tak bisa menunggu lebih lama lagi.”
“Bersabarlah.”
“Apa kamu masih tidak mempercayaiku?” tanya Theo.
“Tidak, bukan itu. Banyak hal yang harus kuselesaikan. Aku tak ingin semuanya menumpuk dan mengganggu pernikahan kita.”
Theo kembali tersenyum dan mencium kening Freya, “Aku akan mengatakan pada Dad dan Mom dulu. Mereka pasti akan sangat senang mendengarnya.”
“Aku akan menemanimu nanti. Jemputlah aku sepulang kerja,” kata Freya. Hal itu menambah kebahagiaan di hati Theo. Jika Freya mau menemaninya untuk bertemu kedua orang tuanya, itu berarti Freya telah serius dan tak akan menarik kembali kata-katanya.
__ADS_1
🌹🌹🌹