BIG BIG Girl

BIG BIG Girl
#60


__ADS_3

Persiapan pernikahan antara Theo dengan Freya sudah 80%. Theo dan Freya hanya merencanakan sebuah pernikahan sederhana, meskipun keluarga dari kedua belah pihak menginginkan sesuatu yang lebih mewah dan besar.


“Frey, kamu harus melakukan fitting gaun lagi untuk yang terakhir kalinya,” kata Theo. Meskipun pernikahan yang dilakukan sederhana, tapi mereka tetap menggunakan jasa WO untuk mempersiapkan semuanya. Mereka hanya tinggal mengikuti jadwal yang sudah ditentukan.


“Hmm, tunggu sebentar. Aku tinggal menyelesaikan ini sedikit lagi,” Seperti janji Theo, ia akan tetap membiarkan Freya bekerja di M-Tech.


“Apa pekerjaanmu sangat banyak?”


“Tidak. Aku harus segera menyelesaikannya sebelum acara pernikahan kita bukan?” Theo tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Sejak bersama dengan Freya, Theo lebih banyak tersenyum. Hal itu juga disadari oleh keluarganya, juga oleh Nic.


Tokkk tokk tokkk …


Bryona membuka pintu, “pergilah Frey. Aku yang akan menyelesaikannya. Kasihan Theo sudah menunggumu sejak tadi.”


“Baiklah, baiklah. Aku akan menurutimu. Aku sangat takut jika dipecat oleh bu bos,” kata Freya. Ia pun membereskan barang-barangnya di atas meja dan mengambil tas miliknya.


“Aku pergi dulu ya,” pamit Freya.


Setelah itu, Bryona langsung kembali ke ruangannya. Belakangan ini ia sangat semangat sekali bekerja, bahkan ia rela melewatkan jam makan siangnya. Ia mengambil alih semua pekerjaan Freya.


Nic yang menjadi pusing karena Bryona selalu lembur dan seakan melupakannya. Seperti hari ini, Bryona masih berada di dalam ruang kerjanya meskipun waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Bahkan ia meminta sekretarisnya untuk pulang dan meninggalkannya seorang diri.


Ponsel Bryona berbunyi, namun tidak dihiraukan olehnya karena kini ia tengah terlelap di atas meja kerjanya. Nic yang mendatangi M-Tech pun segera naik ke ruangan Bryona. Nic tersenyum ketika membuka pintu dan mendapati istrinya itu tertidur dengan beralaskan lengannya sendiri.


“Sudah lelah, masih saja memaksakan diri,” dengan perlahan Nic mengangkat tubuh Bryona ala bridal style. Ia tak ingin membangunkan istrinya itu. Sejak persiapan pernikahan Theo dan Freya, Bryona memang lebih sibuk dari biasanya dan ia memaklumi itu. Apalagi ia juga suka membuat Bryona lelah di malam hari untuk bermain bersamanya.


Ia meletakkan Bryona di kursi belakang dan meminta supir untuk menjalankan mobilnya. Ia mencium kening Bryona, membiarkannya terus terlelap. Bryona sedikit memutar tubuhnya hingga ia menyembunyikan wajahnya di perut Nic dan mencium harum tubuh Nic, membuatnya semakin nyaman.

__ADS_1


Keesokan paginya, Bryona masih terlelap meskipun matahari sudah menampakkan sinarnya. Nic yang sudah bangun terlebih dulu, membersihkan dirinya. Hingga ia selesai, Bryona belum juga terbangun.


“Kamu benar-benar lelah, hmm?” Nic berlutut dengan sebelah kaki kemudian mengelus pipi Bryona. Semalaman Bryona tak terbangun dan terus mengeratkan pelukan ke tubuh Nic.


Bryona mengerjapkan matanya ketika bibir Nic menyentuh bibirnya. Sentuhan yang awalnya lembut, lama kelamaan menjadi semakin menuntut. Bryona mengalungkan tangannya di leher Nic dan semakin memperdalam ciuman mereka. Nic yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya pun akhirnya ikut terbuai.


Kini mereka tengah bergelut di bawah selimut di pagi hari. Hingga mereka mencapai puncaknya bersama-sama. Meskipun Bryona selalu larut dalam pekerjaannya setiap hari, tapi untuk hal yang satu ini ia selalu menyempatkan waktu. Nic tak pernah kehilangan waktu untuk bermain tatap mentatap bersama Bryona.


“Hari ini tidak usah ke kantor, kamu sepertinya sangat kelelahan,” ujar Nic.


“Aku tidak lelah. Aku akan bangun sebentar lagi dan mandi.”


Nic sedikit menghela nafasnya. Ia tak bisa melarang Bryona bekerja karena semangatnya sangat luar biasa belakangan ini.


“Nanti malam aku akan menjemputmu, kita makan malam bersama.”


“Baiklah, aku menunggumu,” Bryona mencium bibir Nic. Nic segera merapikan dirinya dan kembali membersihkan diri. Ia harus segera berangkat ke kantor karena hari ini ada meeting bulanan yang tak dapat ia tinggalkan.


Ponsel Bryona berbunyi, tertera nama Freya di sana, “Frey …”


“Apa hari ini kamu tidak ke kantor?”


“Sepertinya tidak, Frey. Tubuhku rasanya malas sekali untuk bangun dari tempat tidur. Kepalaku sedikit terasa pusing.”


“Aku akan menjemputmu,” Freya bergegas menuju kediaman Bryona.


Tak perlu waktu yang lama, Freya telah sampai ke kediaman Bryona. Ia segera memarkirkan mobilnya kemudian masuk ke dalam menuju ke kamar sahabatnya itu. Bryona yang sudah dihubungi Freya sejak tadi pun sudah bersiap meskipun dengan sangat cepat.

__ADS_1


“Kenapa wajahmu pucat? Apa semalam kamu tidak makan malam lagi?” Freya mulai menghujani Bryona dengan pertanyaan-pertanyaan.


Bryona tersenyum, seakan mengiyakan semua perkataan sahabatnya itu. Hal itu tentu saja membuat Freya kesal.


“Ayo kita pergi ke dokter. Aku tidak mau sahabatku sendiri tidak hadir dalam acara pernikahanku karena overdosis kerja,” gerutu Freya, membuat Bryona tertawa kecil. Ia pun akhirnya mengikuti Freya yang akan membawanya ke dokter.


**


Acara makan malam antara Nic dan Bryona dilakukan di sebuah hotel mewah. Mereka mengambil tempat di sebuah balkon yang langsung melihat ke arah pemandangan Kota Meksiko. Letak restoran yang berada di lantai 15 membuat mereka melihat langit dengan lebih luas.


“Sepertinya kamu sungguh mempersiapkan acara makan malam kali ini,” kata Bryona.


“Tentu saja. Jangan katakan padaku bahwa kamu melupakan hari apa ini,” Nic sedikit memicingkan matanya, melihat ke arah istrinya.


Hari ini? Ya ampun, aku baru ingat kalau hari ini adalah tepat 1 tahun pernikahan kami. Karena terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bekerja, hingga aku melupakannya. - batin Bryona. Namun ia juga sedikit bernafas dengan lega karena ia tidak datang dengan tangan kosong.


“Aku ingat,” kata Bryona, meskipun ia membutuhkan waktu untuk berpikir lebih dulu. Ia tak ingin Nic melihatnya lupa akan hari penting mereka.


Mereka menikmati makan malam dari hidangan pembuka hingga hidangan penutup. Alunan musik turut menemani mereka. Nic bangkit dari duduknya dan menghampiri Bryona, mengajaknya untuk sedikit berdansa menikmati malam mereka.


“Terima kasih karena sudah menemaniku selama 1 tahun ini. Aku ingin selalu bersamamu, melewati tahun-tahun selanjutnya,” kata Nic kemudian mengecup kening Bryona.


Saat dansa mereka selesai, Nic kembali menghantarkan Bryona ke meja mereka. Ia mengeluarkan sebuah kotak dari dalam sakunya dan memberikannya kepada istrinya. Bryona membukanya dan tersenyum, sebuah liontin berbentuk bunga dengan berlian di tengahnya ada di sana. Nic mengambilnya dan mengalungkan ke leher Bryona kemudian mencium bahu Bryona yang terbuka.


Bryona mengeluarkan sebuah kotak dengan pita kecil dan memberikannya kepada Nic, “Untukku?”


Bryona sebenarnya tak menyiapkan hadiah apapun karena ia memang lupa dengan hari pernikahannya. Namun, kejadian tadi pagi membuatnya memiliki hadiah untuk suaminya.

__ADS_1


Nic memegang kotak itu kemudian kembali duduk di kursi. Ia seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah di acara ulang tahun. Dengan perlahan ia membuka kotak tersebut, memperhatikannya dan kembali melihat ke arah Bryona. Melihat senyum Bryona, ia langsung bangkit dan memeluk istrinya itu dan menciumnya berkali-kali.


🌹🌹🌹


__ADS_2