
“Nic, kenapa kamu menolak? Apa kamu tidak ingin memiliki seorang adik? Bukankah dulu kamu selalu merengek agar menjadikan Yona sebagai adikmu?” tanya Mom Paula.
Nic menoleh ke arah Bryona yang diam saja, “Kalau Mom mau ia menjadi anak Mom, nikahkan saja aku dengannya.”
Perkataan Nic sontak membuat semua mata tertuju padanya. Namun, berbeda dengan Bryona yang kaget dengan perkataan Nic, Oscar dan Paula justru saling memandang dan tersenyum.
“Idemu bagus juga Nic. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Dad dan Mom mendapatkan seorang anak perempuan, juga mendapatkan seorang menantu. Kami tidak perlu lagi bersusah payah untuk memaksamu menikah ataupun menjodohkanmu,” Paula tersenyum bahagia. Impiannya untuk segera menimang cucu pun seperti sudah di depan mata.
“Aku tidak mau,” ucap Bryona.
Nic langsung menoleh ke arah Bryona, menautkan kedua alisnya seakan mencari tahu alasan dibalik perkataan Bryona.
“Sayang, mengapa kamu tidak mau? Aunty akan sangat senang sekali jika kamu bisa menjadi menantu Aunty,” Paula memegang kedua tangan Bryona dan menggenggamnya.
“Benar, apa kamu tidak tahu kalau sebenarnya Dad Carlos dan diriku sudah berjanji satu sama lain bahwa kami akan menjodohkan putra putri kami?” Kata Dad Oscar.
“Maaf sebelumnya Uncle, tapi kurasa cinta itu tidak bisa dipaksakan, apalagi semua itu harus dilandasi dengan kepercayaan dan kejujuran. Jadi kurasa hubungan kami tak akan pernah berhasil,” jelas Bryona.
Nic langsung bangkit dan berlutut di depan Bryona, “Apa aku tak pantas untuk marah atau kesal ketika aku merasa cintaku tak akan pernah berhasil? Apa kamu tidak tahu kalau aku sampai harus pergi ke psikiater karena mengira diriku menderita kelainan?”
Bryona menautkan kedua alisnya, “apa maksudmu?”
“Apa kamu tidak tahu kalau dulu aku jatuh cinta pada Bryan Martin?” bisik Nic pada Bryona, sementara kedua orang tuanya hanya memandangi mereka.
“Kamu gila!” teriak Bryona.
“Aku memang gila! Dan aku lebih gila lagi ketika mengira bahwa kamu ada main dengan Daddyku. Pikiran-pikiran buruk seperti memenuhi kepalaku. Aku mohon, menikahlah denganku. Aku mencintaimu, sungguh.”
“Apa kamu bisa membuktikannya?”
__ADS_1
“Tentu saja aku bisa. Apa yang kamu inginkan dariku? Asal jangan memintaku mati saja. Aku belum merasakan tatap mentatap,” kata Nic sambil melirik ke arah orang tuanya.
“Tatap mentatap?” tanya Bryona bingung.
“Sudah tidak usah diteruskan, kamu akan tahu hal itu nanti. Bryona pun akhirnya menganggukkan kepalanya, membuat Nic dan keluarganya tersenyum.
**
“Dad!!”
“Dad tidak punya uang. Apa kamu tidak tahu kalau perusahaan sedang dalam masalah. Dad saja sedang pusing bagaimana caranya mempertahankan perusahaan.”
“Tapi ini semua untuk Mom. Apa bagi Dad, Mom tidak penting?” tanya Luna yang terus berusaha merayu Dad Thomas untuk memberikan uang padanya.
“Apakah Mom-mu pernah menganggap Dad penting? Yang ia pentingkan hanya uang saja,” secara sepihak Thomas memutus sambungan ponselnya. Ia justru tak ingin Dorothy selamat karena itu pasti akan mengancam jiwanya.
Luna yang terlihat mondar-mandir di depan ruang ICU, hanya bisa menggigit ibu jarinya karena terlalu panik. Ia bingung karena uang yang dibutuhkan untuk perawatan Mom Dorothy cukup besar.
“Halo, Luna yang kaya raya,” sapa wanita itu.
“K-kamu?!”
“Ooo ternyata kamu masih mengenaliku. Kukira sudah tak mau mengenaliku lagi.”
“Del, apa kamu bisa membantuku?” tanya Luna tiba-tiba sambil memegang lengan Adela yang sedang terlipat di depan dadanya.
“Membantumu?”
“Ya, aku butuh uang untuk pengobatan Mommyku. Ia mengalami pendarahan di otaknya dan harus segera dioperasi. Maukah kamu meminjamkan uang padaku?”
__ADS_1
Seketika itu juga Adela langsung tertawa keras, tanpa melihat bahwa ia sedang berada di rumah sakit, “Kamu benar-benar membuatku ingin tertawa.”
“Bagaimana aku bisa meminjamkan uang padamu kalau kamu saja belum membayar hasil kerjaku dulu. Ingat bahwa kamu masih berhutang padaku. Bahkan kamu memblokir nomor ponselku,” kata Adela dengan ketus.
“Aku pasti akan mengembalikannya, segera. Aku sudah menjadi model saat ini dan uang yang akan kuhasilkan akan banyak. Aku pasti akan segera mengembalikan uangmu.”
Adela menghempaskan tangan Luna dengan kasar, “aku tidak akan mau lagi berurusan dengan dirimu. Jika kamu meminjam uangku, belum tentu kamu akan mengembalikannya. Bisa-bisa kamu akan kabur lagi.”
Adela tersenyum sinis dan melenggang pergi. Ia sudah tak ingin lagi berurusan dengan seorang Luna Alberto.
Luna kembali berpikir setelah kepergian Adela. Ia tak bisa meminta bantuan wanita itu, sekarang ia harus mencari orang lain. Ia membuka ponselnya dan mencari siapapun di daftar kontaknya.
“Sayang, apakah kamu bisa meminjamkan uang padaku?” Luna menghubungi kekasihnya.
“Baiklah, aku akan ke sana,” Luna akhirnya pergi menemui kekasihnya. Kekasihnya mengatakan akan membantunya.
**
Nic beserta keluarganya menemani Bryona menuju M-Tech. Oscar telah memerintahkan orang kepercayaannya untuk mengadakan meeting yang mengundang seluruh divisi di perusahaan M-Tech, terutama para petingginya.
Bryona melihat ke sekeliling perusahaan milik Dad Carlos. Semua pegawai di sana melihat kedatangan keluarga Gerardo, sang pemilik G-Corp, membuat mereka bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.
“Selamat siang!” sapa Oscar Gerardo kepada seluruh pegawai di M-Tech.
“Terima kasih atas kehadiran kalian. Hari ini, di sini, saya berdiri sebagai wakil dari CEO kalian, Tuan Carlos Martinez,” Hanya para petinggi yang mengetahui siapa sebenarnya CEO mereka. Sementara itu, para staf tidak pernah tahu, mereka hanya mengetahui orang kepercayaan yang ditempatkan oleh Iscar Gerardo-lah CEO mereka.
“Tuan Carlos Martinez, seperti kita ketahui telah tiada, dan saya di sini ingin memperkenalkan CEO baru kalian yang tak lain adalah putri tunggal dari Tuan Carlos Martinez, Nona Bryona Martinez.”
Bryona berdiri dan sedikit membungkuk untuk memberi hormat kepada para petinggi dan staf M-Tech. Saya sangat berharap kalian bisa membantu Bryona untuk menjalankan roda perusahaan karena semuanya juga untuk kelangsungan perusahaan.”
__ADS_1
Setelah panjang lebar penjelasan Oscar, mereka mengadakan acara makan siang bersama yang disponsori oleh seorang Oscar Gerardo. Tentu saja hal tersebut mendapat sambutan yang luar biasa dari seluruh staf perusahaan M-Tech.
🌹🌹🌹