BIG BIG Girl

BIG BIG Girl
#44


__ADS_3

Luna melihat sesuatu yang membuat panas hatinya. Dad Thomas berada di atas tubuh seorang wanita. Pemandangan yang sungguh menjijikkan bagi Luna. Keduanya tidak menggunakan pakaian sama sekali, yang memperlihatkan kepolosan tubuh keduanya.


“Dad!!”


“Keluar!!” Luna langsung keluar dan membanting pintu ruangan tersebut. Ia menunggu di luar ruangan. Luna bisa melihat betapa kumuh dan joroknya perusahaan ini sekarang.


Luna menunggu sekitar 15 menit dan pada akhirnya ia melihat wanita yang ternyata adalah Esme, sekretaris Daddynya itu keluar dengan penampilan yang sangat berantakan.


Luna langsung masuk ke dalam dan mendapati Dad Thomas yang sudah kembali duduk di kursi meja kerjanya, “apa yang membuatmu datang ke sini?”


“Uang. Berikan aku uang,” Luna menengadahkan tangannya ke arah Dad Thomas.


“Uang? Kamu kira mudah mencari uang? Seenaknya saja kamu meminta. Aku sudah menyekolahkanmu, hanya kamu saja yang tidak mau menyelesaikannya,” ungkap Thomas dengan kesal.


“Dan membiarkan Dad menghabiskan uang untuk wanita murahan itu?”


“Itu urusanku, uang uangku, jadi tidak ada hubungannya denganmu,” ungkap Dad Thomas.


“Dad!”


“Keluar dari ruanganku dan jangan memanggilku Dad lagi. Aku bukan ayah kandungmu asal kamu tahu. Sudah bagus aku mau menerimamu dan Mom-mu yang tak lebih hanya seorang wanita murahan. Aku benar-benar menyesal menikah dengannya. Ia hanya membuat kepalaku pusing setiap hari,” Luna yang shock mendengar hal itu, langsung memundurkan tubuhnya.

__ADS_1


Ia keluar dari ruangan milik pria yang selama ini ia anggap Daddynya, namun kenyataannya sekarang benar-benar melukainya. Saat Luna keluar dari ruangan, ia melihat Esme sedang merapikan rambutnya dan kembali merias diri. Ia mendapatkan tatapan menghina dan merendahkan dari sekretaris Dad Thomas.


Luna berlari keluar dari perusahaan. Ia kini tak lagi memikirkan untuk menjatuhkan Bryona, bahkan tak terbersit lagi keinginan awalnya. Ia duduk di sebuah bangku taman dan menengadahkan kepalanya ke atas, “Mom, apa yang sebenarnya terjadi? Apakah semua yang Dad katakan adalah benar?”


Bulir air terjatuh dari ujung mata Luna. Kenyataan yang baru saja ia hadapi terasa menghancurkan dirinya. Ia tertawa kecil, hidupnya kini berantakan. Mom Dorothy meninggal, tak memiliki teman, kekasihnya menjualnya, dan sekarang kenyataan bahwa ia bukanlah anak kandung dari seorang Thomas Alberto.


Apakah ini balasan yang harus kuterima karena niat jahatku pada Bryona? - ia kembali menertawakan hidupnya sendiri, hingga orang-orang yang berada di sekitar taman itu melihat ke arahnya.


“Ayo cepat kembali! Kamu mau melarikan diri ya?!” Sebuah tangan menariknya dengan kasar. Ia tak bisa melawan karena memang tenaga pria itu jauh lebih besar dari dirinya.


Mom, maafkan aku. Aku akan mengunjungimu nanti. - batin Luna yang kini mengikuti langkah pria yang tak lain adalah mantan kekasihnya yang mungkin akan mengantarkannya pada pria hidung belang lain yang telah membayarnya.


**


Namun, selintas ide mampir di benak dan pikirannya, “Freya!”


Ia langsung menghubungi sahabatnya itu. Freya sangat senang ketika Bryona menawarinya pekerjaan di M-Tech, ia seperti terlahir kembali. Sejak lulus, ia dipaksa untuk memimpin AR Group bersama dengan Theo, membuatnya kesal setiap hari.


Sepertinya mereka berdua tak memiliki kecocokan satu sama lain. Setiap hari hanya diisi dengan pertengkaran, bahkan pendapat mereka selalu bertentangan. Oleh karena itu, tawaran dari Bryona pun langsung disetujuinya, ia tak perlu banyak berpikir.


“Aku akan menunggumu besok, Frey. Aku bisa gila jika menangani semua ini sendiri, meskipun ada orang-orang yang membantuku,” keluh Bryona yang memang lelah dengan pekerjaan yang tidak ia mengerti. Kalau di bidang konstruksi, ia masih mengerti dan bisa mengatasinya, tapi tidak dalam bidang teknologi.

__ADS_1


Di AR Group,


Setelah mendapatkan telepon dari Bryona, Freya langsung menuju ke ruangan Theo. Ia memberikan surat pengunduran dirinya ke atas meja Theo. Ia melakukan semua sesuai prosedur perusahaan.


“Apa maksudmu?”


“Apa kamu tidak bisa melihat dan membacanya? Surat pengunduran diri. Aku berhenti dari AR Group, kamu bisa memimpinnya sekarang.”


“T-tapi …”


“Tenang saja, aku mengundurkan diri bukan karena aku takut untuk bertarung denganmu. Aku mendapatkan tempat kerja baru yang sesuai dengan hobbyku, bahkan sudah menjadi keinginanku sejak dulu. Tak kusangka perusahaan idamanku adalah milik sahabatku sendiri,” kata Freya sambil tersenyum.


“Lalu bagaimana dengan Uncle Hector? Apa yang akan ia katakan?”


“Ahhh tidak masalah, aku akan mengatakan semuanya. Kamu tenang saja. Baiklah, aku pergi dulu.”


Theo melihat kepergian Freya. Ia hanya bisa memandangi punggung wanita yang semakin menjauh darinya. Sudah 1 tahun ini ia bersama dengan Freya memimpin AR Group.


Ntah sejak kapan ia merasa ingin melihat gadis itu dan melihat apa saja yang gadis itu lakukan. Ia selalu membedakan pendapatnya dengan Freya hanya untuk membuat gadis itu marah, rasanya senang sekali melihat wajahnya.


Namun, ketika ia melihat Freya meletakkan surat pengunduran diri di atas meja, rasanya sia-sia ia pindah ke AR Group. Theo menghela nafasnya dalam, sepertinya ia harus mengatakan bahwa ia memerlukan Freya di AR Group karena memang semua keputusan yang dipakai adalah milik Freya. Gadis itu memiliki intuisi yang sangat tajam dalam berbisnis, hingga memberikan keuntungan terus-menerus pada produk yang dipasarkan.

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2