BIG BIG Girl

BIG BIG Girl
#64


__ADS_3

Proses hukum terhadap Crystal mulai berjalan. Pengadilan menjadi tempat yang selalu rusuh karena Crystal yang selalu berteriak dan meminta keadilan. Pada akhirnya, Crystal terpaksa tidak dihadirkan dan proses pengadilan tetap berjalan.


Setelah proses pengadilan yang memakan waktu sekitar 1 bulan karena kericuhan yang dibuat oleh Crystal, akhirnya ia dijatuhi hukuman selama 20 tahun penjara. Selain melukai dan merencanakan pembunuhan, ia juga ternyata adalah seorang pemakai narkoba. Untung saja pihak keamanan yang terkena tembakan tidak meninggal sehingga hukuman tidak lebih berat lagi.


Kini, Theo dan Freya bisa bernafas dengan lega. Theo sudah kembali menjalani aktivitasnya seperti biasa dan kembali memimpin AR Group.


**


Usia kandungan Bryona sudah mencapai 35 minggu. Dokter sudah memberitahukan kepada Nic dan Bryona kalau bayi mereka berjenis kelamin laki-laki. Tentu saja keduanya sangat senang, tak terkecuali keluarga Gerardo.


Sebuah kamar yang persis berada di sebelah kamar tidur Nic dan Bryona, telah mereka sulap menjadi kamar untuk putra mereka. Sebuah pintu penghubung juga sengaja ditambahkan agar mereka bisa langsung ke kamar putra mereka tanpa harus keluar dari kamar.


Nuansa biru dari yang tua hingga muda menjadi warna yang dominan di kamar tersebut. Sejak usia kandungan 28 minggu, Nic sudah meminta seorang desainer interior untu secara khusus mendesain kamar tersebut.


Hingga saat ini, Nic selalu saja masih merubah desain tersebut, seperti tak pernah puas dan menginginkan yang terbaik untuk buah hati mereka.


“Apalagi sekarang yang mau kamu ubah?” tanya Bryona dengan wajah yang sudah yakin bahwa suaminya itu akan mengganti sesuatu.


“Kurasa gorden ini terlalu gelap, bagaimana kalau kita mengganti warnanya lagi?” tanya Nic.


“Sudah, tidak ada yang perlu kamu ubah lagi. Semua sudah terlihat bagus.”

__ADS_1


“Tapi aku ingin memberikan yang terbaik untuk putra kita nanti.”


“Bagi seorang anak, yang terpenting adalah perhatian dari kedua orang tuanya. Lagipula ia masih bayi, kamu mau mengubah pernak-pernik di kamar ini pun, ia tak akan menyadarinya. Sekarang kita keluar dulu, temani aku makan siang,” pinta Bryona.


“Baiklah, ayo.”


Saat menuruni tangga, Bryona merasa perutnya sedikit sakit. Ia meringis dan menghentikan langkah kakinya.


“Ada apa, honey?” tanya Nic yang menyadari Bryona terdiam sesaat.


“Tidak apa, perutku hanya terasa sedikit sakit. Mungkin seperti kemarin, hanya kontraksi palsu,” jawab Bryona.


“Honey, sepertinya aku akan melahirkan.”


“Melahirkan? Bukankah perkiraan masih 2 minggu lagi?”


“Aku tidak tahu, tapi ….,” Bryona kembali meringis kala merasakan sakit dan sesuatu yang basah mulai mengalir dari pangkal pahanya.


Dengan cepat Nic langsung memegangi Bryona untuk turun dari tangga. Ia juga memerintahkan pelayan untuk memberitahu supir agar segera menyiapkan mobil.


Setelah berhasil turun dari tangga, barulah Nic menggendong Bryona dan membawanya ke mobil. Ia meminta supir untuk dengan segera membawa mereka ke rumah sakit karena ia melihat Bryona yang sudah sangat kesakitan.

__ADS_1


Sesampainya mereka di rumah sakit, Bryona segera dibawa menuju ruang persalinan. Sedari awal, Bryona memang berencana melahirkan secara normal jika memungkinkan. Nic selalu berada di samping Bryona dan memberikan istrinya itu kekuatan dengan selalu menggenggam tangannya.


“Semua sudah siap dan pembukaan juga sudah sempurna, kita akan segera memulai prosesnya,” kata Dokter dengan ramah dan lembut.


Beberapa kali Bryona mengejan hingga benar-benar menghabiskan tenaganya. Suara tangis seorang bayi laki-laki memecah suasana di dalam ruang persalinan. Sebulir air mata tak terasa sudah mengalir di pipi Nic saat melihat putranya telah hadir ke dunia.


“Terima kasih, honey. I love you so much,” bisik Nic kemudian mencium kening Bryona dengan lembut.


Dokter menyerahkan bayi itu kepada Nic setelah selesai dibersihkan. Meskipun bayi itu lahir lebih cepat dari waktu yang dijadwalkan, tapi ia berada dalam keadaan sehat dan sempurna.


Nic menggendong bayi itu dan mendekatkannya kepada Bryona. Dengan bantuan seorang perawat, bayi itu diletakkan di atas tubuh Bryona untuk mencari sumber kehidupannya untuk pertama kalinya.


Maximilian Martin Gerardo


Menjadi nama yang diberikan oleh mereka berdua untuk putra pertama mereka. Mereka berharap putra mereka bisa menjadi seorang pemimpin yang hebat, berani, dan bertanggung jawab.


“Apa kamu sudah mengabari Dad dan Mom?” tanya Bryona.


Nic menepuk dahinya. Ia benar-benar lupa karena terlalu bahagia. Ia pun menyerahkan bayinya kepada seorang perawat kemudian keluar dari ruang bersalin untuk menghubungi kedua orang tuanya.


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2