BIG BIG Girl

BIG BIG Girl
#51


__ADS_3

Masuk ke dalam sebuah penthouse mewah yang terletak di lantai paling atas hotel milik G-Corp, Nic selalu menggenggam tangan Bryona.


Malam ini aku tak akan melepaskanmu - batin Nic. Ia masih teringat sentuhan bibir pertamanya dengan Bryona di dalam studio foto, malam saat di Villahermosa, juga malam mereka di Jepang.


Bryona berjalan mendahului Nic menuju ke sebuah jendela besar dengan pintu di bagian bawahnya, yang ternyata terhubung dengan balkon. Bryona membuka pintu dan langsung merasakan hembusan angin malam yang begitu dingin. Ia menutup matanya kemudian merentangkan kedua tangannya seperti membiarkan angin menabrakkan diri ke tubuhnya.


Dari arah belakang, Nic langsung memeluk pinggang Bryona dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher istrinya itu.


“Ayo masuk, di sini dingin,” ujar Nic.


“Tapi aku belum puas melihat pemandangan ini.”


“Di sini dingin. Kamu boleh kembali ke sini setelah aku memanaskanmu,” perkataan Nic langsung membuat Bryona menoleh ke arah pria yang kini sudah berstatus sebagai suaminya itu. Tanpa rasa canggung, Nic hanya tersenyum sambil memamerkan deretan giginya yang berwarna putih.


Cuppp …


Sebuah kecupan singkat di pipi telah Bryona dapatkan. Nic menunjuk pipinya sendiri dengan jari telunjuknya beberapa kali, membuat Bryona gemas melihatnya.


Cupp …


Nic yang awalnya mengarahkan pipinya pada Bryona langsung memutar wajahnya, membiarkan bibirnya bertemu dengan bibir Bryona. Nic langsung menahan tengkuk Bryona dan menyesap dengan dalam kemudian melummatnya.


Dinginnya udara di balkon tak lagi dirasakan keduanya ketika ciuman mereka yang lama membuat tubuh keduanya menjadi lebih panas.

__ADS_1


“Aku akan mandi terlebih dahulu,” Bryona melepas pelukan Nic kemudian berjalan menuju kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, Bryona menatap dirinya di cermin. Ia memegang dadanya, tepat di mana posisi jantungnya berada. Jantungnya berdetak dengan cepat ketika membayangkan apa yang akan terjadi malam ini. Ia menarik nafas dalam kemudian membuangnya perlahan.


Bryona membuka gaun pengantinnya kemudian menyalakan kran air di dalam bathtub, sepertinya akan sangat menyegarkan untuk berendam sebentar. Ia mengambil salah satu cairan aroma therapy yang berada di lemari kaca, persis di samping meja wastafel.


Bryona menenggelamkan tubuhnya di dalam bathtub dan menghirup aromanya, seketika pikirannya terasa lebih tenang dan lebih relaks. Rangkaian acara yang ia jalani hari ini memang benar-benar menguras tenaganya.


Bryona memejamkan matanya, hingga tak menyadari bahwa dirinya terlelap. Nic yang menunggu di luar merasa gelisah karena Bryona tak kunjung keluar dari kamar mandi. Ia pun berjalan mendekat kemudian membukanya. Pintu kamar mandi di sana memang dirancang tidak untuk dikunci karena memang dikhususkan untuk pasangan suami istri, terutama yang baru menikah ataupun sedang berbulan madu.


“Honey?” Dengan langkah pelan Nic menghampiri Bryona yang ternyata tertidur di dalam bathtub. Nic mendekat kemudian mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan Bryona yang sedang berendam.


“Sepertinya kamu sangat lelah,” gumam Nic. Tanpa banyak berbicara lagi, Nic membuka seluruh pakaiannya, hingga tubuhnya kini sudah polos. Ia mengusap kening Bryona kemudian memberikan sebuah kecupan di sana.


“Honey, bangunlah,” Bryona mengerjapkan matanya dan melihat Nic sudah berada di hadapannya.


“Kamu lama sekali, Honey. Aku menunggumu dari tadi,” Tanpa aba-aba, Nic langsung menggendong Bryona dengan perlahan. Bryona langsung berteriak ketika Nic mengangkatnya dari bathtub dan membawanya ke bawah shower.


Bryona langsung menyembunyikan wajahnya di dada Nic, tanpa ia tahu justru ia sedang membuat Nic semakin panas karena hembusan nafas Bryona langsung mengenai kulitnya.


Nic menengadahkan wajah Bryona agar melihat ke arahnya, “I love you.”


Nic menempelkan bibirnya pada bibir Bryona. Ia melakukannya dengan sangat lembut. Bryona yang terbawa suasana, mulai mengalungkan kedua tangannya di leher Nic dan membuka sedikit bibirnya, untuk memberikan akses pada Nic.

__ADS_1


Nic langsung meraih pinggang Bryona dan tangannya menyalakan shower, hingga mereka kini berada di bawah kucuran air shower. Begitu dekatnya tubuh mereka, bahkan tanpa jarak, membuat Bryona merasakan sesuatu berubah bentuk dengan sangat cepat.


Tanpa menuntaskan mandinya, Nic menggendong Bryona dan membawanya keluar dari kamar mandi. Ia membaringkan wanitanya di atas tempat tidur. Ia kembali memberikan sesapan dan lummatan di bibir Bryona dan tentu saja ia tersenyum karena mendapatkan balasan dari Bryona.


Tangan Nic mulai menjelajah ke dari atas hingga ke bawah, dari kiri hingga ke kanan, membuat keduanya merasakan sensasi dan gelenyar seperti sengatan listrik.


“Honey, buka matamu dan lihat aku,” Bryona yang awalnya menutup mata karena ia malu karena terlalu menikmati semua sentuhan dan ciuman yang diberikan oleh Nic, akhirnya membuka mata.


“Bukalah matamu karena aku ingin kita berdua merasakannya, bahwa ini semua adalah kenyataan. Kita tidak berada dalam halusinasi ataupun alam mimpi,” kata Nic.


Ketika Nic merasa Bryona sudah siap menerimanya, ia menyiapkan pucuk senapannya. Ia mengarahkannya tepat pada targetnya karena ia ingin dalam sekali tembakan bisa tepat pada sasarannya.


Namun, ternyata ia tak bisa melakukannya dalam sekali bidikan karena ternyata targetnya terlalu kecil hingga ia harus mencoba beberapa kali.


Cess …


Nic bisa merasakan bahwa ia menembus sesuatu dan begitu terasa hangat. Sensasi yang ia rasakan terasa sangat nikmat.


Seharusnya aku sudah merasakannya saat di Villahermosa atau di Jepang. Tapi untung saja dia telah menjadi milikku saat ini dan tak akan pernah kubiarkan siapapun mengambilnya dariku. - batin Nic.


Setelah merasakan Bryona tak lagi merasakan sakit dan perih yang berlebihan, dengan perlahan Nic mulai menggerakkan tubuhnya hingga kembali menimbulkan sensasi nikmat yang tak bisa ia lukiskan dengan kata-kata.


Di bawah tubuhnya, Bryona kini hanya bisa mengerrang dan mendessah, yang justru membuat Nic semakin ingin lagi dan lagi. Bahkan hassratnya seakan tak ada habis-habisnya.

__ADS_1


Malam ini aku akan benar-benar menggempurmu, hingga mungkin esok hari kita akan bangun kesiangan dan kamu akan kesulitan berjalan. - batin Nic sambil tersenyum sendiri membayangkan apa yang akan terjadi malam ini.


🌹🌹🌹


__ADS_2