
“Ahhh!!!!” Leticia berteriak ketika rambutnya dijambak dan tangannya ditarik keluar dari kamar tidurnya sendiri. Dengan kasar Esme mendorong Thomas yang berada di atas tubuh Leticia, kemudian membuka ikatan di tangan wanita itu dan menariknya paksa.
Esme langsung mendorong Leticia di ruang tamu. Bahkan wanita itu belum menggunakan pakaiannya. Esme langsung mengambil ponsel dan mengambil gambar berkali-kali, juga mengambil video.
“Hei, apa yang sedang kamu lakukan?!” teriak Leticia dan berusaha mengambil ponsel dari tangan Esme. Namun sekali lagi Esme mendorong tubuh Leticia hingga bagian belakang tubuhnya mengenai ujung sebuah meja kaca.
“Ahhh!!” Leticia meringis kesakitan. Esme melihatnya dengan tatapan sinis dan senyum smirk di wajahnya.
Thomas akhirnya keluar dari kamar tidur setelah selesai berpakaian, “Esme! Lepaskan dia!”
“Melepaskan dia? Lalu apa? Membiarkan kalian bercinta? Lalu kamu anggap apa aku ini?!!” teriak Esme.
“Memang kamu mau aku anggap apa? Bukankah kamu sama seperti dia?” Mendengar ucapan Thomas, Esme langsung mengepalkan tangannya.
“Laki-laki sialann!! Jadi kamu mempermainkanku? Bukankah kamu mengatakan akan menikahiku?” Esme berusaha menyerang Thomas dengan sebuah vas bunga yang terletak tak jauh dari posisi ia berdiri.
Pranggg!!!
__ADS_1
Thomas langsung menahan tangan Esme dan mendorongnya. Hal itu membuat Esme langsung terjatuh.
“Ahhh!” pekik Esme sambil memegang perutnya yang terasa sakit. Dari pangkal pahanya mulai terasa sesuatu mengalir dan berwarna merah, “T-tolong aku, anakku.”
Thomas yang mendengar itu langsung menoleh ke arah Esme, “Anak?”
Ia dengan sigap langsung mengangkat tubuh Esme dan membawanya keluar. Ia akan membawa sekretarisnya itu ke rumah sakit. Bahkan ia sama sekali tak menggubris Leticia yang terus memanggilnya.
“Hei! Thomas!! Kamu belum membayarku! Sialannn!!! Aku tidak mau kamu memakai tubuhku dengan cuma-cuma!!”
Prangg!!!
Tentu saja Leticia menjadi tontonan, bahkan kini sudah ada yang merekam aksinya. Salah seorang penghuni memanggil pihak keamanan agar segera menertibkan, karena saat itu kondisi sudah tengah malam.
**
Keesokan paginya, suasana di M-Tech terlihat sedikit berbeda dari biasanya. Freya datang ke sana bersama dengan Bryona. Mereka berdua pergi bersama dengan 1 mobil. Hal itu karena banyak hal yang ingin mereka bicarakan.
__ADS_1
“Apa ada yang sedang kamu pikirkan, Frey? Wajahmu terlihat berbeda, tidak seperti Freya yang kukenal.”
“Tidak. Aku tidak apa. Aku hanya sedikit gugup bekerja di perusahaan milikmu,” kata Freya.
“Jangan seperti itu. Aku justru sangat senang kamu berada di sini. Sungguh aku sama sekali tidak mengerti mengenai teknologi dan semacamnya,” ujar Bryona.
Freya tersenyum dan berjalan bersama dengan Bryona menuju lantai tempat ruangan Bryona berada. Namun, mereka melihat banyak pegawai yang berkerumun sambil melihat ponsel mereka, padahal seharusnya sudah jam kerja.
“Apa ada berita penting?” tanya Freta sedikit penasaran. Biasanya ia akan membaca berita melalui ponselnya. Namun karena semalam ia tidak bisa tidur karena ucapan Theo, membuatnya jadi bangun kesiangan tadi pagi.
Freya langsung membuka ponselnya juga sambil tetap berjalan mengikuti Bryona. Matanya membulat saat melihat berita apa yang muncul dan menjadi trending pada salah satu portal berita yang cukup ternama di negara itu.
“Kamu tidak akan percaya ini, Bry.”
“Ada apa? Berita apa yang kamu baca? Hingga menghebohkan seluruh pegawaiku,” tanya Bryona.
Freya memberikan ponselnya pada Bryona dan Bryona langsung melihat video yang terpampang di depannya. Seorang Leticia Rocco, aktris yang dulu terkenal, kini terlihat seperti orang gila. Terlihat di video itu ia sedang menghancurkan barang-barang di dalam apartemennya sambil menangis. Namun, yang paling tak disangka, ia tak mengenakan pakaian apapun.
__ADS_1
“Kamu lihat, kita tak perlu turun tangan untuk membalas semua apa yang telah ia lakukan padamu. Karma akan mencarinya sendiri,” bisik Freya sambil tersenyum.
🌹🌹🌹