
“Bry, maukah kamu memaafkanku?” Adela mendudukkan dirinya di kursi yang persis berada di sebelah Bryona.
“Maaf kalau kemarin aku sempat berkata kasar padamu. Aku sedang dalam masa PMS, ditambah dengan masalah di dalam keluargaku, sehingga aku malah melampiaskannya padamu. Maafkan aku, Bry,” pinta Adela sambil memegang tangan Bryona.
Bryona menatap ke arah Adela yang berada di hadapannya. Saat ini mereka sedang berada di dalam kelas menunggu dosen untuk masuk dan memulai perkuliahan. Melihat sifat Adela kemarin, Bryona tak bisa lagi terlalu dekat dengannya.
“Aku memaafkanmu,” jawab Bryona, namun ia hanya menatap Adela sekilas saja. Ia langsung melanjutkan membaca buku yang ada di mejanya.
Adela merasa sedikit kesal dengan sikap Bryona. Ia sudah merendahkan dirinya untuk meminta maaf.
Menyebalkan sekali! Ia kira aku mau minta maaf? Kalau saja ini bukan karena Luna membayarku, aku tak akan pernah mau berdekatan dan berbicara denganmu. - batin Adela.
Adela adalah salah satu teman Luna dulu di sekolahnya. Ternyata Luna sangat beruntung karena Adela dekat dengan Bryona. Hal itu akan membuatnya bisa mengatur Adela.
“Bry, aku sungguh-sungguh. Maaf. Orang tuaku akan bercerai dan itu benar-benar sangat mengganggu mood-ku,” Adela berusaha menarik simpati dari Bryona. Ia bahkan mengeluarkan air mata palsu, berharap Bryona yang menenangkannya.
Bryona yang kesal pada awalnya, menjadi tidak tega karena mendengar permasalahan yang dialami oleh Adela, “Aku sudah memaafkanmu. Aku tidak marah. Duduklah di sini,” Bryona menepuk kursi di sebelahnya agar Adela duduk di sebelahnya.
“Terima kasih, Bry. Aku tidak tahu lagi harus bagaimana. Kedua orang tuaku akan meninggalkanku seorang diri,” Adela menutup matanya seakan menahan tangis.
“Tenanglah, semua akan baik-baik saja,” Bryona mengusap punggung Adela untuk menenangkannya.
“Apa kamu bisa membantuku mencari pekerjaan? Kedua orang tuaku tak ada yang mau menampungku, sehingga aku harus berusaha sendiri.”
“Nanti akan kutanyakan pada temanku, tenanglah.”
Akhirnya, tidak sia-sia aku mengeluarkan air mata ini. Luna, bersiaplah untuk segera membayar termin selanjutnya. - batin Adela sambil tersenyum dalam hati.
**
Sejak pertemuan terakhir Bryona dengan Freya, hampir setiap malam mereka melakukan video call. Bryona sangat senang karena ia tidak akan kesepian lagi setiap malam.
“Sepertinya kamu sangat sibuk, Frey?” tanya Bryona.
__ADS_1
“Sedikit. Tenang saja, aku sudah memiliki seorang asisten yang akan membantuku di sini,” ujar Freya.
“Kamu sudah punya seorang asisten? Apa kamu tidak berniat untuk memakai Bryan Martin ini?” canda Bryona.
“Sejujurnya aku sangat rindu dengan Bryan Martin. Bagaimana kalau nanti kita membuat sebuah video perubahanmu dari dulu hingga saat ini, kurasa itu akan sangat menarik.”
“Sebaiknya kamu menyimpan ide tersebut di dalam kotak dan kamu kunci dengan rapat. Aku tidak ingin kembali menjadi Bryona yang dulu ataupun Bryan Martin. Oya, apa La Siera masih membutuhkan pegawai? Ada seorang temanku yang membutuhkan pekerjaan. Ia sangat membutuhkan uang karena orang tuanya bercerai dan ia akan tinggal seorang diri,” tanya Bryona.
“Sebaiknya kamu tanyakan dengan bagian dapur saja, Bry. Mereka yang paling mengerti apakah mereka perlu tambahan orang atau tidak.”
“Baiklah, besok aku akan menanyakan pada Uncle Tito.”
Mereka bercerita tentang keseharian mereka. Freya juga meminta pada Bryona untuk mengosongkan jadwal minggu depan karena mereka akan pergi mengelilingi beberapa kota untuk memasarkan produk terbaru mereka.
**
Nicholas benar-benar memfokuskan dirinya untuk mengelola G-Corp. Ia ingin melupakan semua tentang hibi fotografinya sementara waktu agar ua tak teringat lagi pada Bryan.
Jujur, kadangkala ia masih teringat pada Bryan dan berharap bertemu dengannya. Ia tak bisa dengan cepat melupakan hobi fotografinya begitu saja. Jika ia teringat itu, maka ia teringat akan Bryan.
“Te, bagaimana acara peluncuran produknya?” tanya Nic pada Theo.
“Kita akan mengadakan tour mengelilingi Meksiko dan memperkenalkan produk kita ini secara lebih dekat kepada para customer.”
“Kapan?”
“Minggu depan,” jawabnya singkat.
“Siapa saja yang akan pergi?” tanya Nic
“Team Freya akan pergi,” jawaban Theo membuat Nic berpikir bahwa Bryona akan turut serta dalam acara tersebut.
“Kalau begitu, ikut sertakan aku di dalamnya.”
__ADS_1
“K-kamu? Untuk apa? Akan lebih baik kalau kita fokus pada proyek lain G-Corp.”
“Aku hanya ingin sesekali melihat dan terjun langsung dalam suatu proyek. Aku ingin merasakan seberapa menyenangkannya hal itu.”
Sebenarnya kamu itu mau terjun langsung untuk proyek … atau kamu ingin mendekati Freya? -batin Theo.
“Lalu bagaimana dengan pekerjaan kita di sini?” tanya Theo.
“Kamu akan menggantikanku. Bukankah kamu sudah terbiasa melakukannya?” Nic tersenyum sambil melihat ke arah Theo yang menampilkan wajah kesal.
“Aku akan ikut denganmu!” Kata Theo dengan ketus.
“Whattt??!! Lalu siapa yang akan berada di sini?” tanya Nic.
“Aku tidak tahu. Aku juga harus ke sana karena aku adalah bagian dari AR Group,” jawab Theo.
“Baiklah, baiklah. Aku akan meminta pada Dad Oscar untuk menggantikanku sementara kita pergi.”
**
“Kalian sudah siap?” tanya Freya pada tim-nya saat mereka akan berangkat. Dalam waktu 1 minggu ini, mereka hanya akan pergi ke 3 kota saja. Mereka akan melihat bagaimana antusiasme masyarakat mengenai peluncuran produk mereka. Setelah itu, mereka akan mengadakan evaluasi untuk langkah selanjutnya.
“Kamu tahu Te, aku sangat kagum pada pemikiran Freya. Ia terbilang masih sangat muda, tapi pemikirannya tentang perusahaan sudah sangat jauh ke depan,” Theo hanya mengendikkan bahunya saat mendengarkan pujian Nic pada Freya.
Kota pertama yang akan mereka datangi adalah Guadalajara, kemudian mereka akan mengunjungi Acapulco, dan terakhir di Campeche. Mereka akan melihat ketiga kota tersebut sebagai dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.
Guadalajara merupakan kota termaju di Mexico yang penuh dengan sejarah dan budaya, membuatnya semakin menarik dan menjadi tempat terpenting ke dua di Negara ini. Terkenal dengan sepak bola dan wisata lainnya seperti museum, taman, gereja, pertunjukkan koboi dan sebagainya.
Mereka sampai di Guadalajara pada siang hari. Mereka langsung melanjutkan dengan acara makan siang bersama sebelum mengunjungi salah satu mall di kota tersebut yang akan menjadi tempat untuk memperkenalkan produk kereka.
Bryona duduk bersebelahan dengan Freya. Mereka sangat menikmati makan siang mereka.
“Apa aku boleh duduk di sini?” tanya Nic. Namun belum ada jawaban apapun yang keluar dari mulut Bryona ataupun Freya, Nic sudah mendaratkan bokongnya ke atas kursi di hadapan mereka. Theo pun mengikuti Nic.
__ADS_1
“Terima kasih,” ucap Nic lalu menyantap makan siangnya sambil sesekali melirik ke arah Bryona. Sementara kedua gadis itu hanya melihat saja kelakuan kedua pria itu.
🌹🌹🌹