
Setelah menunggu, Freya akhirnya kembali ke ruangannya. Ia melihat Bryona dan seluruh teamnya masih berada di sana.
“Mereka akan segera mengumumkan hasilnya dan kalian tahu, kitalah yang akan mendapatkannya. Tadi para direksi mengatakan bahwa mereka menyukai konsep kita dan yakin bahwa iklan tersebut akan sangat menjual.”
Perkataan Freya membuat semua anggota team termasuk Bryona tersenyum. Mereka merasa senang karena hasil usaha mereka tidak sia-sia.
“Bagaimana kalau kita makan siang bersama?” tanya Freya. Mereka semua langsung menganggukkan kepala.
Baru mereka hendak pergi, ponsel Freya berbunyi. Ia pun langsung mengangkatnya karena tertera nama Dad Hector di sana, “Halo Dad. Tidak, aku akan makan bersama dengan teman-temanku. Sampai nanti.”
Para petinggi perusahaan akan makan siang bersama dan mengajak Freya. Namun ia tak ingin, selain karena ia sudah berjanji dengan team nya, ia juga tak ingin membuat orang-orang mengira ia hanya menggunakan nama Dad Hector sebagai jalan untuk naik, bukan kemampuannya.
**
“Bagaimana bisa? Kalian pasti melakukan ini karena dia adalah putri dari CEO AR Group,” Leticia berucap ketus ketika direksi mengumumkan bahwa banner dan video yang akan digunakan adalah milik Freya.
“Nona Leticia, tenanglah,” sang manager pemasaran berusaha untuk menenangkan Leticia. Ia sudah melihat hasil yang dikerjakan oleh Freya dan di dalam hati, manager itu mengakui bahwa hasil kerja Freya memang luar biasa. Jadi ketika direksi mengumumkan pemenangnya di antara mereka berdua, maka ia akan menerimanya.
“Aku tidak bisa tenang. Ini berarti kalian secara tidak langsung mengatakan kalau hasil kerjaku buruk dan tidak pantas untuk ditayangkan. Aku tidak terima! Benar-benar menjatuhkan harga diriku,” Leticia kembali berucap kasar.
“Nona Leticia yang terhormat, kami mengambil keputusan bukan karena Nona Freya adalah putri dari Tuan Hector, tapi karena murni hasil kerjanya. Saya rasa semua orang yang menyaksikan hasil gambar dan video tadi pasti akan tahu siapa yang lebih pantas untuk kami pilih,” kata Oscar dengan tegas.
“Kalian semua hanya menghabiskan waktuku saja, menyebalkan! Kalian ingatlah, bahwa aku tak akan lagi akan mau bekerja sama dengan kalian, meskipun kalian memohon padaku. Cihh!!” Leticia langsung menggeser kursinya dengan kasar dan keluar dari ruangan, tanpa pamit kepada siapapun. Leticia juga membanting pintu ketika ia keluar dari ruangan.
“Kalian semua yang ada di sini, lihat bagaimana kelakuannya dan ingat apa yang ia katakan. Jangan ada satu orang pun di sini yang bekerja sama lagi dengannya. Mengerti?!” Dengan tegas Oscar mengatakannya, membuat semua yang hadir di ruangan itu bergidik ngeri. Nic yang sudah pernah melihat Dad Oscar marah ataupun kesal pun, bisa melihat bagaimana tatapan tajam dari pria paruh baya itu sekarang.
Sang manager pemasaran yang merekomendasikan Leticia pun hanya bisa diam dan menunduk. Ia juga sangat menyayangkan sikap Leticia yang terlihat tidak memiliki etika sama sekali.
__ADS_1
“Sekarang kalian lanjutkan prosesnya ke peluncuran produk. Semua harus siap dengan baik dan jangan sampai ada kesalahan apapun,” ungkap Oscar dan diangguki oleh Hector juga Chris. Setelah itu mereka langsung keluar dari ruangan.
Setelah kepergian Oscar, Hector, dan Chris, Freya kembali mengumpulkan team nya. Ia juga mengajak sang manager pemasaran dan seluruh team nya untuk berkumpul bersama. Ia mengatur semua jadwal, mulai dari launching produk, jadwal iklan, konferensu pers, dll.
Nic dan Theo masih berada di ruangan itu untuk memperhatikan kerja Freya. Tidak! Nic berada di sana hanya untuk melihat Bryona yang saat ini terlihat semakin cantik saja.
“Sampai kapan kita akan terus berada di sini?” tanya Theo.
“Kamu lihat, ia bekerja dengan luar biasa. Ku rasa, kamu bisa melepas AR Group agar bisa dipimpin oleh seorang Freya Rodriguez,” jawab Nic.
“Sepertinya kamu terus memuji dan membanggakannya. Apa tidak sebaiknya kamu saja yang dijodohkan dengannya?” ungkap Theo kesal.
“Apa kamu marah jika aku yang dijodohkan dengannya?”
“Tentu saja tidak! Untuk apa aku marah? Aku justru akan sangat senang dan bebas. Meskipun aku tak mau dijodohkan dengannya, tapi bukan berarti aku akan menyerahkan AR Group begitu saja padanya. Dia itu hanya wanita yang sok pintar, sok cantik, aku tak suka dengan wanita seperti itu.”
“Tidak akan, tidak akan pernah!” kata Theo.
“Kamu pulanglah dulu Te, aku ingin mengajak seseorang makan malam,” kata Nic sambil terus menatap ke arah Bryona yang tengah serius mendengarkan Freya.
Theo melihat arah pandang Nic. Ia mengira Nic memperhatikan Freya, karena memang Bryona duduk persis di sebelah Freya.
Apa Nic benar-benar menyukai Freya? Ahhh sudahlah, untuk apa aku peduli. - batin Theo.
**
Di dalam mobil, Bryona merasa sangat gugup. Saat ini ia hanya berduaan saja dengan Nic. Sepertinya ia sudah menahan nafas beberapa saat, hingga membuatnya menjadi lebih gugup lagi.
__ADS_1
Nic secara khusus meminta izin pada Freya untuk mengajak Bryona makan malam, dengan alasan ingin berterima kasih. Bryona menganggap itu tak masuk akal, sementara Freya dengan mudahnya mengijinkannya.
“Apa kamu ingin makan sesuatu?” tanya Nic.
“Tidak, terserah anda saja Tuan,” jawab Bryona.
“Panggil aku Nic saja. Aneh rasanya jika kamu memanggilku tuan.”
“Maaf, saya tidak berani,” Bryona masih berusaha untuk menetralisir perasaannya saat ini. Berduaan dengan Nic mengingatkannya akan malam di mana ia hampir saja kehilangan kehormatannya. Ia tahu bahwa saat itu Nic tidak sadar karena ia mabuk karena terlalu banyak minum.
Jika mengingat malam di mana ia merasa itu hanyalah mimpi, namun ia sadar bahwa di dalam mimpi itu ia juga membuka pakaiannya sendiri dan ingin menyerahkan dirinya.
Seketika Bryona memegang pipinya yang saat ini mulai terasa panas. Ia yakin jika suasana saat ini terang, maka Nic akan bisa melihat wajahnya yang memerah bak kepiting rebus. Ia langsung menggeleng-gelengkan kepalanya lagi ketika teringat tubuh Nic yang polos saat itu.
“Apa yang sedang kamu pikirkan?” tanya Nic.
“Ahhh tidak ada. Aku hanya sedikit pusing saja,” jawab Bryona beralasan.
“Hmm, siapa namamu sebenarnya? Ku rasa Scarlett hanya nama panggungmu kan?” kata Nic.
“Ya, Scarlett adalah nama pemberian Freya. Namaku Bryona.”
“Bryona,” Nic tampak mengerutkan alisnya, membuat Bryona kini bertanya-tanya apakah Nic menyadari sesuatu. Apa jangan-jangan ia mulai curiga kalau dirinya adalah Bryan?
“Kalau begitu aku akan memanggilmu Yona saja,” Nic menoleh ke arah Bryona dengan tersenyum, membuat detak jantung Bryona seakan mengalunkan musik rock. Tak ada yang pernah memanggilnya Yona lagi sejak kematian kedua orang tuanya.
Dad, Mom, akhirnya ada yang memanggilku Yona, seperti biasa kalian memanggilku. - Bryona kembali tersenyum ketika mengingat kenangannya bersama dengan kedua orang tuanya.
__ADS_1
🌹🌹🌹