BIG BIG Girl

BIG BIG Girl
#38


__ADS_3

Paula sangat senang bertemu dengan Bryona. Ia tak percaya anak dari Anna, sahabatnya, masih hidup dan sekarang berada di depan matanya.


“Yona, terima kasih karena kamu masih hidup. Aunty sangat kehilanganmu ketika mendengar berita itu,” Paula memeluk tubuh Bryona. Bryona yang mendambakan pelukan seorang ibu yang hangat, sangat bahagia. Ia tersenyum dan membalas pelukan Paula.


“Kamu tunggu di sini, Aunty akan menyiapkan kamar untukmu. Aunty ingin kamu menginap di sini,” Paula langsung bangkit dan naik ke lantai atas. Ia juga memanggil beberapa orang pelayan untuk membantunya.


Selang 10 menit, Bryona merasa tak enak jika ia hanya duduk diam sementara Paula harus membereskan dan merapikan kamar yang akan ia tempati. Ia pun berinisiatif untu ikut naik ke atas.


“Uncle, aku ingin ke atas membantu Aunty.”


Oscar tersenyum, “Baiklah, Uncle akan mengantarmu.”


Oscar naik ke lantai atas bersama Bryona. Nic yang baru saja sampai di rumah melihat mereka berdua dengan tatapan marah, apalagi ia melihat Dad Oscar masuk ke dalam kamar bersama dengan Bryona.


“Dad sudah berani membawa pulang wanita itu? Apa Dad tidak menganggap Mom sama sekali?” gumamnya. Ia langsung ikut naik ke atas dan masuk ke dalam kamarnya dengan sedikit membanting pintu.


“Sepertinya Nic sudah pulang. Kamu mandi dulu, Aunty sudah menyiapkan pakaian yang bisa kamu gunakan malam ini,” kata Paula.


“Terima kasih, Aunty.”


“Setelah selesai, kamu turunlah. Kita akan makan malam bersama,” Bryona menganggukkan kepalanya. Sikap baik dan ramah serta lemah lembut Paula mengingatkannya pada Mom Anna. Ia seperti menemukan kembali kehangatan yang telah lama hilang.


Oscar dan Paula keluar dari kamar bersama para pelayan yang membantunya, meninggalkan Bryona seorang diri. Bryona langsung masuk ke dalam kamar mandi dan mulai membersihkan dirinya.


Ia berada di dalam kamar mandi selama lebih kurang 20 menit. Ia berendam sebentar, kemudian membilas tubuhnya di bawah shower. Ia keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe.


Bryona membuka pintu kamar mandi dan langsung melangkah mundur dan memegang dadanya ketika ia melihat seseorang tengah duduk di atas tempat tidurnya.

__ADS_1


“Apa yang kamu lakukan di sini?”


“Seharusnya aku yang bertanya padamu, apa yang kamu lakukan di rumahku. Apa kamu masih belum puas menikmati waktu di kamar hotel bersama Daddyku sampai-sampai kamu mengikutinya ke sini?”


Bryona mengepalkan tangannya dan menarik nafasnya dalam. Ntah mengapa saat ini mulut Nic berubah menjadi ketus, membuatnya ingin memasukkan sejumlah cabe agar pria itu merasakan bagaimana pedasnya omongannya sendiri.


“Bisakah kamu keluar? Aku ingin mengganti pakaianku,” kata Bryona.


“Kenapa aku harus keluar? Apa hanya Dad Oscar yang bisa melihat tubuhmu? Atau pria kaya lainnya? Aku juga punya uang seperti mereka.”


Bryona berjalan mendekat ke arah Nic dan melayangkan tangannya untuk memberikan tamparan setelah bertahun-tahun tak melakukannya. Bahkan mulut pria ini semakin pedas dibanding terakhir mereka bertemu.


“Kamu tak akan bisa menamparku lagi karena aku tak akan membiarkannya.”


Bryona menghempaskan tangannya yang dicengkeram oleh Nic, “lepaskan aku!”


Sepertinya akan lebih baik aku pergi dari sini. Seatap dengannya membuatku emosi hingga kepalaku terasa berasap. - batin Bryona.


Di lantai bawah, tak terlihat siapapun. Bryona sebenarnya ingin pamit dengan Uncle Os dan Aunty Lala, tapi ia tak ingin berlama-lama ataupun dicegah kepergiannya.


“Aku akan menghubungi mereka saja nanti,” gumam Bryona. Ia langsung keluar dan berjalan menuju ke jalan raya, mencari taksi dan menuju ke hotel terdekat.


Sementara itu, Oscar dan Paula yang baru saja selesai membersihkan diri keluar dari kamar. Mereka mendapati Nic yang sudah berada di meja makan.


“Apa Yona belum turun?” tanya Mom Paula pada Nic. Namun Nic tidak menjawabnya, malah memainkan ponselnya.


“Nic, Mom bertanya padamu,” kata Dad Oscar.

__ADS_1


“Apa peduliku dia sudah turun atau belum? Apa Dad membawanya pulang untuk dijadikan istri kedua? Apa aku perlu mengatakan semuanya pada Mom, bahwa Dad bertemu dengan wanita itu di kamar hotel tadi?” Nic berkata-kata dengan ketus dan penuh amarah. Namun ia tak melihat wajah marah dari Mom Paula.


“Apa Mom mengetahuinya? Apa Mom yang mengijinkan Dad untuk memiliki wanita lain?” tanya Nic lagi. Ia benar-benar tak mengerti dengan jalan pikiran kedua orang tuanya.


Tiba-tiba saja Oscar tertawa, membuat Nic berdecak heran. Bisa-bisanya Daddynya masih tertawa ketika perselingkuhan dan pengkhianatannya diketahui. Apa memang sudah ada izin dari Mom Paula? Tapi tetap saja Nic tidak menyukainya karena Bryona adalah miliknya, meskipun ia tidak mengakuinya secara langsung hingga saat ini.


Nic juga melihat Mom Paula tertawa kecil, “Apa yang kalian tertawakan? Tidak ada yang lucu di sini.”


“Kamu itu seharusnya belajar untuk mendengarkan terlebih dahulu, jangan pernah mengambil kesimpulan berdasarkan pemikiranmu sendiri,” ujar Dad Oscar.


“Aku tak mengerti apa yang kalian katakan.”


“Dad bertemu dengannya di hotel bukan untuk tatap mentatap seperti pikiranmu itu. Jika kamu tidak percaya, temuilah Leo. Ia yang mengantar Yona ke sana.”


“Aku tahu Leo yang mengantarnya, tapi ia meninggalkan kalian berdua di dalam kamar.”


Dad Oscar tertawa kembali, “Aku juga tidak hanya berdua dengannya di sana. Jika kamu melihat Leo masuk ke dalam dan mengira ada Dad di dalam, kenapa kamu tidak masuk dan memergoki kami?”


“Untuk apa aku melihat pemandangan yang tak ingin kulihat,” ujar Nic.


“Dad bertemu dengan Yona di sana karena kami sudah berjanji dengan seorang pengacara. Kamu kenal dengan Caesar kan? Temui dia kalau kamu masih tidak percaya juga.”


“Apa yang Dad lakukan dengan Caesar? Apa kalian mau bercerai dan Dad menikah lagi dengan wanita itu?”


Ucapan Nic membuat Dad Oscar menepuk dahinya dan mulai berdecak kesal. Putranya ini sepertinya sudah diselimuti oleh kabut tebal di mata dan pikiran, serta hatinya.


“Yona adalah putri Uncle Carlos dan Aunty Anna,” Mom Paula yang tidak sabar dengan pertengkaran kedua pria di hadapannya, akhirnya mengatakan kebenarannya.

__ADS_1


“Yo-yona, dia si chubby?” tanya Nic.


🌹🌹🌹


__ADS_2