BIG BIG Girl

BIG BIG Girl
#61


__ADS_3

Kehamilan Bryona merupakan kabar yang sangat menggembirakan. Bukan hanya untuk Nic, tapi juga untuk keluarga Gerardo. Mom Paula yang sudah mengharapkannya sejak lama pun semakin protektif pada Bryona. Ia meminta pada Nic untuk tinggal di kediaman mereka sampai waktunya Bryona melahirkan nanti.


Malam ini, mereka akan menghadiri acara pernikahan Freya, setelah sebelumnya pagi tadi mereka menghadiri acara pemberkatan pernikahan Theo dan Freya di sebuah Gereja.


“Kalian sudah siap?” tanya Dad Oscar.


“Sudah Dad,” dengan perlahan Nic menuntun Bryona yang usia kandungannya telah memasuki 12 minggu.


Mereka pergi dengan menggunakan mobil yang sama. Nic menyetir dan Dad Oscar duduk persis di sebelahnya, sementara Bryona dan Mom Paula duduk di kursi belakang. Mereka sampai lebih cepat sebelum acara dimulai karena memang keluarga Gerardo sudah dianggap sebagai keluarga.


Bryona langsung mendatangi Freya di ruangan khusus. Ia sedang melakukan re-touch terhadap riasannya.


“Kamu cantik sekali, Frey,” puji Bryona. Freya pangsung mengelus perut Bryona, “halo ponakan Aunty.”


Di sudut yang lain, Nic sedang berbicara dengan Theo. Ia terus saja menggoda Theo, hingga membuat sahabatnya itu kesal bukan main. Wajah Theo langsung memerah ketika Nic tanpa rem menggodanya habis-habisan.


WO masuk ke dalam ruangan tersebut dan meminta mereka bersiap-siap, karena acara akan segera dimulai. Acara resepsi tersebut terlihat lebih sederhana jika dibandingkan dengan acara pernikahan Nic dan Bryona, tapi mereka tetap mengedepankan kesan elegan.


Theo dan Freya berdiri di ujung karpet dan disinari dengan lampu. Mereka berjalan dengan perlahan menuju ke bagian depan yang posisinya pebih tinggi. Para tamu yang datang sebagian besar berasal dari rekan bisnis dan teman kedua orang tua mereka.


Saat acara sudah berjalan setengah, seorang wanita dengan gaun berwarna hitam, syal yang menutupi kepala, serta kacamata hitam, tampak memasuki ruangan tersebut. Ia berjalan ke meja-meja yang berisi makanan dan minuman kemudian mengambil sebuah gelas dan menegaknya hingga tandas.


Ia berjalan ke arah panggung dan mengikuti para tamu lain yang memberikan selamat kepada pasangan pengantin. Sampai di depan Theo, ia membuka kacamata hitamnya.

__ADS_1


“Selamat atas pernikahanmu,” kata Crystal dengan nada sedikit ketus.


“Terima kasih,” balas Theo singkat.


Crystal yang berdiri di depan Freya langsung menatapnya dengan sinis, “Dasar wanita murahan! Kamu mengambil apa yang seharusnya adalah milikku!”


Crystal langsung mengambil sesuatu dari dalam tas-nya dan menodongkannya ke arah Freya. Mata seluruh tamu mulai mengarah ke atas panggung di mana keributan terjadi. Mereka sangat kaget melihat sang pengantin wanita mendapat todongan senjata.


“Jika aku tidak bisa mendapatkannya, maka kamu juga tidak boleh,” ungkap Crystal dengan marah.


“Crys, letakkan senjatamu,” pinta Theo.


“Tidak! Kamu juga sama saja. Kenapa kamu memilihnya? Kamu mencintaiku, hanya mencintaiku!” teriak Crystal.


Seorang security berusaha maju dengan berjalan pelan, “Berhenti! jangan kalian pikir bisa menjatuhkanku dengan mudah.”


Dorrr!!!


Sebuah tembakan dilepaskan oleh Crystal hingga mengenai perut security tersebut. Para tamu langsung beringsut mundur mendengar suara tembakan tersebut. Theo pun segera melindungi Freya. Para teman security itu langsung membantu rekannya yang terkena tembakan dan membawanya keluar dari ruangan. Hal itu tentu saja membuat suasana agak kacau, hingga beberapa tamu mengambil keputusan untuk lebih cepat meninggalkan acara.


“Apa yang kamu inginkan? Jangan melukai orang yang tidak bersalah,” kata Freya sedikit maju.


“Dasar sombong. Apa kamu kira kamu bisa mengikuti permintaanku?” tanya Crystal.

__ADS_1


“Cepat katakan apa maumu.”


“Aku ingin kalian bercerai sekarang juga dan biarkan Theo langsung menikahiku,” jawab Crystal.


“Kalau itu keinginanmu, kamu tanyakan padanya. Apa ia mau? Jangan hanya keinginan sebelah pihak saja. Bukankah itu akan membuatmu malu,” ejek Freya.


“Kurang ajar! Berani sekali kamu mengatakan itu padaku!”


Dorrr!!!


Sekali lagi bunyi tembakan terdengar, tapi kali ini Crystal menembakkannya ke arah atas sebelum kembali mengarahkan pistol itu ke arah pasangan pengantin.


Nic meminta pihak keamanan untuk melindungi para tamu yang hadir. Ia berusaha menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sementara itu Bryona melihat tajam ke arah Crystal seraya ingin memukulnya. Namun, Nic selalu memegang lengannya hingga ia tak bisa pergi ke mana pun.


“Lepaskan aku,” kata Bryona pelan.


“Tidak. Aku yakin kamu pasti akan ke depan dan ingin menghajar wanita itu bukan?” Bryona tersenyum memamerkan gigi-giginya, kemudian mencebik kesal.


Ia tahu ia sesang hamil, hingga ia tak akan melawan perkataan Nic. Ia juga tak ingin ada hal buruk terjadi pada bayinya. Hanya saja saat ini ia merasa Freya membutuhkan bantuannya.


Kedua orang tua mereka telah turun dari panggung, menyisakan Theo dan Freya saja, serta Crystal yang memegang senjata. Freya masih berpikir bagaimana caranya merebut senjata yang berada di tangan Crystal dan menjatuhkan wanita itu. Ia sedang memakai gaun, jadi agak sedikit sulit untuk bergerak.


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2