
Yuda masih shock akan kejadian seminggu yang lalu. ia sangat berbeda dari hari hari sebelumnya membuat kedua kawannya sedikit merasa bersalah karena membawa Yuda kesana, walau masih ada keinginan untuk mengulanginya lagi..
" yud makan dikantin yuk laper nih " ucap zam zam.
" gak mau nanti ada mbak kunti " ucap Yuda memeluk pahanya.
" dah lah yud yang lalu biarlah berlalu " ucap zam zam.
" eh apa tuh di belakangmu ada yang.... " belum selesai wildan berbicara Yuda sudah langsung loncat kepunggung wildan.
" ok ayo kekantin " ucap wildan menggendong kawannya ini. dan membuat seluruh mata tertuju padanya.
" sungguh cara yang amat sangat sangat jitu " ucap zam zam menyusul wildan.
" mereka dah belok kah? " tanya salsa yang terkejut melihat adegan didepan nya.
" iya mungkin " ucap lia yang juga tercengah. Yuda nampak manja digendongan wildan wajahnya ia selipkan dileher wildan agar tak ada yang tau ekspresi yang sedang ia keluarkan tapi malah disalah artikan oleh orang-orang yang melihat nya.
" katanya rumah hantunya serem eh... ndak ada apa apanya tuh aku malah ndak ada ketemu hantu sama sekali " ucap zakia.
" karna kamu sama kak shobirin aja sibuk debat jadi ndak menyadari keadaan sekitar " ucap sifri yang sudah mendengar cerita fullnya dari zakia beberapa hari yang lalu.
" hehehe.. tapi sebel juga ah.. sama tuh orang " ucap zakia.
" kak Yuda udah seminggu ini aneh dah... kalian ngerasain ndak sih? " tanya nilna.
" iya kita sadar kok " ucap salwa yang langsung di balas anggukan setuju oleh kawan kawannya yang lain. bukan tanpa alasan salwa bertanya seperti itu karena sudah seminggu ini saat latihan kak Yuda nampak sering ketakutan dan sangat tidak fokus. ia lebih sering duan dengan memeluk kakinya dipojokan ruangan dan sering ketakutan tak jelas.
" ouh orang tuh... biasa kyumat lagi " ucap zakia enteng.
" kumat??? maksudnya?? " tanya reva.
" malam minggu minggu kemarin kan kakakku ama temennya biasalah zam zam ama wildan pergi kepasar malam buat ngehibut diri. nah tuh orang dua semplek malah ngajak kakakku yang terlumayan pergi main wahana kapal nah abis tuh kakakku diajak masuk kerumah hantu sedangkan kakakku itu takut hantu banget and takut ketinggian jadi dah seperti yang sekarang... aku sunggguh berterima kasih pada kedua kawannya karna sudah bisa membalaskan dendam ku pada kakakku " ucap zakia menitikkan air mata penuh kemenangan. salwa dan kawan kawannya melihat zakia dengan pandangan datar tanpa ekspresi.
" sungguh kasian kak Yuda punya adek yang modelannya kayak kamu " ucap nilna.
" hei... dia tuh ndak semenyenangkan di sekolah... dia tuh resek banget..... " ucap zakia.
__ADS_1
" eh itu bukannya kak Yuda ya " ucap reva menunjuk wildan yang tengah menggendong Yuda dipungggungnya.
" mereka belok?! " tanya salwa.
" ndak lah... dia masih normal mungkin dia abis ditakutin ama wildan " ucap zakia.
" momen yang sangat langka. " ucap sifri lalu memotret mereka.
" yah... sudah biasa dimata ku " ucap zakia.
" lama banget ya traumanya " ucap nilna.
" halah entar juga kalo ditururin semua yang dia mau langsung ilang " ucap zakia memberikan solusi.
" mau makan apa yud?? aku ama zam zam yang traktir " ucap wildan setelah mendudukkan Yuda.
" bakso 2 mangkok ama es teh... ama nasi goreng 1 porsi " ucap Yuda enteng.
" ok ".
" wah benar benar susah tuk dijelaskan " ucap salwa.
" pulang sekolah nanti dia juga bakal minta makan lagi " ucap zakia.
" wah udah tau alurnya ya " ucap nilna.
" soalnya aku juga pernah buat dia trauma dan itu hampir menguras tabungan ku. " ucap zakia seding mengingat ia harus membuka paksa celengan nya untuk menghilangkan trauma kakaknya yang berjalan selama hampir 2 bulan lamanya.
" berapa lama dia trauma? " tanya sifri.
" hampir 2 bulan lah " ucap zakia enteng tanpa beban.
" wow..... ".
" dia juga sering ganggu aku jadi kubalas waktu itu ey... dianya malah trauma berkelanjutan. " ucap zakia.
" minggu depan kalian mau kemana? " tanya zakia.
__ADS_1
" kita mau nginep dirumahnya neneknya nilna " ucap sifri.
" ikutan ya " ucap zakia
" ok. makin rame makin seru! " ucap nilna senang.
" gila.... Yuda hampir menguras isi Dompetku " ucap zam zam.
" aku juga... yang sabar dah ya... ini juga gara gara kita " ucap wildan. mereka bertiga menikmati makanan mereka dengan damai.
benar saja seperti yang dikatakan oleh zakia, sepulang sekolah Yuda meminta mereka untuk berhenti untuk mengisi perut di M*d, demi kewarasan temannya itu mereka pun berhenti.
" kalian juga makan ya aku yang bayarin punya kalian kalian bayarin punyaku " ucap Yuda memberikan mereka senyuman penuh arti.
" ok. "
Yuda memesan 3 porsi komplit untuknya sedangkan kawannya hanya membeli masing-masing 1 porsi komplit.
" selamat makan " ucap Yuda memakannya dengan lahap. sementara kedua kawannya melihat sekilas dompet mereka yang sudah kempes... habis sudah uang jajan mereka selama seminggu.mereka menikmati makanan mereka dengan tangisan penyesalan.
salwa dan sifri tengah latihan mandiri dirumah karna hari ini diliburkan oleh wildan karna masalah Yuda.
" heh... ngomong ngomong kapan ya kak Yuda kembali seperti semula? " tanya sifri.
" besok kali " ucap salwa.
" abis ini makan ditempat biasa yok! dah lama kita ndak kesana " ucap sifri.
" ayok! ".
" Terima kasih... trauma ku sudah hilang sepenuhnya " ucap Yuda bahagia begitu sampai rumahnya.
" iya sama sama " .
" kalo kalian ndak mau uang kalian melayang kembali.. sebaiknya jangan ajak aku pergi main ke wahana itu lagi... ok bye bye! " ucap Yuda masuk kedalam rumah.
" heh.... "
__ADS_1