Bintang Sekolah.

Bintang Sekolah.
BAB. 42 PENGUNTIT


__ADS_3

Salwa dan Chris tiba dibioskop diwaktu yang bersamaan, bahkan mereka kaget sendiri karena tanpa ada janji mereka bisa sampai disana diwaktu yang sama.


" Hebat bisa bareng datangnya, padahal beda kendaraan dan nggak ada janjian " ucap Salwa.


" Udah takdirnya " ucap Chris tersenyum tipis.


" ayok masuk " ucap Salwa melangkah riang diikuti oleh chris.


" Kamu tunggu disini bentar, aku mau beli cemilan " ucap Chris memberi perintah agar Salwa duduk di bangku tunggu diluar ruangan bioskop.


" oke. " ucap Salwa menurut duduk manis disana.


" oke, aku cuman bentar kok " ucap Chris langsung bergegas pergi.


sambil menunggu Chris kembali ia memainkan handphone miliknya, memasang handset dan mulai mencari lagu. Selama ia sibuk mencari lagu yang enak ia dengarkan, ada seseorang yang memperhatikan nya terus dari sebrang bangkunya. Dan salwa tak merasakan aura terancamnya, ia tetap seperti biasa sampai ia mengangkat kepalanya dan melihat jika orang tersebut langsung buru buru mengalihkan pandangan.


Awalnya salwa tak mengambil pusing ia tetap santai, menikmati alunan melodi lagunya sambil mulutnya bergerak mengikuti liriknya.


hingga ia merasa tak nyaman dan mulai gelisah ditempat nya duduk karena selalu mendapati orang tersebut melihatnya terus.


' Chris mana sih.. kok lama.. ' batin salwa melihat ke arah Chris pergi.


' cepet kembali nah... aku takut... jangan ninggalin aku sendiri.. ' batin salwa menatap jam dinding dan arah Chris bergantian.


Orang yang disebrang nya melihat kekanan dan kekiri, ia berdiri dan semakin membuat salwa ketakutan sebelum ia menghampiri nya ia langsung berlari kearah Chris pergi.


" Chris! " panggil salwa.


" eh.. kamu kenapa? kan kusuruh tunggu disana " tanya Chris.


" loh, kamu kenapa? siapa yang nganu kamu? " tanya kembali Chris saat melihat wajah salwa yang ketakutan.


" penguntit " ucap salwa. hanya satu kata dan itu sudah langsung membuat wajah Chris merah padam.


" mana? " tanya Chris menahan emosinya.


" disebrangku duduk tadi " ucap salwa.


" ayok! " ucap Chris. melangkah cepat kesana diikiti salwa dibelakang yang masih ketakutan.


Namun setibanya mereka disana, mereka tak menemukan orang yang mereka cari. Hanya ada beberapa orang yang juga sama sedang menunggu giliran tanpa ada aura mengancam.


" Dia udah nggak ada kok " ucap Chris mengelus kepala salwa menenangkannya.

__ADS_1


' pengen peluk ' batin Chris namun ia menahannya takut jika salwa akan berubah jika ia melakukan itu.


" tadi dia disitu " ucap salwa menunjuk bangku sebrangnya tadi.


" iya, tapi sekarang udah nggak ada. " ucap Chris.


" ayo duduk dulu, kita nenangin kamu " ucap Chris menarik tangan salwa duduk.


" ini minum " ucap Chris membukakan air mineral yang salwa bawa.


" makasih " ucap salwa meminumnya.


" udah tenang? " tanya Chris.


" lumayan " ucap salwa.


" maaf udah ninggalin " ucap Chris merasa bersalah.


" iya nggak papa, bukan salah kamu juga. " ucap salwa.


" ayo masuk, udah giliran kita " ucap Chris saat pengunjung yang didalam telah keluar.


" ayok "


" liatin apa? " tanya salwa saat sadar jika Chris tak fokus menonton film.


" maaf, aku meriksa sekeliling takutnya masih ada " ucap Chris.


" udah nggak usah dipikirin lagi, mendingan kamu fokus nonton aja. " ucap salwa tersenyum.


" oke. "


" popcorn nya enak? " tanya Chris.


" enakkan buat sendiri " ucap salwa.


" ya kalo itu nggak usah ngomong " ucap Chris tersenyum.


" hehehe... "


Mereka kembali menonton film sambil sesekali chris akan membuka percakapan kecil agar suasana tidak terlalu canggung diantar mereka.


Namun tanpa mereka sadari jika seseorang masih mengikuti mereka, ia duduk di bangku tepat belakang mereka, hanya saja ia mengganti style bajunya. menatap mereka lalu melaporkan semuanya ke seseorang.

__ADS_1


₩₩₩


" makasih udah diantarin " ucap salwa turun dari boncengan motor chris melepas helmnya.


" sama sama " ucap Chris tersenyum menerima helm dari salwa


" noh kan, sudah kutebak.. mau berangkat nya pisah ya entar pas pulang bakal kuanter juga" ucap Chris.


" nggak ikhlas nih? " ucap salwa.


" ikhlas kok, cuman.. kenapa nggak sekalian satu paket aja tadi, biar kamu nggak usah keluar uang " ucap Chris.


" hehehe nggak papa lah.. itung itung ngelancarin rezekinya orang " ucap salwa.


" iya sudah yang penting kamu seneng " ucap chris tersenyum.


" ya udah aku pulang dulu.. titip salam buat umi " ucap chris menyalakan mesin motornya.


" iya.. aman " ucap salwa.


setelah chris tak terlihat dibelokan gang salwa pun masuk kedalam rumah.


" assalamu'alaikum.. kakak pulang " ucap salwa.


" waalaikumsalam, diantar siapa kak? " tany umi yang muncul dari ruang tengah.


" diantar sama chris, umi.. " ucap salwa mencium punggung tangan umi.


" loh kok nggak mampir? " tanya umi.


" hehehe nggak tau juga, cuman titip salam buat umi. " ucap salwa.


" oalah.. ya udah sana makan dulu " ucap umi.


" siap! ".


" kak.. jangan lupa besok kak setya mau kesini main " ucap umi saat salwa akan masuk kekamar nya.


" yeeaaahh!! "


" inget besok pas pulang sekolah belikan yang umi minta kemarin " ucap umi.


" wokkeh! siap laksanakan " ucap salwa masuk kedalam kamarnya sambil melangkah riang dan menyanyikan lagu lagu bahagia.

__ADS_1


__ADS_2