Bintang Sekolah.

Bintang Sekolah.
BAB 18. PETARUNG JALANAN.


__ADS_3

Salwa tengah berjalan pulang sendiri dikarenakan para sahabatnya tengah memiliki urusan masing-masing.


" panasnya.... " ucap salwa menyeka keringat didahinya.


" beli es ah... " salwa pun mampir ke sebuah kedai es yang berada di pinggir jalan.


" kak! es cincaunya satu " pinta salwa.


" oke! ".


" tumben pulang sendiri? " tanya chris yang baru datang.


" es cincaunya satu kak! " pinta chris.


" mereka ada urusan mendadak " ucap salwa.


" ouh.. "


" tumben jalan.. kok ndak bawa motor? " tanya salwa mengingat jika chris selalu mengendarai motor kesekolah.


" ah... lagi pengen jalan aja " ucap chris.


" pantes aja tadi datangnya cepet " ucap salwa mengingat saat ia tiba disekolah chris sudah tiba lebih dahulu dari biasa nya.


" udah lama kah kamu kerja sambilan di minimarket? " tanya salwa.


" hm... baru sebulan.. cuman ngambil siff malam " ucap chris.


" emang boleh ya?? kan kamu masih sekolah? " tanya salwa.


" yang punya minimarket nya itu kenalan ku " ucap chris.


" ah... pantas " ucap salwa.


" ini kak pesanannya selamat menikmati ".


" makasih Kak! " setelah membayar mereka pun melanjutkan perjalanan pulang.


" searah? " tanya salwa. chris hanya menjawab dengan senyuman. suasana canggung menyelimuti mereka.


" waktu debut kamu keren " puji chris yang membuat salwa menoleh kearahnya.


" apa?! " tanya salwa.


" kerenkeren. kamu keren " ucap chris menatap salwa membuat pandang mata mereka beradu, salwapun membuang pandangan nya.


" makasih " ucap salwa menunduk malu.


" kukira kamu gak nonton " ucap salwa


" kok bisa? " tanya chris.


" kan kamu dikenal antu bergaul ama anak anak kelas ataupun sekolah " ucap salwa.


" heh... aku ndak segitunya juga " ucap chris.


" sorry kalo udah salah sangka " ucap salwa rak enak.


" iya gak papa kok, wajar aja kalo kalian anggap aku gitu... aku juga kan ndak pernah berinteraksi sama anak anak yang lain " ucap chris.


" abis ini mau kemana? " tanya salwa.


" mau main ama temen " ucap chris.

__ADS_1


" ah... semoga menyenangkan! " ucap salwa.


" ok! ".mereka berpisah disimpang tiga salwa kekanan sedangkan chris kekiri. chris langsung menelpon seseorang saat ia rasa jaraknya dengan salwa sudah jauh.


" kumpul ditempat biasa! " ucap chris santai tapi tajam dan sambungan telepon berakhir.


₩₩₩.


" wah... udah lama ndak ngumpul ngumpul nih... ah.... udah saatnya untuk beraksi " ucap kevin.


" wah... karena prihal apa nih kok aku mencium aroma aroma pertarungan "ucap jay.


" mana tuh orang? " tanya key. baru saja key selesai berbicara orang yang ia tanyakan tiba dengan menaiki motor kebanggaan nya.


" heh.... oi " ucap key.


" lama juga gak kumpul gini lagi... chris " ucap kevin.


" ah.... ada apa nih kok manggil kapten? " tanya Jay.


" yah cuman masalah kecil...ada yang ngaku udah ngalahin kita dan dia udah berani ganggu orang ku " ucap chris.


" what?! hah... udah saatnya keluar dari sarang" ucap key.


" tunggu apa lagi ayo berangkat! " ucap Jay.


" itu anak bosmu? " tanya kevin


" iyap! " ucap chris santai.


" hah... dasar b*r*ngs*k! huh.. aku ikut geram juga! " ucap kevin kesal.


mereka pun langsung GO ketempat orang yang mereka maksud dengan dipimpin oleh chris.


₩₩₩.


seperti biasa chris tengah berada di minimarket tempat ia bekerja. karena suasananya sepi jadi ia menggunakannya untuk belajar.


" ah... kak chris " ucap seorang gadis yang datang dengan raut wajah terkejut.


" amel tumben jam segini masih main diluar? "tanya chris santai.


" hehe abis ini pulang kok " ucap amel.


" bos udah sehat? " tanya chris


" papa udah enakkan kok " ucap amel sedikit resah.


" ouh ya mau ngapain kesini? " tanya chris.


" anu mau ambil cemilan " ucap amel lalu ngeluyur dengan membawa keranjang menuju jajaran camilan dan minuman.


" ini kak taruh aja di tagihan nanti biar kukasihkan papa " ucap amel.


" ok "


" met malem! " ucap amel pergi dengan membawa 1 kresek camilan. agar memastikan amel pergi dengan selamat chris oun memantaunya dari dalam yang tadinya ia melihat dengan santai dan senang kini langsung berganti menjadi penuh amarah saat ia melihat amel memberikan seluruh camukannya kebeberapa anak lelaki dan beberapa perempuan yang menunggunya di sebrang jalan tak jauh dari minimarket berada. tak hanya itu mereka juga nampaknya sedang mengeluarkan kata kata kotor dan mengganggu amel. amel hanya diam menunduk saat mereka mengganggunya. baru saja chris akan keluar menghampiri mereka namun langsung ia tahan karna beberapa pengunjung datang.


₩₩₩.


" udah lama ya kita gak dapat camilan gratis dari anak pemilik minimarket " ucap seorang lelaki yang nampaknya dia adalah bos.


" aih... tinggal telpon nanti juga dia datang sambil bawa makanan " ucap seorang gadis mengeluarkan ponselnya menelpon amel.

__ADS_1


" cepet kesini.. bawa yang kayak biasa! jangan sampek ada yang tau! " ucapnya lalu memutus sambung telpon.


" dah beres. " ucapnya.


" cepet rapiin mejanya.. camilan malam bentar lagi datang! " ucap bos anggota yang lainpun langsung membersihkannya.


" tok tok tok! "


" wah.. cepet juga! " ucap bos. bawa hanya pun langsung oergi untuk membukakan pintu namun baru saja ia akan membuka pintu tersebut sudah dibuka paksa dengan menggunakan anggota lain yang menjaga diluar membuat mereka terkejut. dan masuklah empat pemuda membuat mereka tambah terkejut.


" wah... mulai gak bisa diatur tuh anak! " ucap gadis yang tadi menelpon Amel.


" siapa kalian? " tanya kaki tangan bos.


" kalian gak perlu tau! " ucap key.


" jangan ganggu dia lagi! " ucap chris.


" ah... amel... kalo kita masih ganggu gimana? " tanya gadis.


" kubuat kalian berlutut di hadapannya " ucap chris penuh amarah.


" ah... takut! tapi maaf kita gak bakal ngelakuin apa yang lu omongin... hajar! " ucap bos suatu anak buahnya pun berkumpul dan langsung menyerang mereka. tapi mereka bukanlah lawan yang sebanding untuk chris dan kawan-kawan nya hadapi mereka hanyalah nyamuk bagi mereka dengan mudahnya mereka mengalahkan semua anggota nya.


" aish.... bikin susah aja! " ucap bos maju.


" oi.... kalian gak tau kalo aku udah ngalahin empat naga penguasa jalanan jadi mumpung suasana hatiku bagus kalian ku bebaskan. " ucapnya dengan santai dan berlagak.


" wah.. kapan tuh kok aku ndak ingat udah dikalahin ama dia? " tanya key yang langsung membuat wajah bos langsung pucat pasi.


" wah.. kayaknya ini efek karna kelamaan tidur " ucap Jay.


" hah.... sungguh memuakkan " ucap chris yang langsung memberikan bogemnya kepipi bos membuatnya langsung tersungkur dan pingsan.


" riki!! " teriak gadis berlari menghampiri riki yang tengah pingsan.


" huh... sungguh menjijikkan... " ucap chris melihat sarung tangannya yang terkena liur riki iapun mengelapkannya ke rambut gadis yang tengah membangunkan riki. sambil berbisik penuh ancaman.


" sampai kalian ganggu amel.. aku ndak segan segan untuk hancurin kalian... " ucap chris lalu berlalu diikuti ketiga kawan nya.


" ah.. hampir lupa... " ucap chris berbalik.


" jangan suka ngaku ngaku... itu gak baik " ucap chris tersenyum tajam lalu pergi. meninggalkan si gadis yang tengah ketakutan.


" kakak?! " ucap amel yang baru tiba dengan membawa camilan mereka. membuat chris terkejut terbongkar sudah sifatnya.


" kakak ngapain disini? " tanya amel lalu melihat kearah gudang lama tempat riki dan genknya berkumpul yang kini sudah tak aturan dan nampak beberapa anak buah sedang berjalan tertatih tatih.


" kakak ngapain mereka? " tanya amel terkejut.


" kita bisa jelasin mel " ucap kevin Yang paham akan situasinya.


" pertama tama kita pergi dulu dari sini " ucap jay. mereka pun oergi meninggalkan gudang.


" maaf udah buat kakak kakak repot " ucap amel tak enak. mereka berhenti di sebuah kafe untuk menjelaskan apa yang tengah terjadi.


" gak papa kok kita juga ada masalah sama mereka " ucap key.


" udah gak usah dipikirin... kita juga bakal ndak kasih tau kesiapa siapa kok " ucap kevin.


" yang penting sekarang kamu gak bakal dugangguin mereka lagi dan hidupmu bisa tenang " ucao chris.


" jangan kasih tau kan papa " pinta amel.

__ADS_1


" oke... aman... " ucap jay.


" kamu juga harus rahasiain tentang ini semua " ucap jay. amel mengangguk. merekapun berbicara santai sambil menghabiskan minuman mereka lalu pulang.


__ADS_2