
bell istirahat kedua telah berbunyi seluruh siswa maupun siswi langsung berhamburan keluar kelas, ada yang pergi kekantin untuk kembali mengisi perut yang sudah keroncongan kembali, ada yang hanya keluar kelas mencari angin ataupun mencari harapan yang tak pasti, dan ada pula sebagian anak yang memilih untuk tetap dikelas. seperti teman teman salwa contohnya.
" loh sal... mau kemana? " tanya hilmi kepada salwa yang membawa tumpukan buku.
" oh.. mau ngembalikan buku.. sama mau nyari buku lagi sih.. soalnya ada penjelasan yang kurang " ucap salwa.
" mau dibantuin ndak? " tanya reva.
" ndak usah kok enteng aja... kalian juga katanya mau ngerjain soal yang tadi " ucap salwa.
" oh iya hampir lupa... yaudah hati hati " ucap reva.
" ati ati yah jangan sampek hatimu ketinggalan diperpus... nantikan aku yang susah buat nyampaikan kasih sayang ku " ucap sifri yang langsung membuat salwa dan kawan kawannya ngeri.
" canda woy... gitu amat dah ekspresi nya " ucap sifri kesal.
" iya iya paham kok... yaudah bye bye " ucap salwa pergi.
" gimana kencanmu ama kak Daniel kemarin sif? " tanya reva.
" huh... nggak berjalan dengan mulus... " ucap sifri.
" kok bisa? " tanya hilmi.
" dia ngamok " ucap sifri.
" kok bisa? kau paling ya penyebabnya " ucap reva.
" nggak kok... hem... mungkin iya sih " ucap sifri.
" tuh kan.. kamu apain? " tanya reva.
" jangan bilang kamu banting lagi... " ucap hilmi.
" ya Allah sif tega banget kamu.. hiks hiks " ucap reva berakting.
" lah lah... dengerin dulu weh... " ucap sifri.
" iya iya kita dengerin kok " ucap hilmi.
" jadi kemarin itu.... "
( flashback..)
Daniel dan sifri tengah kencan entah untuk yang ke berapa kali.. ( author nya nggak tau karena sangking pinternya mereka.) mereka tengah berjalan jalan ria disalah alun alun kota.
" kak.. " panggil sifri.
" apa dek? " tanya Daniel menoleh kearah sifri.
" mau nanya apa tadi ya... aduh kok bisa lupa sih " ucap sifri.
" ?? ".
" ah.. ingat.. kakak kok bisa pindah ke sekolah ku? kan banyak tuh sekolah terbaik disini " tanya sifri.
" ouh itu... papa punya temen yang kebetulan kerja disitu juga... temen pas masih bujang dulu " ucap daniel.
" emang siapa temennya? " tanya sifri.
" pak satpam " ucap Daniel yang langsung membuat sifri tersedak esnya.
" pelan pelan... dek.. " ucap Daniel khawatir.
" iya.. sorry efek kaget " ucap sifri.
" mereka gimana ketemunya? " tanya sifri.
" papa bilang mereka bisa ketemu karena pak satpam lagi ngunjungin saudaranya yang lagi kerja di Malaysia dan kebetulan tempat kerja nyata itu ditempat bosnya papa dulu dan mereka pun saling kenal dan jadi temen deket sampek sekarang.. " ucap Daniel..
" ouh pantas.. " ucap sifri.
" weh ini nggak nemu dimana permasalahan nya sampek kak Daniel ngamok " ucap reva menyela cerita.
" ini belum selesai tau.. dah diem dulu " ucap sifir.
kembali ke flashback..
" ada apa tuh kok rame rame? " tanya Daniel menunjuk gerombolan orang.
__ADS_1
" ndak tau " ucap sifri.
" ayok periksa " ucap Daniel yang langsung menarik tangan sifri sebelum sempat memberi jawaban, sifri dengan pasrah hanya mengikutinya.
" wah.. banyaknya aksesoris... mau? " tanya Daniel memilihkan sifri sebuah gelang couple.
" oke dah " ucap sifri gemas melihat kakak kelasnya ini tengah memilih gelang yang cocok sambil terus berbinar.
" ini om... berapa... .... oke makasih.. " ucap Daniel.
" sini kupakekan " ucap Daniel sifri pun memberi kan tangannya. ( plis... author yang baper𤧠).
" wah... jadi makin cantik " ucap Daniel.
" sini kupakekan kak " ucap sifri. Daniel dengan antusias memberikan tangannya.
" wah... ada yang seneng " ucap sifri meledek Daniel.
" cowok kok manja " ucap seseorang dari belakang mereka.
" mau muntah aku.. " ucap yang diseblahnya membuat Daniel langsung menatap tajam kearahnya.
" aduh ada yang baperan " ucapnya.
" sssshhh kau ya.. " ucap Daniel yang akan menghampiri mereka tapi langsung ditahan oleh sifri.
" nggak usah diladeni... " cegah sifri.
" oke.. " ucap Daniel menurut.
" huhuhu dianya cupu lemah... ".
" kalo nggak ada cewekku habis kalian " ucap Daniel tegas.
" aduh... takut.. " ucap mereka lalu tertawa keras.
" udah ayok pindah " ucap sifri menarik Daniel menjauh.
" sorry yah kencannya jadi nggak mulus " ucap Daniel menyesal.
" iya gak papa kok.. kan ada lain waktu lagi " ucap sifri.
" udah gitu.... " ucap sifri.
" yah kukira bakalan ada adegan baku hantam yang menarik " ucap reva.
" nggak akan... entar tambah runyem " ucap sifri.
" mau kemana? " tanya chris yang berpapasan dengan salwa.
" mau ke perpus ngembaliin nih buku ama mau nyari buku " ucap salwa.
" kubawain yah " ucap chris yang langsung mengambil alih buku ditangan salwa.
" eh.......... makasih " ucap salwa yang terkejut.
" sama sama... " ucap chris tersenyum.
" kak wildan.. mau kemana? " tanya salwa yang berpapasan dengan wildan yang juga mengarah ke arah perpustakaan.
" mau keperpus... " ucap wildan.
" yaudah barengan aja " ucap chris tersenyum.
" hem. "
beberapa menit sebelumnya...
" oi kekantin! " ajak Wildan.
" oke! ". mereka pun GO ke kantin.
Namun baru saja mereka akan berbelok kekantin Wildan langsung berubah haluan pergi kearah perpustakaan.
" woy!! katanya kekantin! " ucap Yuda.
" biarin lah tuh liat disana " ucap zam zam menunjuk salwa dan chris yang akan ke perpustakaan sekolah.
" oooh.... ada yang mendidih rupanyaa... yaudah kita aja dah.. " ucap yuda yang langsung paham.
__ADS_1
kembali ke sekarang...
" udah kamu catat kan yang penting? " tanya Wildan memastikan.
" udah kok kak... " ucap salwa tersenyum.
" mau nyari buku apa? " tanya Wildan. salwa pun menjelaskan buku yang ia cari dan langsung dipahami oleh Wildan.
" ah... buku itu... sayangnya di perpustakaan kita ada tapi banyak yang minjam " ucap Wildan.
" yah... pasti antri banget.. " ucap salwa lesu.
" aku punya kok... kalo mau minjem besok kubawakan " ucap Wildan yang langsung membuat salwa kembali bersinar.
" makasih kak.. " ucap salwa girang yang langsung mendapatkan tatapan sinis dari penghuni perpustakaan.
" maaf.. " ucap salwa pelan.
" oke... aku duluan " ucap Wildan keluar perpustakaan.
" loh katanya mau minjem buku tapi kok nggak bawa buku... " ucap salwa bingung.
" udah dapet? " tanya chris yang sudah mendapatkan buku incarannya.
" ah.. nggak jadi katanya antri kalo mau minjem buku itu " ucap salwa.
" ouh... yaudah ayok "
" hem. "
seperti biasa selepas pulang sekolah salwa langsung membantu ibunya yang sedang sibuk mengurus pesanan kue.
" salwa itu yang udah dingin susun di toples.. " ucap umi yang masih sibuk membuat adonan.
" oke.. "
" gimana sekolahnya kak? " tanya umi.
" seperti biasa seru kok mi.. " ucap salwa.
" yang semangat ya kak... kejar cita citanya.. " ucap umi.
" siap umi! " ucap salwa.
" ting tong... ting tong... " bel rumah berbunyi.
" kak... coba liat siapa " ucap umi.
salwapun langsung beranjak menuju pintu.
" eh.. kak Wildan... masuk kak... " ucap salwa.
" ouh nggak usah ini mau ngantar buku aja.. " ucap Wildan.
" siapa kak?! " tanya umi dari dapur.
" kakak kelas umi... " ucap salwa.
" suruh masuk dulu... " ucap umi.
" maaf nggak lama lama... " ucap Wildan.
" kalo gitu sebentar.. " ucap salwa yang langsung menuju dapur.
" ndak masuk kah? " tanya umi.
" ndak mau mi... cuman mau nganterin buku aja.. " ucap salwa sambil mengambil toples ukuran kecil dan mengisinya dengan beberapa macam kue kering yang dibuat uminya beberapa hari yang lalu.
" tambahin sama yang ini juga... " ucap umi menunjuk kue yang baru saja diangkat.
" ini kak... umi kemarin nyoba buat kue resep baru.. tolong dikasih nilai. " ucap salwa memberikan toples tersebut.
" ouh makasih yah... ini bukunya... " ucap Wildan memberikan bukunya.
" makasih kak.. " ucap salwa berbinar
" sama sama.. aku duluan.. assalamu'alaikum " ucap Wildan.
" waalaikumsalam.. hati hati kak.. " ucap salwa yang di balas jempol oleh Wildan. setelah Wildan menghilang dari pandangan salwa. salwa langsung menari kegirangan karena di dalam toples tadi ia juga memasukkan kue yang ia buat sendiri dengan sepenuh hati untuk ia berikan kepada Wildan dan itu baru saja terjadi.
__ADS_1