
Mulut para siswi terus membicarakan zakia selama ia berjalan menuju kelas. Membuat zakia tak sabar untuk langsung menerkam sangat pelaku.
semalam ia terus membujuk shobirin untuk mengganti profil medsosnya seperti semula, namun ditolak mentah-mentah oleh shobirin. dengan dalih.
" malas.... nanti aja dah yah kalo aku lagi mood" ucap shobirin dengan wajah soknya.
dan zakia tak bisa berbuat apa apa karena disaat ia akan merebut handphone milik shobirin sang kakak " Yuda " datang dan membawa zakia pulang.
" awas yah kau... " ucap zakia geram. sementara itu shobirin tengah berdiri di Koridor depan kelasnya bermain handphone.
" hehehe imut.. " ucap shobirin melihat lihat foto zakia dihandphone nya.
" kamu suka? " tanya Daniel.
" hem.. nggak tau... " ucap shobirin berhenti melihat layar ponsel, ia melihat lurus kedepan.
" sungguh membingungkan. " komen Daniel.
" gimana yah? dibilang suka tapi kayaknya aneh... karena kita udah temenan dari masih kecil, tapi dibilang temen kayaknya ada yang ganjal " ucap shobirin bimbang.
" singkat nya prenjon " ucap Daniel.
" bukan " ucap shobirin.
" terserah dah " ucap Daniel.
" OY! " panggil zakia membuat shobirin menoleh.
" hapus!!! " ucap zakia geram berlari kearah shobirin dan langsung menerjangnya.
" bruk! " untung saja Daniel menghindar tepat waktu jadi tidak ikut tertindis.
" aih... bangun dulu nah " pinta shobirin. zakia pun duduk di lantai sambil menangkup kan wajah dengan tangannya. shobirin duduk didepannya.
" plis.. hapus... aku malu.. " ucap zakia lirih.
" kan kemarin kamu yang suruh " ucap shobirin pelan mencoba melepaskan tangkupan zakia agar ia bisa melihat wajahnya.
" aku kemarin itu cuman pengen kamu kalah... " ucap zakia.
" oke kuhapus tapi liat dulu aku " ucap shobirin.
" berasa jadi obat nyamuk " ucap Daniel.
" janji? " tanya zakia.
" iya janji " ucap shobirin. zakia pun membuka tangannya.
" nih udah... " ucap shobirin menunjukkan bukti. zakia pun tersenyum manis membuat shobirin merasa tertembak anak panah tepat didadanya, wajahnya langsung merah menahan malu.
" pergi dulu dah... serasa gerah disini " ucap Daniel pergi masuk kedalam kelas.
__ADS_1
" oke waktunya kabur! " ucap zakia yang langsung berlari kembali ke kelasnya meninggalkan shobirin yang tengah tercengang masih terpaku karena senyuman zakia.
dan setelah zakia menghilangkan ditangga shobirin baru sadar jika ia baru saja dibohongi.
" tunggu tuh anak akting lagi... oih awas kau yah " ucap shobirin.
' tapi senyumnya manis banget... ' batin shobirin kembali merona.
" niel... Daniel?? kok ngilang? " cari shobirin yang sudah tak menemukan Daniel di seblah nya.
" nah baru sadar pas aku dah ilang " ucap Daniel pada angin.
" Daniel!!!! " ucap shobirin pergi mencari Daniel kebawah.
( " harap memaklumi... " dari author)
₩₩₩
" ZAKIA!!! " ucap sifri heboh saat jam istirahat membuat zakia yang tengah minum es tersedak.
" uhuk uhuk uhuk "
" kau itu yah... kalo punya kabar baik nggak bagi bagi! " ucap sifri mengguncang tubuh mungil zakia.
" woy... sabar... sabar... kasian tuh zakia " ucap reva, sifri pun berhenti menguncang.
" kamu pacaran sama kak shobirin? " tanya salwa.
" lah terus.. kok profil medsos nya fotomu? walau udah ganti lagi sih " ucap sifri.
" itu tuh ada kejadian nya " ucap zakia.
" cerita! " pinta reva.
zakiapun mulai bercerita tentang apa yang terjadi kemarin dari bermain game sampai bersihkan sampah permen karet.
" ouh jadi gitu.. " ucap mereka.
" beli makan dulu dah kalo gitu " ucap sifri. mereka pun memesan makanan mereka.
" nih ku gantikan esmu " ucap sifri.
" terimakasih " ucap zakia senang.
" kamu suka sama kak shobirin? " tanya hilmi.
" hem.... nggak tau " ucap zakia.
" lah terosss? " tanya salwa.
" dibilang cuman temen itu ganjal banget dibilang ada rasa itu juga aneh... dah lah mbulet .. " ucap zakia bingung sendiri. sementara sifri dan reva saling bertatapan penuh arti lalu tersenyum penuh misteri.
__ADS_1
" heboh banget loh... " ucap salwa.
" iya.. aku sampek ngira kalo itu akun fake tapi ternyata nggak " ucap hilmi.
" hooh ".
" jadi kalian kemarin ngabisin waktu buat main berduaan " ucap reva.
" iyalah... mau kemana juga " ucap zakia.
" kan bisa gitu main kewahana atau kemana gitu " ucap sifri.
" nggak enak... itu bukan hari minggu enakkan pas libur aja kesana.. bisa sepuasnya " ucap zakia.
" kakaknya shobirin kerja apa? kok dari kedengaran nya kayak jarang dirumah gitu " ucap salwa.
" ouh... itu kakak nya kerja jadi sekretaris diperusahaan omnya jadi sibuk terus, jadi mereka jarang ketemu... orang tuanya shobirin juga sering keluar kota buat ngurus usaha " ucap zakia.
" wah... benar benar keluarga yang sibuk " ucap reva.
" jadi kamu kesana nemenin dia biar nggak kesepian gitu... tapi apa nggak takut luh? " tanya reva.
" nggak lah kan ada CCTV nya yang nyambung kerumah sama rumahnya jadi aman " ucap zakia.
" enak nya... " ucap reva.
" eh... kak shobirin majang fotomu lagi zak " ucap hilmi menunjukkan ponselnya membuat zakia kesal tak karuan wajahnya kembali merah menahan malu... Orang-orang mulai kembali membicarakan nya.
" awas kau shobirin!!!!! " ucap zakia geram.
" tarik nafas... tahan... buang... sekali lagi... " ucap salwa berusaha menenangkan zakia. zakia menuruti salwa.
" dah ilang? " tanya salwa.
" lumayan... awas kau nanti dirumah! " ucap zakia.
" tetap percuma aja " ucap sifri -_- .
" hahaha... sekarang aku nggak bakal tertipu ama tipu daya mu hahaha " ucal shobirin tertawa bangga.
" dia kenapa? " bisik dodo kepada Daniel..
" harap memaklumi obatnya lagi habis " bisik Daniel.
" oooh... pantas " bisik dodo.
' duh tapi senyumnya tadi manis banget ' batin shobirin salah tingkah.
" gilanya kumat " bisik dodo.
" biasalah kalo orang lagi kasmaran. " bisik Daniel.
__ADS_1
" iya sih... eeehhh...?? "