Bintang Sekolah.

Bintang Sekolah.
BAB. 47 TEMAN MASA KECIL?!


__ADS_3

Hari ini pelajaran biologi dilakukan secara berkelompok dan kebetulan salwa dan sifri berpisah dari kedua sahabat nya yang lain. ia satu kelompok dengan Hanna, Chris dan budi.


" yang jadi ketua nya si Chris " ucap sifri dan langsung disetujui oleh anggota yang lain.


" tugas kalian adalah membuat replika pernapasan manusia " ucap bu hani.


" siap! "


" buat dirumah siapa? jangan rumahku ya.. soalnya rumahku lagi banyak barang.. " ucap salwa.


" pesanan kue? " tanya sifri.


" iya.. lagi rame " ucap salwa.


" dirumahku aja.. luas kok " ucap Hanna memberi saran.


" oke.. "


" yang lain? " tanya salwa.


" Chris? " tanya sifri.


" ngikut. "


" oke deal.. "


" hari apa kita mulai ngerjain? " tanya budi.


" hari sabtu... kita juga libur " ucap sifri.


" oke bisa.. bisa. "


" oke jam 9 gue tunggu dirumah.. nanti gue serlock " ucap Hanna.


" untuk hari ini kalian kerjakan tugas kelompok halaman 35 harus selesai 5 menit sebelum bel istirahat berbunyi. " ucap bu hani.


" siap bu! ".


" coba liat noh.. temen lu kek orang gila senyum-senyum sendiri dari tadi " ucap zam zam menunjuk wildan dengan dagunya yang tengah tersenyum sendiri sedari tadi sembari melihat gelangnya.


" biasa.. kasmaran " ucap Yuda. zam zam yang mendengarnya langsung menggidik ngeri.


" woi! " zam zam memukul pelan pundak wildan yang membuat nya langsung terkejut.


" apa? ngganggu aja lu " ucap wildan.


" abis lu kek orgil, senyum senyum sendiri. " ucap zam zam.


" hem, masa? gue nggak merasa " ucap wildan.


" eh.. sejak kapan lu pake gelang? " ucap zam zam memegang tangan wildan.


" ish.. kepo " ucap wildan menipis tangan zam zam.


" dari salwa paling ya " tebak zam zam yang langsung membuat salsa dan kedua kawannya menoleh ke arah wildan.


" shut sotoy lu... dah diem. " ucap wildan berdiri berlalu menuju kantin.


" oi! tunggu ta* " ucap zam zam menyusul wildan diikuti oleh Yuda.


" anjir.. tuh adkel beraninya.. " ucap salsa yang sudah semakin cemburu.

__ADS_1


" tapi kita udah dapat peringatan dari wildan kalo sampek buat tuh adkel kenapa-napa. " ingat lia.


" aish.." salsapun berdiri dari duduknya.


" mau kemana? " tanya lia.


" mau kebelakang sekolah nyari angin " ucap salsa asal lalu berlalu tanpa ditemani kedua kawannya.


" bangs**! " ucap salsa mengeluarkan vape kecil miliknya mulai menghisapnya dibelakang sekolah yang memang sepi dan jarang dikunjungi.


" dasar adek kelas jal*ng, ck.. huuuh... kalo bukan karena peringatan wildan elu dah gue kerjain habis-habisan " oceh salsa kesal mempercepat hisapan vape nya.


" gimana kalo kita kerja sama? " tawar Hanna yang tiba-tiba saja muncul membuat salsa terkejut dan menyembunyikan vape nya dengan terburu-buru.


" tenang aja.. nggak bakal ku laporkan karena aku juga pake. " ucap Hanna mengeluarkan miliknya dan mulai menghisap nya dengan santai.


" lo anak baru itu kan " tebak salsa tepat sasaran.


" iyap. dan kita punya musuh yang sama, well tapi cwok yang kita incar berbeda. " ucap Hanna.


₩₩₩


" rumahmu gede banget.. " puji budi begitu di persilahkan masuk oleh Hanna.


" ah... biasa aja, masih gedean rumahnya kakekku. " ucap Hanna santai.


" anjir seberapa gede nya? ini aja udah gede, luas, mewah " ucap Budi duduk di sofa ruang tamu.


" kalian tunggu disini sebentar, gue kebelakang dulu sebentar. " ucap Hanna.


" okkeh "


" namanya juga manusia... " ucap Budi tanpa melihat ke arah sifri.


" besaran mana? rumah lu apa punya Hanna? " tanya Budi tiba-tiba kepada Chris yang tak begitu tertarik dengan rumah milik Hanna dan apapun yang ada.


" masih bagusan rumah gue... tapi kalo segi kehangatan keluarga masih hangatan keluarga Hanna. " ucap Chris memainkan ponsel nya.


" fiks pertemanan kita beda kasta " ucap sifri. salwa fokus melihat jajaran foto-foto milik Hanna yang terpajang didinding maupun meja dekat dinding, foto mulai dari ia bayi sampai sekarang. saat asyik melihat semua foto ia langsung tertuju pada satu foto bersama Hanna dengan bocah lelaki bermata sipit sekilas mirip Chris.


" ini kamu kna Chris " tunjuk salwa pada foto anak lelaki yang tengah tersenyum terpaksa.


" iya.. eh.. kok lu bisa tau? " tanya Chris heran.


" nggak tau, insting aja. " ucap salwa lalu tersadar sesuatu.


" eh.. berarti kamu sama Hanna itu udah temanan dari kecil!" ucap salwa yang juga membuat sifri dan Budi terkejut.


" yah.. begitulah " ucap Chris malas.


" wah.. apa entar alurnya jadi kek yang di novel-novel nggak ya? yang cinta masa kecil bersemi kembali.. ah..... pasti uwu" ucap salwa yang disetujui oleh sifri.


" romantis keknya " timpal sifri.


" heh.. aku? buang jauh-jauh pikiran kalian " ucap Chris tak senang.


" kalian ngomongin apa nih? " tanya Hanna yang kembali bersama pembantunya yang membawakan mereka minuman dan camilan sebagai teman mengerjakan tugas.


" mbahas kalian temenan dari kecil " ucap salwa.


" oh iya kita dari kecil udah bareng. " ucap Hanna

__ADS_1


" kek yang biasa di novel-novel nggak sih... ah.. baper sendiri aku " ucap salwa.


" hehehe... "


" kalian mau tau cerita masa kecil kita nggak? " tawar Hanna mengambil sebuah buku foto album yang lumayan besar dan mewah.


" boleh. "


₩₩₩


" kamu dulu ternyata selucu dan ceria itu ya. " ucap salwa pada chris yang mengantarkan nya pulang karena sifri tiba-tiba saja ada urusan mendadak jadi tak sempat mengantarkannya pulang.


" heh.. kan dulu. " ucap Chris dingin.


" kalo kamu sering senyum sama ketawa loh pasti bakal banyak punya temen sama pastinya kamu nggak bakal jomblo sekarang. " ucap salwa yang menjaga jarak duduknya.


" hah..masa sih. " ucap Chris.


" iya. "


' tapi yang gue mau itu elu dan tetap elu. ' batin Chris menatap salwa dari kaca spion.


" nggak mau mampir dulu? " tanya salwa saat Chris akan pulang begitu mengantarkannya.


" hooh.. udah mau malem juga. bye. " ucap Chris.


" bye.. Hati-hati! " ucap salwa. salwa masuk kedalam rumah, saat motor milik Chris menghilang ditikungan.


" eh.. daritadi kak wildan ngirim pesan. " ucap salwa begitu membuka ponselnya dan mendapati beberapa pesan dari wildan.


' salwa ? '


' kamu dimana? '


' salwa? '


' udah makan? '


' kok nggak dibaca? '


' salwa.. '


' ? '


' heh.. '


' kok cuman centang 2 aja? '


' masih nugas kah? '


' salwa? '


' kamu silent hpmu kan? '


' Hem.. '


' ya udah aku mau pamit pergi main bentar.. kalo dah pulang bilang. '


salwa tak bisa untuk tak menahan senyumannya saat membaca pesan dari wildan. ia pun dengan cepat mengetik balasan.


' aku udah pulang kok kak.. iya Hati-hati dijalan, jangan pulang kemalaman..ingat besok sekolah. '

__ADS_1


__ADS_2