Bintang Sekolah.

Bintang Sekolah.
BAB 21. SUNSHINE CAFE.


__ADS_3

" hari minggu diminggu ini semua pada sibuk ya, pada punya acara masing-masing " ucap salwa.


" heeh.. acara yang kemarin aja batal soalnya sifri lagi ada acara keluarga, cuman aku ama refa acaranya juga diganti buat ke toko buku " ucap nilna.


" BETEWE mereka kemana ya? dari tadi belum keliatan batang hidungnya " ucap salwa memeriksa seluruh penjuru kelas.


" kekantin mungkin tadi mereka ngeluh cacingnya minta imunisi " ucap nilna.


" hah.. perut karet " ucap salwa.


" kalo keroncongan mereka susah fokus belajar . " ucap nilna.


" hari ini kamu ada waktu luang? " tanya nilna.


" gak ada, aku ada les " ucap salwa dengan wajah lelah.


" ah.. fighting! " ucap nilna.


" ok makasih " ucap salwa.


" oi oi oi kalian gak kekantin kah? " tanya refa yang baru kembali bersama sifri.


" emang ada apa dikantin? " tanya nilna.


" ada gorengan beli 2 gratis 1 " ucap sifri yang langsung membuat salwa bersemangat kembali.


" betul nih? " tanya nilna yang penuh semangat.


" iya betul kok coba tanya nih anak " ucap refa menunjuk budi yang juga baru dari kantin.


" betul bud? " tanya salwa.


" he eh.. sekarang anak anak pada rebutan " ucap budi.


" ayo gas keun jangan sampek kita kehabisan! " ucap salwa menarik nilna pergi kekantin.


" wah... dasar penggila gratisan. " ucap sifi.


" betewe kita juga sama... demi penghematan " ucap refa.


" minggir.... kita mau lewat! " ucap salwa masuk kekerumunan penggila gratisan yang sangat jarang terjadi.


setelah beberapa lama berdesak desakan akhirnya mereka mendapat gorengan yang sangat legend dikantin sekolah.


" akhirnya... " ucap salwa dan nilna berbinar.


" met makan! "


" masih muda tapi jiwa jiwa emak emaknya udah muncul " ucap zam zam yang memperhatikan salwa dan nilna dari jauh.


" namanya juga calon ibu ibu rumah tangga harus belajar hemat " ucap Yuda.


" iya sih.. " ucap zam zam.


" oi zam kamu udah chatting kah ama tuh anak? " tanya Yuda.


" udah.. dia bingung aku dapat nomor nya dari mana " ucap zam zam.


" sama, baru kujawab rahasia. " ucap Yuda.


" wah... jawaban kita sama. " ucap zam zam.


" kalian bahas apa? " tanya wildan yang tak paham.


" kita nyolong nomornya junior dari hpnya salwa " ucap zam zam.


" wah kukira cuman dia aja yang kena ternyata temen temennya juga " ucap wildan.


" sipkan sama ide kita... " ucap zamzam.

__ADS_1


" yah.. walau awalnya gak suka tapi ada untungnya juga " ucap wildan.


" bisa ngontrol sama kasih tugas tanpa perlu kerumahnya ataupun ketemuan " ucap Yuda yang sudah mengetahui prihal les privat begitu juga zam zam.


" iya. " ucap wildan.


" hari minggu mau kemana? " tanya zam zam.


" les privat " ucap wildan.


" kejem amat lu ah... kasih dia libur napa.. otak itu butuh istirahat juga " ucap zam zam.


" liat aja nanti " ucap wildan fokus melihat kearah salwa yang tengah bercanda dengan beberapa siswa lelaki yang juga sekelas dengan nya.


" lu juga harus mikirin belajar buat ujian " ingat Yuda.


" oke.. itu gak bakal lupa " ucap wildan.


₩₩₩.


' cafe sunshine jam 9 pagi. '√√


" tumben lesnya dicafe.. apa gak rame nih? " ucap salwa yang membayangkan keadaan cafe yang ramai.


" aduh... mana bisa fokus entar " ucap salwa.


" apa jangan jangan kencan... ah...... " ucap salwa yang sudah membayangkan yang tidak tidak.


" aduh salwa sadar... sadarlah dari kehaluan anda..... positif thinking aja.... tapi gak bisa " ucap salwa yang frustasi sendiri iapun guling guling di kasur.


" aduh pake baju apa ya? " ucap salwa. beranjak dari kasur menuju lemari nya.


" hm... biasa aja dah gak usah yang wah.. " ucap salwa.


" tink! "


" wah.. pesan dari siapa nih "


' ada.. ' √√


' ouh ya udah gak jadi ' √√


' emang kenapa chris? ' √√


' aku mau ngajak kamu pergi kecafe sunshine '√√


' maaf ya aku udah ada janji '√√


' iya gak papa kok lain kali aja '√√


" percakapan pun berakhir... " ucap salwa melemparkan handphone nya kekasur.


" eh... kalo gitu berarti nanti ketemu.. moga chris gak jadi pergi.. amin " ucap salwa.


" hari minggu lesnya tetep jadi? " tanya Yuda.


" rahasia " ucap wildan tersenyum misterius.


" hah.. jangn terlalu keras ngajarin gak semua orang itu sama " ucap Yuda.


" oke oke " ucap wildan.


" kalo minggu gak ada jadwal aku sama zam zam mau ke toko buku kalo mau ikut aja " ucap Yuda.


" ok "


" ah.. hampir lupa aku kesini mau nganterin ini.. jangan lupa dimakan " ucap Yuda menaruh sayur masak dikulkas wildan.


" ok.. bilangin ketante makasih " ucap wildan.

__ADS_1


" ok! inget dimakan... sama aku juga mau pinjem gitar.. gitarku dibawa pamanku " ucap Yuda masuk kedalam ruangan khusus untuk mereka latihan.


" oke sorry ruangan nya agak berdebu.. aku udah jarang masuk " ucap wildan.


" oke makasih aku pulang! " ucap Yuda.


" assalamu'alaikum! "


" waalaikumsalam! "


" enak ya punya orang tua yang selalu kasih perhatian " ucap wildan lirih seraya melihat Yuda sampai ia hilang dibalik gerbang besar rumah nya.


" hah... rumah yang bagi semua orang sempurna tapi ndak buatku " ucap wildan masuk kedalam rumah.


" kak! kapan ibu sama ayah pulang? " tanya wildan pada kakaknya dari sambungan telepon.


" mungkin seminggu lagi aku juga gak tau "


" bakal lama ndak? " tanya wildan.


" mungkin cuman seminggu abis tuh bakal pergi lagi... eh.. udah dulu ya aku ada meeting "


" tuuuut " sambungan pun terputus.


" hah... sudah kutebak " ucap wildan menghembuskan nafas berat ia memandang foto keluarga nya yang terbingkai besar di ruang tamu. ke bersama yang hanya ada difoto bukan dinyata.


" beda sama punya salwa " ucap wildan. yang membuat iri karena kebersamaan nya bukan hanya digambar tapi juga dinyata.


" kapan aku juga bisa ngerasain kayak mereka ya? pulang selalu disambut.. makanan selalu disiapkan... kumpul bersama aih... " ucap wildan lalu menuju kamarnya yang ada dilantai dua.


" ma... aku pamit pergi lagi.. " ucap Yuda meminta izinkan.


" mau kemana lagi? " tanya mama.


" mau nginep dirumahnya wildan takut dia gak makan lagi * ucap Yuda.


" ouh.. iya pergi sudah.. kasian dia sering ditinggal pergi ama orang tuanya " ucap mama


" yaudah berangkat dulu... assalamu'alaikum.. " ucap Yuda mencium punggung tangan mamanya.


" waalaikum salam.. ati ati dijalan " ucap mama.


" oke! ".


" wildan! " panggil zam zam yang berdiri di pintu kamar wildan yang dibiarkan terbuka.


" kenapa lu? " tanya wildan yang memainkan gitarnya sambil duduk di jendela kamar.


" mau ngehibur lu lah apa lagi " ucap zam zam yang juga paham akan situasi nya.


" heh... keliatan ya... aih... padahal udah kututupin sebaik mungkin " ucap wildan.


" aih... kau tuh ya.. kita udah sahabatan dari masih kecil jadi udah paham luar dalam " ucap zam zam duduk di kursi yang ada didepan wildan.


" mana si kunyuk yang satu? " tanya wildan.


" aku datang!! " ucap tuda yang baru sampai dengan membawa tas yang lumayan besar.


" ngapain bawa tas segede gaban? " tanya wildan agak terhibur.


" ini isinya makanan woy! ayo kita party! " ucap Yuda senang.


" oke! gas keun lah lama kita gak beginian " ucap zam zam menarik wildan.


" ada K*C, MacDona**, tteokbokki, mie samyang, c*cac*a, kripik kentang, dan masih banyak lagi... " ucap Yuda mengeluarkan isi tasnya.


" kayaknya cuman ini aja dah " ucap wildan.


" ada dibawah, aku buatin hotpot sambil nonton film horor " ucap Yuda .

__ADS_1


" ok gas keun! "


__ADS_2