
sudah beberapa hari terakhir salwa tak menikmati waktu istirahat nya dengan para sahabat nya dikarenakan ia selalu belajar di perpustakaan sejak ia mendapatkan nilai rendah dibeberapa mata pelajaran terutama Matematika.
*flashback...
" salwa nilai kamu kok anjlok ya... kamu lagi ada masalah? " tanya bu erika wali kelas nya sekaligus guru matematika.
" saya lagi ndak ada masalah bu... cuman kurang fokus aja " ucap salwa.
" ibu cuman gak mau nilai kamu rendah dikarenakan sekarang kamu anak band sekolah. kamu harus mengembalikan nilai kamu ke seperti biasanya setiap tugas yang ibu kasih harus dapat bulai lebih dari 80 sampek kurai dari 80 ibu bakal minta ke kepala sekolah buat bubarin bandmu " ancam bu erika yang langsung membuat salwa ciut.
" baik bu... saya undur diri " ucap salwa lalu keluar dari ruangan guru.
*kembali ke masa sekarang....
' hatiku menangis ' batin salwa yang masih fokus membaca buku sambil mencatat.
' fokus fokus... fighting!!! ' batin salwa memberi semangat ke dirinya sendiri.
' huh... gara-gara tuh orang bikin aku ndak fokus kan huh..... kenapa juga harus mikirin dia melulu... ' batin salwa.
" boleh duduk disini? " tanya Wildan kepada salwa yang tengah mencatat.
" ah... silahkan kak... " ucap salwa menggeser buku yang adanya.
" terimakasih " ucap Wildan duduk di samping salwa. mereka berdua tengah sibuk dengan bacaan masing-masing. hingga tanpa sengaja Wildan melihat nilai matematika salwa yang jelek amarahnya pun langsung meluap.
" hah! pelajaran seenak itu aja gak bisa malah gabung keband! " ucap Wildan dengan nada yang cukup keras membuat penghuni perpustakaan langsung melihat kearahnya sebentar lalu kembali ke kegiatan sebelum nya.
" kenapa ya kak? " tanya salwa yang belum maksud. Wildan pun mengambil kertas ulangan harian salwa dan menunjukkan nilainya yang merah.
" ini..! " ucap Wildan yang langsung membuat salwa rerkejut.
' kok bisa tau kertasnya sih.. ' batin salwa.
" mulai hari ini sepulang sekolah aku bakalan ngajarin kamu matematika... les privat dirumahmu! " ucap Wildan.
" tapi kak.. " belum saja salwa menyelesaikan ucapan nya Wildan langsung memotong nya.
" aku gak mau punya murid yang bodoh di pelajaran " ucap Wildan lalu pergi sebelum sempat memberikan salwa jawaban.
' cobaan apa ini? ' batin salwa tertekan.
" Sal.. pulang sekolah main yuk! " ajak zakia saat berpapasan dengan salwa yang keluar dari perpustakaan.
" gak bisa maaf ya.. " ucap salwa lemah lelah letih lesu.
" tumbenan. kamu kenapa sih? " tanya zakia berhenti didepan salwa memegang wajah salwa melihat dengan seksama.
" kusut banget dah kayak baju " ucap zakia.
" hehehehe lupa ku setrika " ucap salwa.
" makanya ayo pergi main buat ngilangin kekusutan pada wajah anda " ucap zakia.
" gak bisa mulai hari ini aku ada les privat. " ucap salwa.
" what?! orang tuamu pasti ya yang ngadain.. hahaha tenang aku juga pernah kok dan itu rasanya gak enak sama sekali aku pernah beberapa kali bolos " ucap zakia.
" tapi ini bukan kehendak orang tuaku. " ucap salwa.
__ADS_1
" yang ngajar siapa? " tanya zakia.
" bestienya kakakmu " ucap salwa.
" what!? jangan bilang kak Wildan bukan dia kan? " tanya zakia.
" dia yang ngajar " ucap salwa.
" wah.. gawat.. " ucap zakia yang berjalan dengan gelisah.
" emang kenapa sih? " tanya salwa.
" aku pernah diajarin sama dia.. dia itu galaknya minta ampun... aku sampek nyerah diajari ama tuh orang coba bayangkan aku cuman salah 1 dia langsung ngeluarin ekspresi mau bunuh.. kali ketahuan ndak nyimak atau mulai bosen dia bakal kasih soal yang luar biasa susahnya " ucap zakia ngeri mengingat ingat apa yang ia rasakan dulu.
" gini banget dah hidupku... " ucap salwa yang makin kusut.
" fighting ya... sabar ini cobaan anda " ucap zakia.
" oke! "
" dah sampek di kelasmu.. ouh ya ini hampir lupa jangan lupa diminum ya! " ucap zakia memberikan salwa susu kotak.
" makasih! " ucap salwa.
" sama sama yaudah aku ke kelas dulu bye! " ucap zakia lalu berlalu dari hadapan salwa.
" sal pulang sekolah kamu kemana? " tanya sifri yang baru masuk kelas.
" belajar " ucap salwa.
" wih.... rajinnya " ucap refa.
" ho oh gara gara diancam ama bu erika kalo nilainya rendah nanti grup kita diapus dari sekolah " ucap sifiri.
" biasa pergi ke tempat les.. " ucap sifri.
" fighting guys! " ucap refa.
" oke! "
₩₩₩
" assalamu'alaikum umi.. " ucap salwa masuk ke rumahnya.
" waalaikum salam.. kakak udah pulang. " ucap umi salwa pun langsung mencium tangan uminya.
" lah kak itu siapa? " tanya umi menunjuk kearah luar.
" siapa mi... orang kakak pulang sendi... ri.... " ucap salwa melihat kebelakang dan langsung terkejut karna ada kak wildan yang baru sampai rumahnya.
" assalamu'alaikum tante saya kakak kelsanya salwa disini saya mau ngajarin anak tante " ucap wildan mencium tangan umi.
" ah... silahkan masuk nak... " ucap umi hangat.
" salwa cepet sana ganti baju buatin kakaknya minum " ucap umi. salwapun langsung menuju kamarnya.
" makasih ya udah mau ngajarin salwa.. " ucal umi.
" iya tante " ucap wildan.
__ADS_1
" kelas berapa? " tanya umi.
" kelas dua belas ini juga sambil belajar " ucal wildan.
" salwa itu jarang mau ikutan les.. dia paling suka belajar sendiri dia juga gak mau ngerepotin orangtuanya " ucap umi.
" ah... kok jadi bahas itu.. nanti kali belajar nya dibelakang aja sejuk soalnya. " ucap umi.
" iya. "
" kakak! udah belum ini kasian kakaknya udah nunggu " ucap umi.
" udah kok mi " ucap salwa yang datang dengan membawa nampan berisi es jeruk dari kebun sendiri.
" kalian belajarnya kependopo belakang rumah aja biar sejuk " ucal umi.
" oke.. " salwapun berbalik menuju belakang.
" itu ikut aja salwa nya " ucap umi. wildan oun menurut.
" oke kita langsung mulai aja " ucap wildan mengeluarkan bukunya.
" sebentar.. bukuku masih dikamar " ucap salwa yang langsung berlari kedalam rumah tak lama kemudian ia kembali dengan membawa buku bukunya.
" oke silahkan dimulai " ucao salwa. wildan pun mulai mejelaskan dengan serius. salwa menyimak dengan seksama sesekali ia terpana dengan sosok wildan yang tengah serius menjelaskan sisi nya yang ini sama seperti saat ia mengajarnya sebelum debut. sisi yang selalu muncul dipikirannya.
tak terasa hari semakin sore pun pamit untuk pulang.
" makasih untuk hari ini kak " ucap salwa mengantar wildan sampai gerbang rumahnya.
" oke.. jangan lupa itu dikerjakan dihapalkan " ucap wildan.
" oke! ".
" bye! " ucap wildan lalu pergi dengan mengendarai motor nya.
' seru ' batin wildan tersenyum.
' seru juga! ' batin salwa bahagia.
' besok les lagi... jadi gak sabar ' batin salwa penuh kegirangan menunggu hari esok.
" umi.. kak setya hari ini kesini ndak? " tanya salwa.
" ndak mungkin lagi sibuk makanya sudah mulai jarang kesini " ucap umi yang tengah menyiapkan makan malam.
" kakak mandi dulu.. " ucap salwa.
" eits... tidak semudah itu.... aku dulu " ucap nella adik salwa yang langsung masuk ke kamar mandi dan mengunci pintu.
" loh aku duluan! " ucap salwa
" siapa cepat dia dapat! ini hukum alam! " ucap nella dari dalam kamar mandi. terpaksa lah salwa harus menunggu.
" jangan lama lama! " ucal salwa.
" heh.. gak lama kok cuman 1 jam " ucap nella.
" oy! "
__ADS_1
" gak kok canda! " ucap nella.
sedangkan umi hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua anaknya ini.