
sore ini wildan dan kedua sahabatnya tengah berjoging ditaman yang tak jauh dari tempat mereka tinggal.
" wil... stop bentar aku capek! " ucap zamzam berhenti berlari dengan nafas ngos-ngosan ia meminum air mineral nya.
" ah.... ini sudah ke 5 kali nya stop... dalam selang waktu 5 menit sekali, niat ndak jogging nya? " tanya wildan melihat jam tangannya.
" iya... manja ah... " ucap yuda memukul pundak zamzam.
" namanya juga udah lama ndak olahraga lari lari " ucap zamzam.
" ayo lanjot! ini baru OTW dua putaran targetnya kan 5 kali " ucap wildan mulai berlari bersama yuda meninggal zamzam.
" woy!! tunggu.... " ucap zamzam berlari mengejar kedua sahabatnya.
" tangkep kita! " ucap yuda dan wildan yang langsung menambah kecepatan.
10 menit kemudian....
mereka bertiga tengah terkepar dengan nafas ngos-ngosan. mereka tersenyum bahagia.
" ah... ca.. pe.. k... " ucap zamzam.
" ha.. ha... ha.. ha.. ha.. kuat juga kamu ya " ucap Yuda memukul pelan dada zamzam.
" kukira lolos ternyata ndak " ucap wildan.
" zam zam gitu.... " ucap zamzam dengan bangga.
" ayo bangun... udah mau maghrib " ajak wildan beranjak bangun mengulurkan kedua kedua tangannya dan disambut oleh kedua kawannya.
" ayo pulang.... udah bau asem " ucap yuda mencium bajunya yang basah akan keringat.
" mandi lagi setelah mandi keringat " ucap zamzam. merekapun berjalan menuju parkiran dan langsung cuss kerumah masing masing.
' kemini market dulu beli sampo sama deodorant ' batin wildan mengingat sampo dan deodorant nya yang sudah sekarat.
begitu sampai ia langsung mengambil keranjang dan membeli barang yang biasa cari dan beberapa camilan karena terburu buru tanpa sengaja ia menabrak seseorang saat menuju kasir membuat barang yang mereka bawa berceceran dilantai.
" maaf... saya gak sengaja.. " ucal wildan memungut barang belanjaan mereka.
" iya gak papa " ucapnya juga membereskan barang barangnya.
" loh salwa? " tanya wildan begitu tau siapa yang ia tabrak.
" ah.. hehehe " ucap salwa lalu pergi menuju kasir membuat wildan mengerutkan keningnya.
" ah... kenapa harus nabrak sih.... " ucap salwa.
" kenapa? " tanya chris yang sedang menghitung belanjaannya karena minimarket tengah tak begitu ramai jadi mereka mounyai waktu untuk mengobrol.
__ADS_1
" Gak papa kok " ucap salwa.
" hem.. "
" ini uangnya " ucap salwa menyerahkan sejumlah uang lalu keluar dengan cepat.
" aduh... moga gak ngamuk " ucap salwa sambil berdiri diluar mini market dengan membawa 1 kanting penuh belanjaan.
" dunia memang sempit ya " ucap Wildan dari belakang salwa membuat salwa melomoat kedepan.
" heh.!! " ucap salwa kaget.
" huh... ndak bawa sepeda? " tanya wildan melihat sekeliling area mini market dan tak menemukan sepeda salwa. salwa mengangguk.
" kuantarin " ucap Wildan.
" eh.. gak udah kak... aku jalan aja " tolak salwa.
" ini dah mau maghrib... bawaanmu juga banyak.... " ucap Wildan baru saja salwa akan menolak nya lagi tapi langsung dihentikan oleh Wildan.
" gak usah nolak nurut! " ucap Wildan tegas yang langsung membuat salwa menurut duduk dibonceng an motor Wildan.
₩₩₩.
" oi mata pandai! " panggil zamzam. wildan yang merasa jika dirinya lah yang dimaksud pun langsung menoleh.
" punya masalah? " tanya Yuda.
" enggak.. " ucap wildan.
" lah terus kok susah tidur sampek mata pandaan beberapa hari ini? " tanya Yuda.
" jaga kesehatan... sebentar lagi kita mau nyiapin ujian dan lain sebagainya " ucap zamzam wildan hanya mengangguk pelan lalu menaruh kepalanya dimeja bersiap siap tidur.
" woy! jangan tidur... bentar lagi bel masuk! " ucap Yuda mengangkat kepala wildan.
" bentar aja " ucap wildan.
" gak bisa! " ucap Yuda yang langsung serius membuat wildan merinding dan rasa kantuknya hilang seketika.
" apa yang buat lu sampek gak bisa tidur? jujur!" ucap zamzam.
" beberapa hari terakhir ini entah selalu mikirin seseorang " ucap wildan.
" lawan jenis? " tanya zamzam.
" hm... ya " ucap wildan.
" jangan jangan lu suka ama dia " ucap zamzam.
__ADS_1
" ngaco lu " ucap wildan.
" heh.. ini fakta... " ucap zamzam.
" dah lah diem gak usah dibahas " ucap wildan malas.
" seterahmu lah pokok aku cuma mau kasih tau kalo itu tandanya kamu suka sama dia dan itu fakta... " ucap zamzam.
' suka? ' batin wildan penuh tanya.
" karena aku pernah ngalamin " ucap zamzam lalu duduk di bangkunya yang berada dibelakang bangku wildan tepat.
" sal! " panggil nilna yang duduk disebelah salwa.
" ah.. ya? " tanya salwa.
" tiga hari yang lalu kamu dianterin kak wildan ya sore sore " ucap Nilna yang mampu membuat wajah salwa memerah menahan malu.
" shh.. t tau dari mana? " tanya salwa malu.
" hehehehe aku gak sengaja liat pas beli es boba " ucap nilna.
" aduh.. jangan kasih tau siapa siapa ya.. aku malu.. " ucap salwa menutup wajahnya.
" oke! " ucap nilna yang paham akan situasinya.
" tumben ya si salsa salsa itu gak buat onar.. biasa juga gangguin adek kelasnya " ucap sifri yang baru bergabung ke pembicaraan mereka.
" he eh.. dah tobat kali " ucap refa.
" apa dapet peringatan? " tebak salwa
" hem... gak tau juga.. tapi bagus kan kita dan para junior bisa hidup dengan damai tanpa adanya penindasan " ucap Nilna.
" hehe iyap " ucap salwa yang menjadi salah satu korban bulli.
" katanya kan si chris itu kan badboy tapi kok keliatannya ndak ya " ucap Refa sambil melihat chris yang tengah tertidur ditengah kebisingan kelas karna jam kosong.
" iya... juga ya... selama kita masuk sekolah gak ada tuh kabar dia gelut " ucap sifri.
" nah baru dari mana julukan badboy nya? " tanya salwa.
" apa dari fashionnya.. " ucap nilna karna setiap sekolah pasti seragam chris tak rapi layaknya berandal.
" ah tapi masa sih? kalo gitu bukannya banyak yang kayak gitu tapi mereka gak dijulukin badboy tuh " ucap sifri mengingat jika kakak kelas angkatan mereka juga banyak yang seperti chris dari segi berpakaian.
" hem.... gak tau juga " ucap nilna.
" dah lah bahas yang lain " ucap salwa. mereka pun membahas hal lain yang agar rasa penasaran mereka hilang.
__ADS_1