
Kalimat terakhir yang diucapkan chris kepada salwa tempo hari masih teringang- ngiang di kepala salwa. Antara harus percaya apa tidak, senang atau sebaliknya.
" buku itu dibaca jangan ditinggal ngelamun " bisik wildan yang membuat salwa tersentak kaget.
" A! "
" B " lanjut wildan.
" lain kali jangan gitu lagi kak.. " ucap salwa mengelus dadanya.
" makanya jangan suka ngelamun, entar kalo kesambet nggak lucu " ucap wildan duduk disamping salwa.
" mikirin apa? " tanya wildan.
" nggak ada kok " ucap salwa.
" bohong. " ucap wildan.
" lagi mikir nilai kimia ku yang turun " ucap salwa setengah berbohong dan setengah tidak yang memang nilai kimianya sedang turun.
" kok bisa turun, terakhir kali aku check masih bagus " ucap wildan mengernyitkan dahinya.
" hehe.. kepalaku ngelag " ucap salwa.
" heh.. bisanya " ucap wildan tersenyum.
" nggak tau juga " ucap salwa.
" ya udah nanti kalo aku ada waktu luang, kuajarin kamu sampek paham " ucap wildan.
" nggak boleh nolak " ucap wildan saat salwa membuka mulutnya ingin menolak.
" hah.. tau aja kalo aku mau nolak " ucap salwa.
" insting " ucap wildan.
" kalo kamu punya masalah cerita aja ke aku. " ucap wildan.
' masa aku cerita tentang kakak ke kakak sendiri sih.. kan nggak lucu ' batin salwa.
" InsyaAllah " ucap salwa.
" pulang sekolah ini ada acara nggak? " tanya wildan.
" nggak ada, kenapa kak? " tanya balik Salwa.
" mau kuajak makan seblak bareng di deket lampu merah sebelum Oktober market "ucap wildan menatap Salwa penuh kasih sayang.
" ayo! seblak di situ di kenal seblak terenak plus murah " ucap salwa antusias.
__ADS_1
" oke... kamu bawa sepeda? " tanya wildan.
" nggak, tadi berangkat nebeng sama abi " ucap salwa.
" yaudah nanti barengan sama aku aja. " ucap Wildan.
" nggak boleh nolak " ucap salwa saat wildan membuka mulut nya dan akan mengatakan kalimat itu. wildan tersenyum membuat salwa juga tersenyum.
" ya udah, see you diparkiran " ucap wildan lalu beranjak pergi.
" eh, tadi kak wildan kesini bawa buku tapi nggak ada baca bukunya.. lah terus fungsi nya apaan? " ucap salwa yang sadar jika wildan sama sekali tak membaca bukunya melainkan hanya ia bawa. salwa pun tersenyum saat sadar apa yang sebenarnya terjadi.
" shut.. jangan berharap berlebih, nanti kamu yang sedih " ucap salwa lirih lalu kembali membaca bukunya.
Tanpa mereka sadari jika sedari awal chris memperhatikan mereka dari kejauhan, matanya menunjukkan tatapan tajam, hatinya sakit saat melihat salwa tersenyum manis kepada orang lain.
' walau kau bukan milikku, tapi melihat mu tersenyum untuk orang lain itu sangat menyakitkan. '
" sal, nanti kamu mau kemana? " tanya refa sesaat setelah bell masuk berbunyi memanfaatkan waktu sebelum guru pelajaran selanjutnya masuk.
" diajak makan seblak ama kak wildan ditempat sebelum Oktober market. " ucap salwa.
" WAH!! KEMAJUAN BESAR! " ucap sifri dan refa dengan tatapan penuh binar.
" jangan buat saya tambah berharap! " ucap salwa.
" tanpa kamu berharap pun, dia udah ngasih harapan yang gede buanget dan juelas buanget buat kamu " ucap refa.
" enak dah " ucap refa.
" hem.. " ucap Salwa.
" oke... anak anak.. kita lanjutkan materi yang kemarin. " ucap pak yoga seraya masuk kedalam kelas membuat para siswa maupun siswi yang tengah tak berada di bangku nya langsung gelagapan kembali ke bangku masing-masing, bahkan yang sedang tertidur pun langsung dibangunkan dengan paksa membuat mereka langsung gelagapan bangun dengan wajah bingung dan kaget campur menjadi satu.
" Chris, kamu dari mana? kok baru masuk. " ucap pak yoga saat Chris baru masuk kembali ke kelas setelah pak yoga memulia pelajaran nya.
" dari toilet pak " ucap Chris melihat pak yoga sebentar lalu berjalan menuju bangkunya.
" cepat buka bukumu! bapak mulai menjelaskan materi yang kemarin. " perintah pak yoga. Dengan malas Chris membuka bukunya, dan itu semua tak luput dari pandangan salwa.
" Chris kok mulai kek dulu lagi " bisik salwa.
" iya. " ucap hilmi.
" lagi badmood keknya " ucap refa.
" bisa jadi " ucap sifri.
salwa menatap Chris yang tengah tertidur, menggunakan tangannya sebagai bantalan tidurnya, mengabaikan guru yang tengah menjelaskan didepan.
__ADS_1
' moga badmoodmu cepet ilang ' batin salwa menatap sedih lalu kembali fokus mendengarkan guru menjelaskan dengan seksama.
Chris mendongakkan kepalanya menatap belakang punggung salwa yang tengah fokus mendengarkan materi yang dijelaskan pak yoga dipapan tulis,lalu tersenyum kecut.
' seandainya kita tak dipisahkan oleh amin yang berbeda, mungkin sekarang aku takkan ragu untuk menyukaimu dan bermimpi tuk dapat menghabiskan sisa waktuku hanya bersamamu. ' batin Chris.
₩₩₩
" mau level berapa? " tanya wildan kepada salwa yang duduk di hadapan nya.
" hem.. level 5 " ucap salwa.
" yakin kuat? " tanya wildan menelan ludahnya.
Level seblak yang tersedia ada 8 tingkatan. yang mana level 1 nya sudah pedas apalagi level 5 ataupun level 8.
" iya. Biasa aku kalo kesini pesen yang level 7, tapi karena perutku lagi nggak begitu nyaman beberapa hari ini jadi aku pesen yang level 5 aja " ucap salwa santai yang langsung membuat wildan shock tapi tetap harus stau cool.
" oalah.. oke mbak saya pesen seblak level 8 sama level 5, sosis bakar, pangsit goreng sama rebus, minuman nya es jeruk 2." ucap wildan.
" oke, silahkan ditunggu ya kak " ucap pelayan lalu pergi.
" banyaknya kak, emang nanti habis? " tanya salwa yang shock.
" habis kok, dikit aja itu " ucap wildan.
" kakak kuat kah makan level 8? " tanya salwa.
" insya Allah kuat " ucap wildan mantap yang sebenarnya saja ia kurang yakin. salwa tersenyum.
" kamu jangan kebanyakan makan pedes, itu lambung mu kayaknya udah nggak bakal kuat bertahan lama lagi " ucap wildan dengan nada serius.
" iya, kakak juga kayaknya juga harus ngurangin makan pedes, jangan cuman bisa nyuruh orang, kakak juga harus bisa ngelakuin apa yang kakak bilang. " ucap salwa.
" iya " ucap wildan gemas.
" kakak sekarang udah nggak sedingin dulu " cemplos salwa.
" eh, maksudnya? " tanya wildan.
" dulu kakak itu dingin banget, temperamen orang nya. Tapi sekarang udah mulai hangat. " ucap salwa.
" siapa bilang, aku cuman hangat ke orang-orang tertentu. Dan mereka adalah orang yang kuanggap penting di hidupku. " ucap wildan tersenyum yang langsung membuat salwa berdebar hebat.
" dan kamu termasuk didalamnya " ucap widan seolah paham apa yang sedang dipikirkan salwa.
" selamat menikmati makanan kalian. " ucap pelayan membawakan pesanan mereka.
" terimakasih " ucap wildan.
__ADS_1
" cepet makan keburu mienya jadi tambah gede nggak karuan " ucap wildan menyadarkan salwa.
" i.. iya.. " ucap salwa. wajahnya memerah menahan malu, kalimat yang diucapkan wildan tadi terus teringang di kepalanya, mungkin jika sekarang ia sedang sendiri dan berada didalam kamar mungkin ia akan jingkrak jingkrak karena terlalu senang.