
semenjak di les privat oleh wildan nilai salwa mulai membaik, wildan juga tak hanya mengajarkan matematika ia juga mengajari salwa pelajaran lainnya yang nilainya rendah. wildan juga memberikan beberapa peraturan yang harus ditaati salwa.
jika sampai nilainya rendah maka ia akan
dihukum menghafal sejarah berlaku untuk seluruh pelajaran.
wajib memberi tahu kan nilai yang ia dapat setiap harinya.
jika ketahuan menyembunyikan nilai maka ia akan diberi hukuman menyalin berlaku untuk seluruh nilai pelajaran.
merahasiakan les privat mereka.
" besok gak les soalnya aku ada kegiatan " ucap wildan.
" ok ok " ucap salwa yang mengantarkan wildan sampai gerbang.
" jangan seneng dulu! tetep dapat tugas " ucap wildan kejam membuat salwa yang tadinya bahagiakan karena libur langsung mendung kembali gagak sudah matahari bersinar menyinari jiwanya.
" tetep kena pantau " ucap salwa untung saja wildan tak mendengar nya karna bunyi motornya.
" ati ati dijalan! " ucap salwa yang hanya di balas acungan jempol oleh wildan sebelum ia ngeloyor pergi.
" besok datang lagi ndak kak? " tanya nella pada salwa yang baru masuk rumah.
" besok libur tapi tetep dapet PR " ucap salwa berjalan lemas kekamar nya.
" mandi ah... sapa tau ilang mendungnya " ucal salwa pada dirinya sendiri iapun mengambil peralatan mandinya dan langsung mandi.
₩₩₩.
salwa tengah rebahan santai dikasurnya sambil bermain ponselnya mengecek ngecek pesan di whatsappnya dari pesan sampai kontak miliknya sambil mengusir kebosanan hingga matanya tertuju pada sebuah kontak dengan nama menggunakan emoji hati ' ❤💞 '
" nomer siapa juga ini? " ucap salwa yang tak pernah merasa pernah mengsave nomer seseorang dengan emoji hati. karena penasaran iapun mengirimi pesan.
wildan yang baru saja selesai mandi langsung memeriksa pesan masuk.
" siapa juga ini? " ucap wildan.
' maaf ini nomernya siapa? saya salwa '√√
" eh... dapat nomerku dari mana juga nih anak pake sok gak kenal " ucap wildan langsung mengirim balasan.
' lah sok gak kenal... dapat nomerku dari mana?√√
" lah kok ngegas sih.... siapa juga sih ini " ucap salwa.
' mana aku tau ini nomernya langsung ada dihpku. makanya aku tanya ini siapa? '√√
' ini wildan seniormu... dapet nomerku dari mana? jujur jangan jangan stalker ya '√√
" sebentar sebentar aku kayaknya melewatkan sesuatu... " ucap wildan nampak sedang mengingat ingat.
" ha... aku tau siapa dalamg dari semua ini... " ucap wildan geram.
" what kak wildan... dapet dari mana tapi? " ucap salwa.
__ADS_1
' aku tau siapa dalang dari ini semua '√√
' siapa? '√√
' zamzam sama Yuda soalnya mereka yang meriksa meriksa isi hpmu '√√
" what?! iya sih mereka kan yang periksa periksa hpku pas kutuker.. aduh.... kok gini sih.." ucap salwa tertekan.
' karena sudah begini aku bakal ngontrol nilai kamu lewat online sama offline tetep aku kasih tugas dan kamu wajib ngerjain ye tetep kayak biasa '√√
" makin kejam.. " ucap salwa semakin tersiksa.
' jangan mikir bisa santai! '√√
" untung sayang ya " ucap salwa guling guling dikasur.
" nih anak kok ndak balas? " ucap wildan menunggu balasan.
' oke oke '√√
" nanya apa ya? biar berlanjut... ah itu aja " salwa pun langsung mengetik.
' lagi apa? '√√
' lagi ngapain ' √√
" loh kok sama " ucap salwa dan Wildan.
' baru aja mau ku tanya udah tanya duluan ' √√ ketik Wildan.
' hehehehe... sebuah kebetulan yang langka '√√
' met makan kak! ' √√
" dah lah off aja dah ngantuk " ucap salwa menghentikan percakapan mereka.
" udah off.. yaudah pergi isi perut dulu.. " ucap Wildan pergi ke bawah.
' good night jangan lupa dikerjain tugasnya '√
₩₩₩.
semenjak Wildan mempunyai nomor whatsapp salwa tugas yang diberikan semakin menjadi jadi mulai dari menyetorkan nilai harian, membuat video penyelesaian soal dan sebagainya.
' jangan lupa pinjam buku di perpustakaan '√√
' nilaimu turun setengah! tugasmu bertambah! '√√
' pelajaran bahasa Inggris mu nilinya naik jadi tugasnya makin banyak '√√
' kurangin minum es sama gorengan! suaramu bisa hancur! jangan buat malu grup band sekolah! ' √√
' jangan lupa nyalin catetan dari yang aku kasih ingat hari rabu aku ambil! ' √√
dan seterusnya percakapan mereka hanya seputar les dan nilai.
" bisa gak sih ngirim pesan selain ini semua... " ucap salwa lirih.
__ADS_1
" kenapa kau sal? " tanya nilna
" beberapa hari ini kok kamu lemah, lelah, letih, lesu... " ucap refa.
" love you " lanjut sifri.
" gak kenapa kenapa kok... cuman sibuk aja sama jadwal belajar yang makin aku buat padat. " ucap salwa yang merahasiakan les privat nya dari para sahabat nya.
" yah.. hari ini gak senggang dong " ucap refa.
" heeh "
" hari minggu kita jalan jalan yuk sambil mencairkan pikiran " ucap nilna.
baru saja salwa akan menyetujui nya sebuah pesan pun masuk dari Wildan.
' hari minggu ini ada les tambahan! '√√
" sorry ya kayaknya aku gak bisa soalnya ada urusan mendadak " ucap salwa.
" yah... salwa... " ucap refa kecewa.
" tapi lain kali bisa kan? " tanya sifri.
" insya Allah gak janji " ucap salwa.
" oke! "
" sekarang chris udah agak berubah ya.. dia udah mulai terbuka.. mulai berinteraksi sama sekitar " ucap nilna.
" iya.. "
" sif gimana kabar hubungan mu ama kak Daniel? " tanya salwa mengubah topik pembicaraan.
" baik... kemarin dia kerumah ngajari aku privat.... pinter loh dia.. hu... jadi makin sayang " ucap sifri senang.
" wah... kok aku gerah ya.. " ucap refa.
" wah aku juga nih serasa mataharinya ada dihadapanku pas " ucap nilna
" woy... kalian gitu banget dah.. " ucap sifri.
" aku heran sejak kapan kak zam zam punya nomor whatsapp ku seingatku aku gak pernah kasihkan nomerku " ucap refa.
" wah... kok sama aku juga tiba tiba dichat sama kak Yuda... dia dapat nomor ku dari mana juga " ucap nilna yang langsung membuat salwa membeku ditempatnya ternyata mereka tak hanya memasukkan nomor whatsapp milik Wildan kekontaknya tapi juga mengambil nomor whatsapp sahabat nya.
" jangan jangan mereka stalker lagi " tebak sifri.
" Hii... ganteng ganteng kok nyeremin ya " ucap refa.
" merinding badanku " ucap nilna.
" sama " ucap refa.
" positif thinking aja dah.. mungkin mereka dapat dari anak murid lain " ucap salwa.
" iya sih.. tapi siapa ya.. " ucap refa.
__ADS_1
" entah.. " ucap sifri.