
Wildan yang paham akan apa yang sedang sedang terjadi langsung menuju kelas chris dengan langkah lebarnya bahkan bisa dibilang ia tengah berlari kecil.
" woe tunggu! " ucap zam zam menyusul wildan bersama Yuda.
" chris! " ucap wildan dari ambang pintu membuat seluruh isi kelas menatap kearahnya.
" kita perlu bicara empat mata " ucap wildan yang sudah berdiri di depan chris memberi aba-aba dengan kepalanya untuk pergi. chris yang sudah mengetahui apa yang terjadi pun langsung mengikutinya, membuat para penghuni kelas dan orang-orang yang mereka lewati terheran-heran karena mereka tahu jika wildan dan chris tak pernah akur kini berjalan berdua.
" nggak perlu dijelaskan gue udh tau lu mau bahas apa " ucap chris memulai pembicaraan begitu mereka sampai dibelakang sekolah.
" itu memang utusan dari keluarga gue, dan gue juga baru tau semalam dari kawan gue. dan gua juga bakal janji supaya salwa nggak tau dan nggak terluka. " ucap chris.
" APA HUBUNGANNYA MASALAH LU SAMA KITA! TERUTAMA SALWA! BRENG***! " ucap wildan dengan nada tinggi membuat zam zam dan Yuda yang baru tiba terkejut.
" karna gw udh dijodohkan dan orang tua gw mau menyelidiki seluruh orang terdekat gw " ucap chris.
" AISH.... BANG***" hampir saja wildan memukul chris namun langsung ditahan oleh kedua sahabat nya.
" sabar wil! ini juga bukan kemauan chris! nggak ada yang salah disini! malah kalo elu yang mukul. elu bakal yang salah! " ucap zam zam.
" awas kalo salwa sampai kenapa kenapa! elu yang bakal ngebayar semuanya! " ucap wildan.
" oke "
zam zam menenangkan wildan sedangkan Yuda mengajak chris membahas apa yang sebenarnya terjadi.
" oke.. aku paham " ucap Yuda setelah mendengar semua penjelasan chris yang juga kewalahan menghindari para stalker utusan dari orang tuanya.
" tugas kalian melindungi mereka yang menjadi incaran para stalker. terutama salwa, karna apa? karna dia yang paling di utamakan sama orang tua chris. jadi dia yang bakal jadi bahan utamanya dan dia juga yang bakal lebih parah " ucap Yuda.
" oke "
" udah.. ayok ke kelas bentar lagi bel masuk " ucap Yuda melirik jam tangannya.
" jaga salwa! sampai ada lecet elu bakal nerima hukumannya " ucap wildan tajam lalu pergi berlalu terlebih dahulu.
" duluan " ucap Yuda dan zam zam.
" semua harap tenang! kita kedatangan murid baru.. silahkan masuk " ucap wali kelas.
chris yang malaspun langsung mendoakan kepalanya.
seorang siswi masuk dengan penuh percaya dirinya. rambut coklat gelapnya ia biarkan terurai dengan hiasan poni didahinya, wajahnya anggun penuh kharisma, penuh senyuman membius seisi kelas.
" silahkan perkenalkan diri "
" hallo semua.. namaku Hanna Stephanie, panggil aja Hanna pindahan dari Sidney salam kenal " ucap Hanna membuat seisi kelas tercengang.
__ADS_1
sebuah pesan masuk membuat chris langsung memeriksanya.
" bagaimana sama kejutannya? menarik bukan " papa
chris langsung menatap tak percaya ke arah Hanna yang tengah menatapnya sambil tersenyum penuh kemenangan.
" Hanna.. kamu bisa duduk di bangku yang ada di seblah chris. " ucap wali kelas.
" Terima kasih bu.. " ucap Hanna berjalan menuju bangkunya.
" wah.. kok bisa pas bisa duduk diseblahmu.. my future husband " ucap Hanna memelankan suara dan lebih menekan diakhir kalimat nya.
" gw bakal ngegagalin itu semua! " ucap chris penuh tekanan disetiap kalimat nya sambil menatap Hanna dengan tatapan keben ian dan api membaranya.
" oke.. kita lihat hasilnya " ucap Hanna santai mai membuka buku pelajaran nya.
" salam kenal ya! semoga betah " ucap sifri kepada Hanna dengan menampilkan senyuman manisnya.
" ayo kekantin bareng " ajak salwa ramah.
" oh.. aku selalu bawa makanan sendiri.. dari kecil udah dibiasakan makan makanan rumah, jadi maaf ya " ucap Hanna dengan angkuhnya.
" hehehe.. ya udah kita kekantin dulu " ucap salwa canggung.
" oke. "
" branded semua barangnya leh " ucap refa yang paham barang barang mahal dan branded.
" yoi. "
" pacar beda kasta, bukan. teman beda kasta, iya " ucap hilmi.
" woi! makanan itu dimakan jangan cuman didiemin" ucap zam zam mengejutkan mereka.
" bisa nggk sih.. nggk usah ngagetin " ucap refa.
" abis gemes.. liat kalian cuman ngediemin makanan, entar bel bunyi yng disalahin malah antrian " ucap zam zam.
" eh.. zakia mana ya? kita jarang liat dia disekolah " tanya salwa.
" hem... dia ada kok.. " ucap Yuda.
" kok jarang keliatan? biasa juga dia kekantin " ucap sifri.
" oh.. dia sekarang bawa bekal sendiri, katanya dia mau nabung buat beli album " ucap Yuda.
" oh.. pantas aja " ucap refa.
__ADS_1
" kenapa? " tanya zam zam.
" kemarin kita ngajak dia jalan tapi dia nolak.. ternyata lagi hemat " ucap refa.
" padahal dia tinggal bilang ke abangnya dah selesai, nanti juga langsung kubelikan " ucap Yuda.
" pengen mandiri dia " ucap refa.
" peka lah.. langsung aja kadoin " ucap sifri.
" hem.. liat nanti.. klo dia udah menunjukkan tanda-tanda nggak kuat " ucap Yuda santai.
" katanya kelas kalian ada anak baru? mana anaknya? " tanya zam zam.
" hem.. "
"jangan jangan kalian nggak ngajak lagi.. wah jahat" ucap zam zam.
" mana ada.. kita udah ngajak cuman dia nggak biasa makan makanan kantin " ucap refa.
" oalah... "
" bau bau orang kaya " ucap zam zam.
" memang.. barangnya loh brand terkenal semua " ucap refa.
" namanya siapa? pindahan dari mana? " tanya Yuda.
" namanya Hanna Sthepannie, dari Sydney " ucap sifri.
" oh.. "
" kalian nggak mesen makan? " tanya salwa.
" oh iya lupa! " ucap Wildan yang langsung ngacir membelah antrian.
" kalian berdua? " tanya sifri.
" kita udah mesen belom? " tanya zam zam.
" hem.. belom.. kita baru masuk kantin langsung kesini " ucap Yuda polos.
" wildan tunggu gua!!! " ucap zam zam yang panik menyusul kawannya itu, disusul oleh Yuda yang tetap berjalan santai.
" kita punya kakak kelas gini amat dah " ucap hilmi geleng-geleng kepala.
" ikut gue " ucap chris dingin.
__ADS_1
" oke ". Hanna langsung mengakhiri makan siangnya dan mengikuti chris.