Bintang Sekolah.

Bintang Sekolah.
BAB 5. SEBUAH PESTA.


__ADS_3

salwa berbaring terlentang diatas kasurnya ia terus melihat barang milik kak wildan.


" bagus banget ay.. kira kira ini buat siapa ya? pasti pacarnya, wah bakal heboh nih kalo anak sekolah tau kak wildan udah punya pacar bakal patah hati massal, pasti ceweknya cantik banget dah kayak putri didalam novel novel gitu" ucap salwa menatap kalung edisi terbatas yang kini ada ditangannya.


" hah.. mungkin aku juga bakal ikut acara patah hati massal " ucap salwa membuang nafas berat. ia tak memperhatikan kalung itu lagi ia menatap langit langit kamarnya yang ia hiasi lampu awan otomatis yang jika lampu dimatikan maka akan hidup.


kesunyian yang tercipta tiba tiba terpecahkan saat HP milik salwa berdering sebuah panggilan masuk ia pun dengan cepat menjawabnya.


" assalamu'alaikum, " salam salwa.


" waalaikum salam, salwa kita dapat acara manggung diulang tahunnya temanku " ucap sifri senang. salwa yang tadinya murungpun. langsung bersinar.


" wah!!! kapan? " tanya salwa antusias karna sudah lama ini ia tak dapat undangan untuk menyanyi.


" dua hari lagi ok! " ucap sifri


" ok. ". sambungan telepon pun terputus.


salwa senang bukan main ia bahkan menarikan tarian andalannya yang hanya ia seorang yang tau.


keesokan paginya...


salwa berangkat lebih awal agar ia bisa mengembalikan barang milik kak wildan tanpa dilihat oleh murid lain. bahkan ia rela meninggalkan waktu sarapannya demi bisa cepat sampai sekolah.


Dan seperti dugaannya kak wildan dan kedua kawan dekatnya tengah menunggunya dibagian parkir sepeda.


" ini kak barang nya " ucap salwa menyerahkan barang tersebut begitu ia selesai memarkirkan sepedanya. tanpa basa basi wildan langsung mengambilnya dan berlalu dari hadapan salwa.


" bilang makasih napa " ucap salwa lirih menutup tasnya.


" memang gitu anaknya kalo sama orang, minta disantet " ucap zam zam enteng tanpa dosa.


" yang kuat ya punya kakak kelas kayak dia. kita duluan fighting! " ucap Yuda lalu membawa zamzam berlalu menyusul wildan.


" ndak usah dipikir terlalu keras pikirin aja acaranya gimana " ucap salwa menyemangati diri sendiri setelah itu iapun menuju kelasnya.


" gitaris kesayangan kita udah dikasih taukan sal? " tanya sifri lirih takut ketahuan guru yang sedang menjelaskan didepan kelas.


" udak kok tenang aja " ucap salwa memberikan jempol.


" nanti pulang sekolah " ucap sifri.


" oke! demi cuan and fans! " ucap salwa pelan.

__ADS_1


" wil, entar pas acara datang kan? " tanya zamzam.


" datang lah, habis aku kalo ndak datang. " ucap wildan.


" hadiahnya bagus juga. " puji yuda memperhatikan kalung yang ada ditangannya.


" sini. " ucap wildan mengambil kaling tersebut dan menaruhnya dikotak yang sudah ia siapkan.


" pulang sekolah ini enak nya kemana ya? " tanya zamzam ke dirinya sendiri.


" emangnya kamu ndak ada les apa? " tanya yuda.


" yang ngajar les bilang hari ini libur " ucap zamzam.


" kekuburan enak, sepi sunyi " ucap wildan.


" wah idemu bagus sekali, tapi tak akan aku turuti. " ucap zamzam.


" latihan musik gimana? kita udah lama ndak latihan " ucap yuda.


" ok. "


" sekolah ndak ada buat grup bantu cewek kah?" tanya zamzam.


" enak kalo ada kita bisa duet " ucap zamzam.


" dah diem lu. nih tugasmu belum selesai " ucap Yuda yang menunjukkan tugas milik zamzam sedangkan ia dan wildan sudah akan mengumpulkan tugas.


" wah kalian ndak nungguin " ucap zamzam sambil mengerjakan tugasnya.


" lu nyocos terus " ucap wildan.


₩₩₩


Hari H.


sebuah pesta diselenggarakan dengan megahnya di sebuah hotel yang cukup terkenal.


banyak tamu istimewa yang datang dengan mengenakan pakaian terbaik mereka.


" ini betul tempatnya kan sif? " tanya salwa yang berdiri di pintu masuk ruangan yang acara.


" iya ini tempatnya " ucap sifri yang juga terkagum kagum.

__ADS_1


" wuh... makan enak " ucap kak setya kakak sepupu sekaligus gitaris yang selalu menemani salwa dan sifri manggung.


" makan terus dah " ucap sifri.


" kalo kutau kita bakal diundang ke acara resmi gini aku bakal pake baju yang lebih cocok " ucap salwa mulai kehilangan kepercayaan diri.


" sama. coba dia kasih tau " ucap sifri.


" gak papa kok kalian juga udah cantik kok pake baju ini, cantik itu relatif " ucap kak setya memuji mereka.


" kalian emangnya ndak liat apa? aku juga pake baju kayak kalian " lanjut kak setya. menunjukkan bajunya yang juga tak begitu pantas untuk mendatangi acara resmi. salwa dan sifri pun mulai menarik nafas mengumpulkan kembali kepercayaan diri mereka.


" ayo masuk! " ucap mereka mantap. merekapun masuk ketempat acara. mereka semakin terkagum kagum dengan dekorasi yang sangat bagus.


" eh.. sorry ndak kasih tau tentang acaranya secara detail ya " ucap seorang gadis rupawan muncul dengan mengenakan gaun berwarna biru muda.


" iya gak papa kok " ucap sifri menampilkan senyum manisnya.


" soalnya aku juga baru dikasih tau perubahan acaranya 2 jam yang lalu. biasa bukan aku yang mau ngadain tapi tuh para kakak kakak tak bertanggung jawab. " ucap nya sedikit kesal.


" yang sabar dah ya mel " ucap sifri.


" aku cuman mau yang sederhana aja eh.. malah gini, papa bilang ini gabung sama acaranya tunangannya kakakku, emang gak bisa apa dipisah aja? " ucap amel yang kesal.


" yang sabar dah ya " ucap sifri.


" ya udah aku mau kebelakang dulu ya, ouh ya kalo laper kalian langsung makan aja itu panggung kalian ya semoga lancar " ucap amel lalu pergi.


" mumpung acaranya belum dimulai kita makan bentar yuk! anakku udah laper " ucap kak setya.


" ok dah. aku takut entar pas nyanyi kakak keguguran " ucap salwa.



tempat salwa dan kawan kawan nyanyi... anggap aja ada 3 kursi disitu.



tempat tunangan ama ulang tahunnya.



tempat para tamu.

__ADS_1


__ADS_2