
wildan tengah duduk termenung di jendela kamarnya. kali ini kedua Sahabat nya tak main ke rumahnya mereka tengah punya acara masing masing. dihadapannya nampak buku lirik lagu yang sama sekali tak tersentuh posisinya masih sama seperti sedia kala. ia hanya memandang bukunya tanpa ada niatan untuk membukanya ataupun menggeser nya sedikit. yang ada dipikirannya hanya satu dia.
' mungkin aku udah salah menilai.. aku pikir dia cewek yang mudah nyerah... sekuat dan sekeras apapun aku ngelatih tapi ternyata ndak sedih ataupun nyerah dia bisa tahan itu semua dibalik sifat cerianya... apa aku harus pikir pikir lagi... untuk bersifat kedepannya? ' batin Wildan penuh tanya.
' aish... sadar woy.. mikirin dia terus.... sadar... fokus kita buat lirik baru... ' batin Wildan.
iapun mulai membuka bukunya berusaha untuk mendapatkan inspirasi tapi hasilnya tetap sama tak ada inspirasi yang terlewat dibenaknya hanya dia, membuatnya mulai frustasi ia menutup bukunya dengan emosi dan melihat keluar jendela kamarnya yang berada di lantai 2 membuatnya dengan mudah dan jelas apa yang terjadi dibawah sana.
" pergi jalan enak kali ya... gak papa dah sendiri.. " ucap Wildan memutuskan tuk pergi jalan jalan sendiri. ia memilih untuk mengendarai sepeda gunung hitam favorit nya sambil mendengarkan musik iapun mulai meninggalkan rumah nya.sesekali mulutnya ikut menyanyi mengikuti lagu.
' kekafe sini aja dah... ndak begitu ramai bisa sambil cari inspirasi ' ucap Wildan memarkirkan sepedanya.
ia memesan kopi americano, memilih meja paling ujung yang tak begitu ramai membuat dirinya bisa santai menulis lirik lagunya.
salwa tengah berbelanja bulanan pribadinya sendirian tanpa ada yang menemani semua sahabatnya punya urusan pribadi yang tak bisa menemani salwa.
' huh... capeknya... nih barang juga susah betul dicari ' batin salwa membawa 1 kantong plastik berisi kebutuhan pribadinya seperti masker wajah organik dengan beberapa varian, alat pengangkatan komedo, perawatan rambut dan semacam nya.
" huh... mampir ke kafe biasa dah... buat ngelepas dahaga ini " ucap salwa iapun dengan girang menuju kafe.
ia memesan ice coffe ukuran sedang dan cake coklat kesukaan nya ia juga memilih bangku paling ujung tempat dimana ia dan sahabat sahabat nya duduk.
" ah... leganya... " ucap salwa begitu meminum icenya.
" hm... rasanya masih sama... " ucap salwa lirih menikmati cakenya.
ketenangan salwa pun hilang saat seseorang menelpon nya dengan sedikit kesal iapun menjawabnya. tak menghiraukan orang yang ada dimeja seblahnha
" ah.. ya hallo.... kenapa???! "
" apa! kenapa baru bilang sekarang... gak mau ah... aku dah selesai belanjanya. "
" aku ada di kafe biasa kenapa sih dah lah bye! " ucap salwa menutup telepon dan melanjutkan makannya.
Wildan yang tadinya damai tiba tiba tak lagi disaat orang yang duduk disebkah mejanya mendapat panggilan dari seseorang baru saja ia akan menegurnya tapi langsung tak jadi saat tau siapa yang duduk di meja seblahnya.
" sayang! " panggil seseorang yang baru masuk kafe sambil melambaikan tangan kearah salwa membuat seluruh mat tertuju padanya bahkan Wildan pun sampai terkejut
__ADS_1
" saya pesan yang kayak dia " ucap nya pada pelayan.
" sayang..... kamu ngambek ya dah jangan ngambek... nih barang yang kamu cari aku dapet ditoko dekat sini " ucap nya menyerahkan paper bag kecil ke salwa. salwapin memeriksa nya dan langsung membuat matanya berbinar..
" wah....kakak hebat aku aja cuman dapet 1 itupun tadi harus rebutan sama kakak kakak kuliah,kakak dengan mudahnya dapet 5 biji wah... kalo belanja sama kakak aja dah " ucap salwa girang.
" cium donk!" ucap nya menunjuk pipinya sambil tersenyum. salwa pun menepuk pipi nya pelan.
" mulai ya... " ucap salwa gemas.
' mereka pacaran kah? ' batin Wildan bertanya-tanya.
" kak setya nanti mau kemana? " tanya salwa.
" mau kehatimu " ucap kak setya yang langsung disuapkan cake oleh salwa.
" manis kayak yang nyuapin " ucap kak setya sambil menatap salwa yang tengah tersipu. Wildan yang melihatnya pun semakin yakin jika mereka tengah memiliki hubungan yang serius karna moodnya hilang iapun keluar dari kafe.
' bikin mood ilang aja ' batin Wildan ia memutuskan untuk pulang.
" tumben kakak baik begini " ucap salwa.
" wah jadi populer sungguh melelahkan dan membahayakan. " ucap salwa.
" dah pulang yuk " ucap kak setya meninggalkan sejumlah uang dan menarik salwa keluar.
" kakak yang gonceng kamu " ucap kak setya.
" ok! " ucap salwa.
awalnya ia yang kesal pada kakak sepupunya ini tapi langsung hilang saat melihat senyum bahagia dari mulut kakaknya. senyum yang mampu membuat salwa kembali hidup.
" abis dari mana?? kusut betul tuh muka " ucap zam zam begitu Wildan tiba dirumahnya.
" gak apa apa cuman gak ada mood aja.. " ucap Wildan berjalan masuk kedalam rumah.
" kayaknya emang biasanya dia kayak gitu ya " ucap Yuda yang datang dengan membawa beberapa kantong cemilan.
__ADS_1
" tapi aku merasat aura yang berbeda dari dalam tubuhnya ya apa cuman firasatku aja? " ucap zam zam penuh tanya.
" dah lah ayo masuk " ucap Yuda masuk disusul zamzam.
₩₩₩.
( grup percakapan salwa and para bestie..)
' sif gimana ama kencanmu?? lancar jaya?? ' refa.
' lancar lah bosku... ' sifri.
' nonton film apa? ' salwa.
' layangan putus ' sifri.
' wah kok gitu ' ucap nilna.
' kebawa gugup... kita sama sama baru pertama kali kencan ' sifri.
' makan dimana? ' refa.
' ndak begitu ingat namanya pokok kita makan tteokbokki ' sifri.
' wah.. kalian makan bareng? ' nilna.
' iya. dia yang bayar ' sifri.
' wah enaknya ' refa.
' kalo ada waktu dia mau ngajak aku jalan lagi katanya dia bakal siapin jadi kita ndak kayak hari ini ' sifri.
' ah...... ' salwa.
' dah malam... met bobok! ' refa.
' too.... bye! ' nilna.
__ADS_1
grup pun wafat...