
Salwa menatap langit- langit kamarnya, buku yang ingin dia baca kini hanya terbuka diatas perutnya. sudah hampir setengah jam ia hanya terdiam sambil menatap langit langit kamar tanpa sedikit pun ingin mulai membuka bukunya dan kembali melanjutkan bacaannya yang kemarin.
" Dan kamu termasuk didalamnya " ucap salwa lirih.
kata kata wildan tadi sore masih teringang-ngiang ditelinga dan pikiran nya, wajah yang sambil tersenyum saat mengatakannya masih terus melekat dalam pengelihatan salwa.
" terlalu syulit lupakan wajahnya.. terlalu syulit lupakan kalimat nya.. " ucap salwa.
" terlalu syulit lupakan wildan.... "
" eh.. salah.. plis jangan sampek lupa.. " ucap salwa yang tersadar.
" arghhhh... Nah kan... jadi tambah berharap. " ucap salwa duduk.
" ayok sadar... sadar... sadar..., tapi males sadar... terlalu indah buat sadar.. dan terlalu menyakitkan untuk menerima kenyataan, serba salah." ucap salwa lesu.
" dah lah.. mending mari baca buku! " ucap salwa membuka bukunya.
5 menit kemudian..
" arghhhh nggak bisa fokus!! " ucap salwa frustasi menutup bukunya.
₩₩₩
" oi " panggil zam zam.
" apah? " ucap Yuda.
" tuh makhluk satu kenapa ya? " tanya zam zam menunjuk Wildan yang tengah mengelus- elus kucing kampung miliknya yang baru saja ia temukan sehabis mengantar pulang salwa, ia terus tersenyum dan terkadang tertawa pelan sambil menatap kucingnya.
" abis dapet kucing mungkin " ucap Yuda.
" kok creepy ya " ucap zam zam merinding.
" mukamu imut, hidungmu mancung, senyummu terlalu syulit tuk dilupakan " senandung wildan pelan.
" hah! lu nyanyi apaan tadi? " tanya zam zam yang telinganya super duper tajem pendengaran nya.
" ah.. nggak ada.. dia cantik ya " ucap wildan menunjukkan kucingnya sambil tersenyum lebar. dan langsung membuat kedua kawannya merinding.
" kayaknya bukan karena kucing dah " ucap zam zam.
" iyap bener " ucap Yuda.
" diks dia butuh dirukiyah " ucap zam zam.
" setuju. "
__ADS_1
wildan tak mengubris kedua sahabat nya itu ia tetap fokus bermain dengan kucingnya.
" nggak bisa dibiarkan! " ucap zam zam turun tangan. ia langsung mengambil kucing dari pelukan wildan, menurunkannya pelan dilantai.
" LOH KENAPA BANG***!!!!. KALO LO PUNYA MASALAH CERITA!!! " ucap zam zam mengguncang tubuh wildan. wildan hanya tersenyum lalu beranjak mengambil kucing nya.
" Aku waras kok... cuman lagi happy aja " ucap wildan dengan ekspresi seperti biasanya.
" jangan bilang kau habis ama L***e!? " tebak Yuda yang langsung membuat seisi kamar terdiam.
" BANG**T.. NGGAK YA.. KERE! SAYA MAH ANAKNYA ALIM NGGAK BAKAL KEK GITU. STAY HALAL BROTHERS! " ucap wildan.
" wow wow wow santai aja, kan cuman nebak. jadi kenapa dari tadi kek orang stress? " tanya Yuda.
" habis ngedate sama si dia " ucap wildan. telinganya memerah Seketika.
" paling ya sama salwa " ucap zam zam.
" benar! " ucap wildan telinga dan wajahnya langsung merah merona.
" nah gini sudah kalo gunung es sudah mencair. tau nggak saya pengen ngapain sekarang? " tanya zam zam.
" apa tu" tanya wildan.
" aku sekarang pengen timpuk mukamu pake KBBI yang lagi duduk manis dirak lemari bukumu " ucap zam zam.
" pengen muntah aku " ucap zam zam.
" bang***! " ucap wildan menurunkan kucing dari pangkuannya dan mulai menyerang zam zam dengan gelitikkan mautnya.
" hahahahhahahahahahahaha... woyy.. hahaha.. bang***.. stoooooop... yud... hahhahahaha ".zam zam berusaha tuk lepas dari wildan namun usahanya sia-sia, Yuda hanya melihat zam zam lalu mulai menghitung.
" 1...2...."
" woyy cepetan.. hahahahaha.. hahahaha.. "
" oke.. kita serang balik! " ucap Yuda menggelitik wildan membuat zam zam terlepas.
" hahahahahahahahahahahaha.. "
" heh.. heh... saatnya pembalasan! " ucap zam zam lalu ikut menyerang wildan.
₩₩₩
" nih.. tiket bioskop buatmu " ucap key menyerahkan 2 tiket film yang tengah panas dibicarakan dikalangan semua usia.
" loh kok dua? " tanya chris.
__ADS_1
" sengaja, ajak siapa gitu buat nonton... ajak gebetanmu " ucap key.
" heh.. iya dah.. " ucap Chris.
" sat set.. selama dia belum dimiliki seseorang " ucap key.
" hahaha.. emang sempat? kita nggak tau kapan harus berhenti " ucap Chris.
" ayolah.. positif thinking dulu.. apa salahnya berjuang kembali " ucap key.
" oke lah "
" ini tiketnya gratis kan? lu nggak minta yang aneh aneh kan? " tanya Chris memastikan.
" hehe.. masakin aku mie.. serius mie buatanmu itu uenak pooll " ucap key mengeluarkan mie yang entah datang dari mana.
" oke.. " ucap Chris mengambil mie dari tangan key lalu langsung kedapur.
" thanks! " ucap key.
" pake telor apa nggk?! " teriak chris dari dapur.
" pake! ".chris keluar dari dapur dengan membawa mangkok kecil kosong.
" loh buat apa? " tanya key yang tak paham.
" katanya pake telor, ini aku mau ngambil telurnya " ucap chris.
" loh.. ya jangan diambil " ucap key menjaga masa depannya dengan tangannya. wajah chris langsung datar, ia langsung mengetek dahi key.
" tak! "
" aww! "
" otak lu janga traveling mulu.. " ucap chris lalu membuka kain di samping key dan mengambil beberapa telur.
" ya maap.. kukira telur itu " ucap key.
" heh.. " chris pun manuju kedapur melanjutkan memasak.
tak selang beberapa lama chris kembali dengan membawa nampan berisi mie milik key dan nasi goreng untuknya sendiri.
" wah.. makasih " ucap key mengambil mangkoknya.
" makasih kembali buat tiketnya. " ucap chris. mereka menikmati makanan mereka sambil menonton drakor di salah satu siaran TV.
₩₩₩
__ADS_1