Bintang Sekolah.

Bintang Sekolah.
BAB 8. HARI PERTAMA LATIHAN!


__ADS_3

sifri tengah menginap dirumah salwa karna kedua orang tuanya tengah ada urusan bisnis di luar kota dan sang kakak laki lakinya sedang tinggal di asrama. mereka tengah melakukan rutinitas sebelum tidur yaitu maskeran.


" sal.. " panggil sifri yang tengah meratakan masker alpukat diwajahnya.


" apa sif? " tanya salwa dengan sedikit tak jelas tak ingin maskernya retak.


" besok hari pertama kita latihan ya. " ucap sifri.


" iya. katanya gurunya killer " ucap salwa


" killer killer gitu katanya ganteng loh... di ignya wuh... banyak yang follow " ucap sifri.


" tapi tetep aja serem kalo marah entar " ucap salwa.


" gak papa dah yang penting tiap hari bisa ngeliat orang ganteng " ucap sifri yang sudah selesai meratakanaskee diwajahnya lalu duduk di samping salwa yang tengah membaca buku novel.


" hem... sif sif... kayaknya kita tiap hari selalu ngeliatin orang ganteng disekolah emang masih kurang? " tanya salwa.


" siapa ganteng? " tanya sifri.


" tuh temannya kak shobirin si Daniel " ucap salwa.


" ouh iya si dia... tapikan aku jarang ketemu " ucap sifri.


" emang disekolah ndak ada yang ganteng gitu selain tuh dua orang? segitu banyaknya loh " ucap salwa.


" iya dah... baca novel apa sih?? serius betul " ucap sifri.


" buku biografi tentang orang orang yang sekarang sukses. " ucap salwa.


" ndak bikin ngantuk apa? " tanya sifri.


" biasa aja sih " ucap salwa..


Tiba-tiba saja sebuah panggilan telepon masuk dihp sifri iapun dengan segera menjawabnya saat ia membaca nama sangat penelepon. ' kepsek '


" assalamualaikum pak. iya dengan saya sendiri " ucap salwa


" siapa? " tanya salwa dengan bahaya isyarat jari.

__ADS_1


" pak rehan " ucap sifri tanpa suara hanya mulutnya yang terbuka.


" oh.. gitu pak Terima kasih atas infonya.. ya waalaikum salam. " sifripun memutuskan sambungan telpon.


" kenapa? " tanya salwa.


" yang ngajar kita nanti itu bukan guru yang killer, udah diganti " ucap sifri sedikit kecewa karena tak bisa latihan bersama dengan guru senior mereka.


" emang siapa yang ngajarin entar? " tanya salwa.


" ndk di kasih tau cuman disuruh buat siap siap mental ama jangan kaku. " ucap sifri.


" wah... sungguh misterius. " ucap salwa.


₩₩₩.


" masih lama ndak sih datangnya? " ucap sifri yang sudah mulai kesal karna guru yang membimbing mereka belum juga sampai padahal mereka berdua sudah menggunakan sejak 15 menit yang lalu diruang ekskul musik.


" aku laper " ucap salwa yang wajahnya sudah tak karuan menahan lapar.


" ayo makan dulu " ucap sifri mengeluarkan cemilan gawat darurat nya.


" ok " . mereka pun mengisi perut sambil menyanyikan beberapa lagu santai.


" kayak cewek biasa nya kali. ' omo!! oppa!!! aigo!! ' " ucap Yuda menirukan gaya perempuan seperti di drakor drakor yang ia tonton tempo hari dengan gaya yang sangat berlebihan.


" kita udah buat mereka nungguin selama kurang lebih 15 menitan gara gara tuh si cacing pita ke toilet tadi " ucap wildan. sedang kan yang disebut cacing pita pun langsung tak Terima.


" woy... ini semua gak bakal terjadi kalo lu tadi ndak ngajak taruhan dito makan mie pake boncabe level 50 5 bungkus " ucap zam zam.


sedangkan kedua kawannya hanya cekikikan saat mengingat wajah zam zam yang sudah merah padam saat baru makan 1 sendok mie.


" yang sabar ya punya temen kayak kita " ucap Yuda.


" selamat siang para muridku! " ucap zamzam membuka pintu ruangan membuat sifri dan salwa yang tengah makan kaget.


" Allah! "


" wow santuy aja kalian bukan ketemu setan kok " ucap zam zam tak begitu suka dengan reaksi mereka.

__ADS_1


" maaf kak ada urusan apa ya? " tanya salwa.


" kita bakal ngajarin kalian sampai kalian debut nanti " ucap wildan yang langsung to the point.


" what??!! "


" ndak usah kaget gitu. santuy aja ya kita juga bukan tipe orang yang suka marah marah. " ucap zam zam.


" kita juga gak bakal apa apain kalian kok jadi ndak perlu takut dan khawatir berlebih " ucap Yuda.


" ok kita mulai aja latihannya buat menyingkat waktu yang tadi kepotong karna ulah dari si cacing pita " ucap wildan. sedangkan yang dipanggil cacing pita langsung cemberut.


" ok ".


mereka berlatih dengan serius demi hasil yang terbaik nanti. selama latihan pula sifat wildan berubah drastis sangat berbeda saat ia bertemu dengan salwa. ia lebih jarang marah dan banyak bersabar bahkan sesekali ia tertawa saat zamzam berusaha mencair kan suasana ruang latihan dengan beberapa lagu dadakan yang ia ciptakan.


' kak wildan yang ini lebih hangat ' batin salwa.


" ini buat latihan kalian ok. dan besok kita latihan lagi. " ucap Yuda memberikan salwa dan sifri buku catatan.


" ok "


" kita ini sebetulnya bukan guru resmi nya, kita cuman gantikan kak Ega soalnya dia lagi ada urusan diluar kota sekitar 2 minggu lagi baru balik, jadi kalian sementara ini bisa latihannya santai dan bisa memperbaiki suara sama alunan musiknya supaya nanti ndak begitu banyak diamuk sama Kak Ega. " ucap wildan.


" ok... sekian hari ini selamat sore dan semoga selamat sampai tujuan kelas bubar " ucap zam zam menutup latihan hari ini.


mereka pun berjalan bersama menuju parkiran.


" wah.. kalian kalo ke sekolah naik sepeda ya " ucap Yuda.


" iya kak. emangnya kenapa ya? " tanya sifri yang tak begitu nyaman dengan ucapan kak Yuda.


" ndak papa sih cuman antik aja gitu jadi gemesin " ucap kak Yuda


" ya udah kak kita duluan " ucap salwa mengayuh sepedanya disusul sifri.


" suka alam. mulai besok aku bawa sepeda aja dah ndak usah naik motor " ucap Yuda.


" aku juga!!! biar ndak dimarahin emak terus! ucap zamzam.

__ADS_1


" dah lah aku duluan " ucap wildan pergi menaiki motor nya meningggalkan kedua sahabat nya.


" woy! "


__ADS_2