
Hi namaku chris terlahir dari keluarga kalangan elit sedari kecil hidup tanpa kekurangan sedikit pun apapun yang kumau pasti bisa kudapatkan nun semua itu harus dibayar dengan menuruti kemauan orang tuaku. menuruti apa yang mereka katakan dan inginkan segalanya sudah diatur bahakna sampai impianku.
mungkin orang orang berpikir jika sangat beruntung dan hidup bahagia tak ada air mata tak ada derita, itu karena aku menutupinya dengan rapi.
kakak pertamaku sukses dibidang musik begitu juga kakak kedua ku mereka memiliki banyak prestasi dari masih kecil. terlalu banyak aturan, terlalu sesak sampai aku susah bernafas.
hingga kuputuskan tuk pergi dari rumah. tinggal bersama dengan nenek hanya berdua dan sederhana tapi membuatku sungguh nyaman, aku bisa bernafas dengan mudah.. tak ada lagi aturan yang selalu mengikat ku semua bisa kulakukan sesukaku.
" chris kembali kerumah atau seluruh asetmu akan mama sita! " ucap mama dengan
" aku gak mau kembali.. aku mau tetap disini " ucapku mantap menatap wajah ibuku. nenekku yang juga duduk bersama diruang tamu hanya terdiam.
" CHRIS! dengerin mamamu... mana kesopanan mu! " ucap papaku yang juga kesal.
" kamu yakin tetap disini? dengan fasilitas sekolah tak selengkap sekolah yang mama sama papa pilihkan... itu sekolah kelas elit chris! " ucap mama berusaha membujukku agar kembali.
" aku tetap disini apapun konsekuensi nya " ucapku mantap ku keluarkan apa yang sedari dulu kupendam.
" karena hanya disini ku baru bisa merasakan hidup seperti manusia bukan boneka "
__ADS_1
mama dan papa nampak terkejut dengan apa yang baru saja kukatakan.
" chris... " bujuk nenek.
" intinya aku gak mau kembali kerumah aku cuman mau tinggal disini jangan paksa aku lagi " ucapku lalu pergi masuk kedalam kamar.
" oke fine! mulai sekarang rekening kamu mama bekukan sampai kamu berubah pikiran! ayo pa " ucap mama dengan nada lantang lalu pergi bersamaku papa. jatuh sudah air mata yang sedari tadi kutahan didepan mereka akhirnya setelah sekian lama kutahan keluar.
" chris.. " panggil nenek sambil mengetuk pintu kamarku cepat cepat kuhapus air mataku dan membuka pintu nenek langsung memelukku.
" keluarkan semuanya " ucal nenek pelan. air mataku keluar dengan derasnya sambil memeluk nenek.
₩₩₩
selama sekolah aku tak mempunyai teman satupun hingga ada yang menawarkan sebuah pertemanan.
" kali butuh temen gabung sama kita boleh kok " ucapnya sambil tersenyum.
aku sudah mengenalnya saat pertama kali mos hanya sebatas tau. gadis yang terkenal dengan sifat bersahabat nya dan juga ceroboh nya 'salwa'
__ADS_1
" lagi mikirin apa kok serius betul? " tanya salwa membuyarkan lamunanku kubalas dengen senyuman.
" hari ini kita mau belajar bareng.. mau ikut apa ndak? " tanya nilna.
" hari ini aku ada siff " ucapku menolak andai saja tak ada aku akan dengan senang hati menerimanya.
" yah... gak seru dah... " ucap nilna
" gini aja hari minggu libur apa ndak? " tanya salwa.
" iya libur gak ada siff " jawabku.
" hari itu aja sekalian kita ngerjain tugas kelompok, kitakan satu kelompok ama doni " ucap salwa.
" hm... oke "
" mau kekantin apa ndak? " tanya nilna.
" ndak. kalian aja " ucapku.. demi menghemat biaya aku jarang makan dikantin lebih memilih membawa bekal atau tidur.
__ADS_1
" ouh ya udah kita duluan bye! "
kehidupan sekolahku yang menyenangkan pun baru saja dimulai.....