
sepulang sekolah seperti rencana yang telah mereka rencanakan mengantarkan salwa pulang lalu pergi berbelanja di sebuah swalayan yang cukup besar. mereka pergi dari satu deret rak satu kerak satu yang lain mencari barang yang mereka cari.
sementara itu salwa yang berada didepan sibuk mencari barang sedangkan 2 orang jantan tengah saling beradu tatapan tajam, saling berebut keranjang yang mana mereka bawa bersama.
' dasar parasit ' batin wildan.
' heh.. kakek tua ' batin chris sambil bertarik tarik keranjang dengan wildan.
" Hem.. yang ini aja kah kak? " tanya salwa yang berbalik langsung membuat mereka terkejut dan bertingkah biasa saja.
" iya.. " ucap wildan tersenyum.
" okeh.. apa lagi nih? " tanya salwa sembari memasukkan gelang kedalam keranjang.
" ayok lanjut nyari sambil jalan aja... " ucap wildan.
" oke "
" kak setya! " panggil salwa ke seseorang yang tengah memilih makanan ringan.
" eh? sayangku cintaku! " ucap kak setya memeluk salwa erat begitu juga salwa yang langsung membuat wildan dan chris cemburu.
"kakak apa kabar? " tanya salwa begitu lepasan terbuka dan digantikan dengan genggaman tangan. dan itu semakin membuat dua makhluk yang ada dibelakangnya semakin panas, tatapan mereka ke kak setya adalah tatapan pertarungan, dan kak setya mengerti semuanya.
" baik banget kok, aku kangen banget elu.. my bunny. " ucap kak setya semakin memanas manasi mereka.
" wildan? " tanya kak setya.
" iya.. " ucap Wildan kembali memasang wajah biasa saja dan tersenyum miring.
" ah.. yang waktu itu ikut api unggunan? " tebak kak setya mencoba mengingat.
" iyap bener " ucap wildan yang agak bangga karena telah dikenali oleh kak setya.
" ini temenku kak.. namanya Chris " ucap salwa mengenalkan.
" ah.. salam kenal aq setya kakak sepupu salwa. " ucap kak setya sambil berjabat tangan dengan Chris.
__ADS_1
" nah mumpung kita ketemu disini gimana kalo kita sekalian makan bareng.. kalian belum pada makan kan? " tanya kak setya.
" ah.. nggak usah kak.. nggak perlu repot repot " ucap wildan.
" udah nggak sungkan.. anggap aja sebagai ucapan Terima kasih karena udah mau nemenin adekku belanja. " ucap kak setya.
" kita selesai dulu belanjanya ya.. " ucap salwa.
" okeh. "
selesai berbelanja mereka langsung menuju kafe yang tak jauh dari tempat mereka berbelanja. kak setya duduk bersebelahan, membuat wildan dan chris dapat melihat keduanya tengah bertingkah manis.
" hah.. kok jadi gerah ya " ucap wildan lirih saat melihat kak setya membersihkan makanan yang menempel diujung bibir salwa menggunakan tisu.
" duh.. sambal mana sambal " ucap Chris mencari sambal yang juga melihatnya, langsung menambahkan banyak sambal di baksonya.
" aku juga " ucap wildan yang juga menambahkan sambal di baksonya.
" kuat? " tanya kak setya yang speechless.
" kuat! " ucap wildan dan Chris kompak.
" cakenya enak? " tanya kak setya.
" enak banget kak.. " ucap salwa senang.
" mbak cake nya yang kayak gini satu lagi " ucap kak setya.
" oke.. silahkan ditunggu ya mas "
" loh buat siapa? " tanya salwa.
" buat kamu.. soalnya aku tau kalo kamu bakal nambah lagi " ucap kak setya.
wajah Chris dan wildan langsung merah begitu mereka memakan bakso penuh sambal mereka, keringat langsung keluar secara brutalnya. Ditambah melihat adegan yang tersuguhkan didepan mereka, semakin membuat mereka brutal menambahkan sambal kemangkok mereka.
" aduh kak.. jangan banyak banyak.. nanti sakit perut.. kamu juga Chris.. " ucap salwa merebut wadah sambal dari mereka.
__ADS_1
" nggak papa kok.. nggak bakal kenapa kenapa " ucap Chris sambil menahan pedas.
" udah nggak usah kalian dah kepedesan itu nah, sampek nangis " ucap salwa menatap mereka yang sudah menitikan air mata.
" mbak minta air angetnya 2 " ucap salwa.
" sebentar ya ".
" kalian kenapa sih? " tanya kak setya.
" nggak kenapa kenapa kok.. cuman lagi pengen aja makan yang puedes pooooll yakan " ucap wildan merangkul Chris.
" nah bener " ucap Chris membalas rangkulan wildan.
" ini kak air hangat nya ".wildan dan Chris langsung menghabiskan air hangat nya dengan brutal.
" tuhkan tadi bilang nggak papa.. " ucap salwa. wildan dan Chris hanya diam mendengar salwa yang tengah memarahi mereka.
" nah kan.. entar kalo sakit susah sendiri... " ucap salwa.
" udah.. makanannya juga udah habis " ucap kak setya.
" kita nggak papa kok.. lambung kita kuat " ucap Chris sambil menunjukkan otot tangannya.
" ini cakenya " ucap pelayan membawakan cake.
" minta 2 lagi kak buat mereka " ucap salwa seraya menunjuk wildan dan Chris yang masih kepedasan.
" oke.. silahkan ditunggu. ". tak berapa lama kemudia pelayan membawakan cake yang sama dan langsung dilahap oleh mereka.
" nah.. awas diulangin lagi.. " ucap salwa memberi peringatan.
" iya.. nggak bakal keulang lagi " ucap wildan. setelah selesai, mereka memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing.
" duluan kak, Chris " ucap salwa lalu pergi meluncur dengan kak setya.
begitu salwa dan kak setya menghilangkan di lampu merah wildan dan Chris langsung berlari menuju toilet, rasa sakit yang mereka tahan sedari tadi kini tak bisa ditahan untuk waktu yang lebih lama.
__ADS_1
' seharusnya tadi nggak usah sampek segitunya ' batin mereka berdua dibilik masing-masing.