Bintang Sekolah.

Bintang Sekolah.
BAB 22. SUNSHINE CAFE PART 2.


__ADS_3

salwa berangkat menuju cafe dengan tergesa-gesa sambil mengerutu.


" aih... coba aja semalem gak sakit perut pasti gak bakal kesiangan.. " ucap salwa sambil terus mengayuh sepedanya menuju cafe.


" haish... coba aja mereka gak maksa buat begadang nonton film pasti gak bakal kesiangan " gerutu wildan tang baru berangkatkan.


" buru buru amat tuh anak " ucap zam zam yang melihat wildan dari jendela sambil menikmati sarapannya.


" ada janji ama salwa " ucap Yuda.


" wih... kencan? " tanya zam zam antusias.


" gak.. tapi les privat " ucap Yuda.


" what?! kukira bakal libur soalnya semalem mau begadang " ucap zam zam.


" semalem dia mau karna lu maksa... dah lah mau mandi " ucap Yuda berlalu menuju kamar mandi.


" aduh.. bakal ngamuk ndak ya " ucap salwa yang baru tiba.


" udah nungguin dari tadi ini.. " ucap wildan yang baru saja selesai parkir.


dengan langkah terburu buru iapun melangkah masuk kedalam.


" eh.. chris?! " ucap salwa yang berpapasan dengan chris dipintu masuk.


" eh.. Hai sama siapa kesini? " tanya chris yang juga akan masuk kedalam cafe.


" sendiri tapi ada janji sama kakak kelas. " ucap salwa.


" ah... ya udah yuk! " ucap chris mereka pun masuk bersama. sedangkan tak jauh dari pintu masuk nampak wildan tengah berdiri mematung dengan sendirinya.


" duh.. kok malah diem dah lah masuk " ucap wildan masuk kedalam cafe.


' kok malah berhenti mendadak ya? ' batin wildan.


" kesini sama siapa? " tanya salwa.


" sama temen " ucap chris.


" temennya mana? " tanya salwa.


" lagi nelpon diluar makanya aku masuk duluan" ucap chris.


" ini mejaku... mau gabung dulu apa pisah? " tanya chris duduk di meja dekat pintu masuk.


" pisah aja bye bye " ucap salwa berjalan menuju meja paling pojok dibagian belakang.


" sorry telat " ucap wildan .


" aku juga baru datang " ucap salwa.


" mau pesan apa? " tanya wildan.


" kayak kakak aja " ucap salwa.


" ok. mbak yang kayak biasanya ya 2 " ucap wildan.


" pelanggan setia jadi dah hafal " ucap wildan sebelum sempat salwa bertanya.


" pantas " ucap salwa lirih.


" woy.. liatin siapa? " tanya key menepuk pipi chris pelan.

__ADS_1


" ey "


" liatin apa? fokus amat " ulang key.


" gak ada " ucap chris bohong karena sebenarnya ia memperhatikan salwa. key yang tau keadaan pun mengikuti pandangan chris.


" ah... bilang kek kalo dari tadi ngeliatin si mbak manis yang duduk disana " ucap key melihat salwa.


" diem lu " ucap chris.


" malu malu tapi mau " ledek key.


" loh kak katanya hari ini mau les privat tapi kok gak bawa buku? " tanya salwa.


" ah.. lupa.. kamu juga gak bawa buku " balik wildan yang melihat salwa hanya membawa tas kecil.


" lupa.. soalnya buru buru " ucap salwa salting.


" yaudah mau gimana lagi.. hari ini free aja abis dari sini juga aku ada urusan dan suasana cafe nya juga lagi rame jadi juga gak memungkinkan. " ucap wildan. pelayan cafe pun kembali dengan membawa pesanan mereka.


" selamat menikmati " ucap wildan.


" hm! "


" sekarang lu tinggal ama nenek lu " ucap key.


" yap! soalnya lebih nyaman dari pada tinggal di rumah itu " ucap chris.


" baru les musik lu gimana? " tanya key.


" udah gak peduli gua... itu juga bukan apa yang kusuka " ucap chris.


" pantes aja sekarang lu lebih sering kumpul ama kita kita ndak kayak dulu " ucap key.


" dulu tuh lu kalo ngumpul cuman sebulan sekali itupun sebentar lah sekarang lu hampir tiap minggu ngumpul dan lebih sering gampang ketawa " ucap key.


" "


" kalo butuh bantuan bilang aja kekita.. lu udah sering bantuin kita kita jadi udah saatnya valas budi " ucap key yang hanya di balas senyuman oleh Chris.


" ok abis ini mau kemana? " tanya key.


" seterah lu ngikut aja dah " ucap chris.


" ok... bersiap lah TUR bersama key yang tampan ini " ucap key.


" enak? " tanya wildan saat melihat ekspresi datar salwa saat memakan kue yang ia pesan.


" enak kok kak " ucap salwa.


" kok kayak enggak ya " ucap wildan.


" bukan gitu kak ini betulan enak kok... " ucap salwa.


" kok diem aja dari tadi ekspresi nya datar juga " ucap wildan.


" anu bingung mau bahas apa " ucap salwa.


" kamu kesini naik apa? " tanya wildan yang sebenarnya tau jika salwa naik sepeda kemari.


" naik sepeda. kakak? " tanya salwa.


" naik motor "

__ADS_1


suasana kembali hening...


' cepet habisin biar cepetan pulang.. nih jantung gak bisa diajak kompromi ' batin salwa


" hari ini sibuk gak? " tanya wildan.


" enggak kenapa kak? " tanya salwa.


" mau nemenin nyari hadiah gak? " tanya wildan. salwa langsung terdiam.


" hadiah buat adekku dia cewek dan aku gak tau mau beliin apa " ucap wildan malu malu.


" nanti sepedamu biar diurus sama zam zam " ucap wildan.


" tapi harus pamit dulu keumi jadi aku harus pulang dulu " ucap salwa.


" ouh ok sekalian ngembalikan sepeda " ucap wildan.


" he eh. "


" zam.. kita ngapain ke cafe? kita kan udah sarapan tadi " ucap Yuda.


" hehehe haus... " ucap zam zam memesan 2 cup ukuran besar ice coffee.


" heh... biasaaan " ucap Yuda.


" tenang gua yang teraktir " ucap zam zam.


" tumben " ucap Yuda.


" eh... itu bukannya wildan ya " ucap zam zam menunjuk meja paling pojok bagian belakang.


" iya itu wildan katanya kesehatan tapi kok gak ada bukunya " ucap Yuda.


" mereka lagi kencan kali... dengan alasan les privat " ucap zam zam.


" ha.. iya dah kita gak usah ganggu " ucap Yuda yang paham situasi.


" ini kak "


" Terima kasih " mereka pun langsung pergi.


" anak bos mu gimana kabarnya? " tanya key.


" yah udah kayak biasa " ucap chris.


" syukurlah " ucap key.


" bisnis keluarga lu gimana? " tanya chris.


" lancar yah walau ada masalah kemarin tapi udah terselesaikan " ucap key.


" masalah apaan? " tanya chris.


" teror " ucap key.


" wah gawat tuh " ucap chris yang juga pernah merasakan hal serupa saat ia lomba menyanyi dulu.


" iya. beberapa waktu lalu juga gue diikutin stalker tapi sekarang udah enggak " ucap key.


" merinding gua denger kata stalker " ucap chris.


" lu pernah diikutin ya sampek masuk toilet " ucap key.

__ADS_1


" ho oh.. dan itu awal mulai gue ketemu kalian " ucap chris mengenang masa lalunya.


__ADS_2