
salwa berangkat menuju cafe dengan tergesa-gesa sambil mengerutu.
" aih... coba aja semalem gak sakit perut pasti gak bakal kesiangan.. " ucap salwa sambil terus mengayuh sepedanya menuju cafe.
" haish... coba aja mereka gak maksa buat begadang nonton film pasti gak bakal kesiangan " gerutu wildan tang baru berangkatkan.
" buru buru amat tuh anak " ucap zam zam yang melihat wildan dari jendela sambil menikmati sarapannya.
" ada janji ama salwa " ucap Yuda.
" wih... kencan? " tanya zam zam antusias.
" gak.. tapi les privat " ucap Yuda.
" what?! kukira bakal libur soalnya semalem mau begadang " ucap zam zam.
" semalem dia mau karna lu maksa... dah lah mau mandi " ucap Yuda berlalu menuju kamar mandi.
" aduh.. bakal ngamuk ndak ya " ucap salwa yang baru tiba.
" udah nungguin dari tadi ini.. " ucap wildan yang baru saja selesai parkir.
dengan langkah terburu buru iapun melangkah masuk kedalam.
" eh.. chris?! " ucap salwa yang berpapasan dengan chris dipintu masuk.
" eh.. Hai sama siapa kesini? " tanya chris yang juga akan masuk kedalam cafe.
" sendiri tapi ada janji sama kakak kelas. " ucap salwa.
" ah... ya udah yuk! " ucap chris mereka pun masuk bersama. sedangkan tak jauh dari pintu masuk nampak wildan tengah berdiri mematung dengan sendirinya.
" duh.. kok malah diem dah lah masuk " ucap wildan masuk kedalam cafe.
' kok malah berhenti mendadak ya? ' batin wildan.
" kesini sama siapa? " tanya salwa.
" sama temen " ucap chris.
" temennya mana? " tanya salwa.
" lagi nelpon diluar makanya aku masuk duluan" ucap chris.
" ini mejaku... mau gabung dulu apa pisah? " tanya chris duduk di meja dekat pintu masuk.
" pisah aja bye bye " ucap salwa berjalan menuju meja paling pojok dibagian belakang.
" sorry telat " ucap wildan .
" aku juga baru datang " ucap salwa.
" mau pesan apa? " tanya wildan.
" kayak kakak aja " ucap salwa.
" ok. mbak yang kayak biasanya ya 2 " ucap wildan.
" pelanggan setia jadi dah hafal " ucap wildan sebelum sempat salwa bertanya.
" pantas " ucap salwa lirih.
" woy.. liatin siapa? " tanya key menepuk pipi chris pelan.
__ADS_1
" ey "
" liatin apa? fokus amat " ulang key.
" gak ada " ucap chris bohong karena sebenarnya ia memperhatikan salwa. key yang tau keadaan pun mengikuti pandangan chris.
" ah... bilang kek kalo dari tadi ngeliatin si mbak manis yang duduk disana " ucap key melihat salwa.
" diem lu " ucap chris.
" malu malu tapi mau " ledek key.
" loh kak katanya hari ini mau les privat tapi kok gak bawa buku? " tanya salwa.
" ah.. lupa.. kamu juga gak bawa buku " balik wildan yang melihat salwa hanya membawa tas kecil.
" lupa.. soalnya buru buru " ucap salwa salting.
" yaudah mau gimana lagi.. hari ini free aja abis dari sini juga aku ada urusan dan suasana cafe nya juga lagi rame jadi juga gak memungkinkan. " ucap wildan. pelayan cafe pun kembali dengan membawa pesanan mereka.
" selamat menikmati " ucap wildan.
" hm! "
" sekarang lu tinggal ama nenek lu " ucap key.
" yap! soalnya lebih nyaman dari pada tinggal di rumah itu " ucap chris.
" baru les musik lu gimana? " tanya key.
" udah gak peduli gua... itu juga bukan apa yang kusuka " ucap chris.
" pantes aja sekarang lu lebih sering kumpul ama kita kita ndak kayak dulu " ucap key.
" dulu tuh lu kalo ngumpul cuman sebulan sekali itupun sebentar lah sekarang lu hampir tiap minggu ngumpul dan lebih sering gampang ketawa " ucap key.
" "
" kalo butuh bantuan bilang aja kekita.. lu udah sering bantuin kita kita jadi udah saatnya valas budi " ucap key yang hanya di balas senyuman oleh Chris.
" ok abis ini mau kemana? " tanya key.
" seterah lu ngikut aja dah " ucap chris.
" ok... bersiap lah TUR bersama key yang tampan ini " ucap key.
" enak? " tanya wildan saat melihat ekspresi datar salwa saat memakan kue yang ia pesan.
" enak kok kak " ucap salwa.
" kok kayak enggak ya " ucap wildan.
" bukan gitu kak ini betulan enak kok... " ucap salwa.
" kok diem aja dari tadi ekspresi nya datar juga " ucap wildan.
" anu bingung mau bahas apa " ucap salwa.
" kamu kesini naik apa? " tanya wildan yang sebenarnya tau jika salwa naik sepeda kemari.
" naik sepeda. kakak? " tanya salwa.
" naik motor "
__ADS_1
suasana kembali hening...
' cepet habisin biar cepetan pulang.. nih jantung gak bisa diajak kompromi ' batin salwa
" hari ini sibuk gak? " tanya wildan.
" enggak kenapa kak? " tanya salwa.
" mau nemenin nyari hadiah gak? " tanya wildan. salwa langsung terdiam.
" hadiah buat adekku dia cewek dan aku gak tau mau beliin apa " ucap wildan malu malu.
" nanti sepedamu biar diurus sama zam zam " ucap wildan.
" tapi harus pamit dulu keumi jadi aku harus pulang dulu " ucap salwa.
" ouh ok sekalian ngembalikan sepeda " ucap wildan.
" he eh. "
" zam.. kita ngapain ke cafe? kita kan udah sarapan tadi " ucap Yuda.
" hehehe haus... " ucap zam zam memesan 2 cup ukuran besar ice coffee.
" heh... biasaaan " ucap Yuda.
" tenang gua yang teraktir " ucap zam zam.
" tumben " ucap Yuda.
" eh... itu bukannya wildan ya " ucap zam zam menunjuk meja paling pojok bagian belakang.
" iya itu wildan katanya kesehatan tapi kok gak ada bukunya " ucap Yuda.
" mereka lagi kencan kali... dengan alasan les privat " ucap zam zam.
" ha.. iya dah kita gak usah ganggu " ucap Yuda yang paham situasi.
" ini kak "
" Terima kasih " mereka pun langsung pergi.
" anak bos mu gimana kabarnya? " tanya key.
" yah udah kayak biasa " ucap chris.
" syukurlah " ucap key.
" bisnis keluarga lu gimana? " tanya chris.
" lancar yah walau ada masalah kemarin tapi udah terselesaikan " ucap key.
" masalah apaan? " tanya chris.
" teror " ucap key.
" wah gawat tuh " ucap chris yang juga pernah merasakan hal serupa saat ia lomba menyanyi dulu.
" iya. beberapa waktu lalu juga gue diikutin stalker tapi sekarang udah enggak " ucap key.
" merinding gua denger kata stalker " ucap chris.
" lu pernah diikutin ya sampek masuk toilet " ucap key.
__ADS_1
" ho oh.. dan itu awal mulai gue ketemu kalian " ucap chris mengenang masa lalunya.