
salwa dan sahabat sahabatnya dan beberapa anak kelas tengah berkumpul di meja nilna saling bercerita dan bergibah gibah ria.
" eh... anak yang duduk di bangku paling belakang tuh jarang berinteraksi ya auranya serem banget " ucap yuna siswi paling ceria dikelas.
" he eh.. kerjaannya cuman diem, tidur, terus pulang " ucap nilna.
" sangat simpel " ucap salwa.
" BTW kalo diliatin nih dia keren juga loh " ucap refa.
" hem.. mulai " ucap sifri.
" tapi memang betul ya kan " ucap refa merek nampak berpikir sejenak dan mengangguk setuju.
" ah... coba aja dia itu gak dingin kayak es " ucap dinda berkhayal.
" baru kalo pake seragam itu rapi kayak kak shobirin wuh... tambah ok " ucap nilna.
" wah... langsung banyak yang suka " ucap yuna.
" eh.. dia dateng " ucap refa pelan saat orang yang mereka bicarakan masuk kelas.
" namanya siapa ya? aku lupa " ucap salwa pelan agar tak terdengar.
" chris " ucap yuna pelan.
" Nama lengkap nya Hans Christian Andersen" ucap refa.
" wih hafal juga nih anak " ucap sifri.
" namanya tiap hari dengerin guru ngabsen " ucap refa.
" katanya nih ya ortunya kasih nama itu dengan harapan dia bisa kayak pemilik nama sebelumnya, tau kan Hans Christian Andersen penulis and penyair terkenal " ucap dinda.
" wah.. tau luar dalam juga ya " ucap salwa.
" tapi dia pengen jadi pembalap dan ortunya gak ngizinin " ucap yuna.
" dia juga udah diajarin musik dari kecil udah berusaha berontak juga tapi gak bisa jadi deh kayak sekarang " ucap dinda.
" BTW kok bisa tau sih? " tanya refa.
" gak sengaja dengar dari temen masa kecilnya yang ada di kelas B " ucap yuna.
" kasian ya terkekang " ucap salwa melihat chris yang tengah tidur di mejanya.
" liburan nanti pada kemana? " tanya sifri mengalihkan pembicaraan.
" just in the home " ucap salwa.
" sama " ucap refa
" kerumah bibi di kota " ucap nilna.
" kita mau tamasya ke gunung bareng anak grup yang lain " ucap yuna sambil memeluk dinda.
" wah... enak ya pasti seru " ucap salwa. mereka pun hanyut dalam pembahasan tentang mendaki. chris mendongak kan kepalanya saat mereka sedang asyik mengobrol ia menatap salwa yang tengah tertawa dengan senangnya lalu kembali menaruh kepala nya.
₩₩₩
__ADS_1
" wildan sayang... " goda zamzam dengan gaya gaya centil andalamnya. wildan yang tengah minumpun langsung menyemburkannya gagal lah air tersebut masuk kedalam perutnya.
" aih....lain kali aku bawa payung dah " ucap Yuda mengelap air yang disemburkan wildan dari wajahnya.
" jijik " ucap wildan seraya mengelap mulutnya.
" aih... jangan kayak gitu kak... " ucap zamzam dengan nada centilnya sambil mencolek wildan yang langsung membuat wildan merinding.
"stop! kalo ndak stop kusiram pake es teh ku " ucap wildan yang langsung membuat zamzam kembali normal.
" oke.. oke... aku dah diem " ucapzamzam.
" api unggun kemarin seru ya " ucap Yuda membuka topik pembicaraan dan memancing wildan.
" banget....lain kali ikut lagi " ucap zamzam.
" biasa aja " ucap wildan.
" gak pinter menikmati makanya jadi biasa aja " ucap zamzam.
" aku menikmati " ucap wildan.
" halah " ucap zamzam.
" kak siapa yang duduk di sampingnya salwa kemarin ya lupa aku? " tanya Yuda.
" setya " jawab wildan dengan nada seperti biasa.
" ah... kak setya... suaranya bagus and menurut ku dia tuh tipe tipe ideal untuk para kaum hawa pesonanya dapet luar dalem " ucap Yuda.
" tumben ngomong ginian biasa nya juga acuh tak acuh " ucap wildan.
" sama.... kayak ada daya tarik tersendiri " ucap zamzam berfikir.
" seterah dah " ucap wildan acuh tak acuh.
" kalian tau ndak sama adek kelas kita " ucap zamzam.
" yang mana??? " tanya Yuda.
" anak cowok yang tiap kali dateng seragamnya gak rapi rambutnya agak panjang " ucap zamzam. mereka nampak berfikir sejenak.
" ouh anak yang itu. emangnya kenapa? " tanya wildan.
" aku heran aja katanya dia lulusan SMP terbaik diibukota kelas elit kok malah lanjutkan sekolah di sini yang gak sebaik dan seelit di ibukota " ucap zamzam.
" iya juga pas aku liat data pribadinya pas bantuin guru bagian pendaftaran itu... dia selalu dapat pringkat pertama, nilai ekskul juga sempurna semua, ekskulnya juga gak cuman 1, dan juga ikut les ditempat yang bagus, dan banyak kali menang di lomba bidang musik tapi pas dibagian cita cita dia pengen jadi pembalap sempet heran juga tapi ku bikin biasa " ucap Yuda.
" minggu kita kebioskop aku dah beli tiket " ucap wildan menunjukkan tiket bioskop.
" wah... ok gas keun " ucap zamzam.
₩₩₩.
salwa dan nilna tengah berjalan jalan menikmati suasana menjelang malam. sambil mencari camilan untuk dibawa pulang.
" beli itu yok corn dog " ucap nilna menarik tangan salwa menuju sebuah kedai mini yang lumayan ramai.
" cari yang agak sepi aja males nungguin " ucap salwa yang tak didengarkan oleh Sahabat nya ini.
__ADS_1
" kalo rame itu berarti enak dah percaya aja " ucap nilna.
" hah.. ok dah " ucap salwa yang pasrah. setelah sekian lama mengantri kini giliran mereka.
" tinggal 1 varian yang tersisa " ucap kak corndog saat nilna menyebutkan pesanan nya.
" yang itu aja beli 2 kamu sal?? tanya nilna.
" aku beli 3 "
" yaudah berarti beli 5 kak " ucap nilna
"ok silahkan tunggu " .
" sifri ama kak Daniel kira kira pergi kemana ya? ah... bikin kepikiran " ucap nilna.
" kan mereka pergi ke toko buku.. paling ya mampir ke kafe " ucap salwa.
" iya kali ya... " ucap nilna.
" inj pesanannya.. selamat menikmati " sambil menyerahkan pesanan mereka.
" inj kak makasih juga " ucap mereka menyerahkan sejumlah uang.
" huh... enak ya.. " ucap nilna. mereka menikmatinya sambil duduk di kursi taman tak jauh dari kedai corn dog.
" oke abis ini pulang " ucap salwa.
" he eh! " ucap nilna setuju.
" mampir ke mini market nanti aku mau beli masker wajah ama sabun muka ama camilan juga untuk para tuyul tuyul ku " ucap salwa.
" sama ".
" selamat datang " ucap pelayanan mini market begitu salwa dan nilna masuk.
" oke langsung nyari barang keburu dimarahin umi " ucap salwa yang langsung mengambil keranjang begitu juga nilna.
" kok telat? " tanya penjaga kasir pada penjaga siff.
" sorry... ada kepentingan " ucapnya ramah.
" oke di fighting! "
" oke! ".
" oke sudah " ucap salwa dan nilna lalu menuju kasir.
" kamu chris ya? " tanya salwa saat melihat wajah kasir. chris hanya menganggukkan kepala sambil fokus menghitung barang.
" ah... kenal kita kan? kita sekelas loh " ucap nilna chris hanya mengangguk.
" kalo butuh temen gabung sama kita boleh kok. " ucap salwa. lagi lagi chris hanya menganggukkan kepala.
" ini uangnya... sampai jumpa disekolah besok!" ucap salwa dan nilna begitu selesai pembayaran.
" siapa chris? " tanya kawannya.
" temen sekolah " jawab chris sambil menatap kepergian mereka.
__ADS_1
" wah... pasti seru ". chris tak menjawab ia tetap melihat kearah salwa dan nilna yang tengah tertawa bahagia.