Bintang Sekolah.

Bintang Sekolah.
BAB. 34 DIA.


__ADS_3

sepulang sekolah zakia langsung pergi main kerumah shobirin seperti biasa, keluar Masuk layaknya rumah sendiri, bahkan zakia mempunyai kunci cadangan rumah shobirin agar jika ia tengah kesepian dirumah ia bisa kerumah shobirin.


" kayaknya dirumahmu ada mamamu dah " ucap shobirin keluar kamar nya menghampiri zakia yang tengah menonton film diruang TV.


" nggak seru.. aku mau main ama kamu.. hehe.. " ucap Zakia.


" main apaan? semua mainan kayaknya udah kita mainin " ucap shobirin melirik tumpukan mainan di tong sampah yang sudah tak berbentuk lagi.


" ayok main suit yang kalah harus menjawab pertanyaan dengan jujur " ucap zakia.


" nggak ah.. " tolak shobirin.


" hehehe.. nggak berani ya... bilang aja kalo nggak bera.. " ucapan zakia langsung dipotong oleh shobirin.


" oke ayok main! " ucap shobirin kesal.


" oke! ".


" suit! "


" yes aku menang! " ucap shobirin seneng.


" ah.... "


" oke.. pertanyaan pertama.. siapa yang makan kue strawberryku yang aku beli di kafe langganan kita? " tanya shobirin.


" hehehe.. sorry itu yang makan aku.. " ucap zakia.


" wah wah wah.. " ucap shobirin tersenyum kesal.


" soalnya menggoda banget.. " ucap zakia.


" heh.. iya dah.. nanti traktir kue yang sama " ucap shobirin.


" oke oke aman. " ucap zakia.


" lanjut! "


" suit! "


" yeah.. menang lagi! " ucap shobirin senang.


" siapa yang kamu suka disekolah? " tanya shobirin.


" wuh kepo dianya " ucap zakia tertawa.


" boleh apa aja kan.. yaudah jawab ada apa nggak? " tanya shobirin.


" ada " ucap zakia.


" siapa? " tanya shobirin.


" lah kok malah nanya lagi.. cuman 1 pertanyaan doank ya.. " ucap zakia.


" oke.. lanjut! " ucap shobirin.


" suit! "

__ADS_1


" yeah akhirnya aku yang menang!. " ucap zakia.


" oke nanya apa? " tanya shobirin.


" yang kemarin minum es mojitoku? " tanya zakia.


" kakakmu si Yuda " ucap shobirin.


" wah.. awas aja ya kalo entar pulang " ucap zakia emosi.


" oke lanjut! "


" eh.. kok kamu bisa tau? " tanya zakia curiga.


" kemarin aku yang mergokin " ucap shobirin.


" oalah.. "


" suit! "


" oke.. siapa mantanmu yang paling susah kamu move on in? " tanya shobirin.


" heh.. nggak bisa ganti apa? " tanya zakia yang tak suka.


" nggak tuh " ucap shobirin.


" oke si Dendy.. lanjut! " ucap zakia datar.


" suit! "


" berapa lama kalian pacaran? " tanya shobirin.


" suit! "


" kenapa putus? " tanya shobirin.


" dia selingkuh sama sahabat ku "


" suit! "


" sahabat mu yang mana? " tanya shobirin.


" dea "


" suit! "


" sebelum kamu tanya.. bisa nggak ganti topik jangan bahas tuh orang.. kesel juga lama lama " ucap zakia kesal.


" oke oke.. perasaanmu sekarang pas sama aku? " tanya shobirin.


" kadang seneng, kadang jengkel, kadang pengen bunuh, kadang kangen, kadang su banget!, dah lah kayak es campur " ucap zakia.


" ehkehm.. "


" suit! "


" yes.. akhirnya aku yang menang! " ucap zakia senang

__ADS_1


" oke mau nanya apa? " tanya shobirin.


" ada yang kamu suka disekolah? " tanya zakia.


" ada lah.. " ucap shobirin.


" suit! "


" ciri ciri orang yang kamu suka disekolah? " tanya shobirin.


" dia kakak kelas.. aktif di salah dari organisasi sekolah " ucap zakia.


" itu doank? " tanya shobirin.


" iyap.. nggak boleh buka kartu " ucap zakia.


" oke lanjut! "


" suit! "


" kapan kamu move on sepenuhnya dari dia yang udah menghilang? " tanya zakia dengan nada pelan sambil menatap mata shobirin.


" siapa? " tanya shobirin.


" yang masih kamu simpan dihati disalah satu berkas HPmu? " tanya zakia yang langsung membuat shobirin membeku.


" gamenya kita stop disini.. aku baru inget kalo ada tugas.. kamu kalo masih mau tinggal.. silahkan " ucap shobirin beranjak menuju kamarnya meninggalkan zakia yang masih terduduk sambil menatap punggung shobirin yang menjauh dengan tatapan nanar.


zakia pun memutuskan untuk pulang, begitu sampai ia langsung menuju kamarnya mengunci nya dan langsung menangis tanpa suara sambil memeluk bantalnya.


' kenapa? '


begitu sampai di kamar, shobirin langsung membuka laci meja paling bawah di samping tempat tidur nya ia mengambil sebuah kotak yang berisi kenangan dirinya dengan sosok yang dimaksud oleh zakia. sosok yang pernah ada di hatinya, yang selalu mengisi kosongnya hati.


" kenapa? kenapa? kenapa aku masih belum bisa melupakan mu sepenuhnya? apa terlalu banyak kenangan indah yang sudah kita lalui bersama? kau dimana? kenapa kau pergi? kapan ? hahaha.. aku sangat menyedihkan bukan. " ucap shobirin yang menitikan air mata sambil melihat fotonya.


Yuda yang melihat zakia pulang dengan mata menahan tangis pun muali bertanya tanya apa yang sudah terjadi. Ia langsung menuju rumah shobirin untuk bertanya tapi baru saja ia akan masuk kedalam kamar shobirin yang kebetulan terbuka tapi langsung terungkan begitu mendengar perkataan shobirin, kini ia paham situasinya dan memutuskan untuk kembali.


" kapan? kapan kamu bisa lupain dia? " ucap zakia ditengah tengah tangisnya.


" ah.. jadi ini masalah nya " ucap Yuda pelan yang menguping dari luar pintu.


" hah.. yang satu masih gamon yang satu nunggu dia nggk gamon lagi.. dahlah.. moga berhasil adekku sayang! " ucap Yuda pelan lalu pergi.


₩₩₩


keesokan paginya zakia berusaha baik baik saja seolah olah kemarin tak ada apa apa, berbeda dengan shobirin yang langsung berubah, ia menjadi orang yang lebih pendiam dan terus melamun. sampai sampai seluruh kawannya bertanya-tanya.


" shobirin kenapa? " tanya Daniel yang tau jika zakia dekat dengan shobirin.


" ah.. nggak tau tuh.. kemarin masih oke oke aja kok " ucap zakia.


" ouh.. kirain kamu tau " ucap Daniel.


" hah.. "


" dari pengalaman ku.. dia pasti lagi gamon ama mantannya.. aku denger dari temen kelas kalo mantanya meninggal pas mau ngerayain aniversary mereka yang ke 2 " ucap Daniel.

__ADS_1


" oh iya.. dia kecelakaan " ucap zakia yang merasa bersalah karena sudah menanyakan nya.


" sebaik baiknya dia.. kita nggak bisa terus terperangkap sama masa lalu, kita harus lepas dari masa lalu demi dia yang ada dimasa depan. orang dari masa lalu belum tentu bisa kembali seperti semula. " ucap Daniel lalu pergi meninggalkan zakia yang masih setia menatap shobirin yang tengah menatap sesuatu yang jauh disana dengan tatapan sedihnya.


__ADS_2