Bintang Sekolah.

Bintang Sekolah.
BAB 4 MINI MARKET.


__ADS_3

Salwa tengah berbelanja kebutuhan pokok dan bahan bahan kue untuk pesanan umi dimini market dekat rumahnya. Namun ia hanya belanja sendiri tak bersama dengan sifri, dikarenakan sifri sedang ada les tambahan.


' enak kalo ada sifri diakan tinggi bisa ngambikin barang barang yang ndak bisa kuambil ' batin salwa.


" duh tinggi betul " gerutu salwa saat melihat susu bubuk yang biasa uminya pakai untuk membuat kue berada dirak teratas. iapun berusaha mengambilnya.


Dari kejauhan nampak wildan melihat malas kearah salwa yang tengah berusaha meraih susu bubuk.


' besok ndak usah belanja disini lagi dah ' batin wildan mengambil barang yang ia cari. Baru saja ia akan pergi tapi langsung terurung saat melihat salwa nekat memanjat rak iapun langsung bergegas kearahnya langsung menurunkannya.


" jadi cewek nekat betul, nanti kalo raknya rusak emang bisa ganti? " ucap wildan lumayan keras yang membuat beberapa pelanggan lainnya yang berada di rak lain melihat kearah mereka. wildan pun langsung mengambilkan barang yang salwa butuhkan.


" nih! " ucap wildan menyerahkan nya. salwa menerimanya.


" makasih kak " ucap salwa menunduk.


" lain kali kalo mau ngelakuin sesuatu dipikir dulu kenapa sebab akibat yang bakal terjadi tuh gimana jangan langsung ambil tindakan. " omel wildan.


" iya kak, makasih udah diingetin " ucap salwa.


Wildan pun langsung menuju kasir.


" galak betul, tapi galak galak gitu kamu juga suka " cicit salwa melanjutkan belanjanya.


" ah.... banyak juga " ucap salwa membawa 2 kantung besar belanjaannya. sambil mendengarkan lagu ia mengayuhkan sepedanya pulang. Namun saat ia baru melewati beberapa bangunan tiba tiba salah satu kantung berisi belanjaannya sobek dan membuat seluruh isinya berceceran dijalanan.


" kenapa setiap aku belanja sendiri kayak gini terus sih salah hari ini ndak bawa tas cadangan " ucap salwa frustasi memunguti barang belanjaannya sebagian ia masukkan kedalam keranjang sepedanya dan sebagian lagi sudah kehabisan tempat.

__ADS_1


" duh tarok mana nih? " ucap salwa bingung.


" kalo kupaksakan di kresek satunya entar malah ikut cebol juga, kalo kembali ke mini market entar nih barang ada ilang. apa pake krudung aja ya entar sampek rumah kasih tau kronologi nya gimana. " ucap salwa baru saja ia akan membuka krudungnya namun langsung ditahan oleh seseorang.


wildan yang baru saja keluar dari mini market melihat salwa yang tengah memungut barang belanjaannya yang sedang kocar kacir orang orang yang sedang lalu lalang disekitarnya tak mempedulikannya sama sekali, niatnya ia akan pergi meninggalkan salwa yang tengah bingung namun langsung ia batalkan saat melihat salwa akan melepas hijab nya untuk membungkus berang barang nya yang masih tersisa iapun langsung menghampiri nya.


" ka.. k wildan...? " ucap salwa saat tau siapa yang menahan tangannya.


" nyusahin aja lu ah " ucap wildan lalu mengeluarkan barang belanjaan milik nya dari kantong dan memasukkan barang barang belanjaan milik salwa.


" nih, lain kali bawa tas cadangan, tuh penutup jangan kamu lepas. " ucap wildan menggantung belanjaan milik salwa ke stang sepeda lalu langsung berlalu.


" makasih kak! " ucap salwa. wildan tak menoleh ataupun membalasnya.


" tumben kak lama " ucap umi saat salwa baru tiba dirumah.


" langsung disusun kayak biasanya ya kak " ucap umi. salwapun langsung menuju dapur.


disaat ia sedang menyusun ia menemukan barang yang bukan miliknya.


" loh tadi kayaknya aku ndak beli ini..... baru siapa ya? ".tiba tiba ia langsung ingat siapa pemiliknya yang sebenarnya.


" kak wildan " ucap salwa lirih.


" nah sekarang siapa yang kurang hati hati " ucap salwa sedikit mengejek.


' duh gimana ngembaliin nya ya? ' betin salwa yang membuat nya langsung beesimpuh dilantai.

__ADS_1


sementara itu wildan.


" aish... mana lagi barangnya? " ucap wildan serasa memeriksa seluruh saku baju, celana dan jaket yang ia pakai tadi namun hasilnya nihil.


" apa jatuh? ah... ndk " ucap wildan yang tetap mencari sambil mengingat ingat, tangannya langsung berhenti mencari begitu sebuah potongan ingatan muncul.


karna saat ia memberikan kantung plastik nya kepada salwa secara buru buru jadi ia lupa mengambil barang yang tengah ia cari. dan barang tersebut adalah stok terakhir dan susah untuk mencarinya lagi.


" aish.. tuh barang 2 hari lagi kepake huh... ah...!!! " ucap wildan frustasi.


" beli online juga datangnya lambat " ucap wildan.


" woy wil udah nemu hadiah belum? " tanya zamzam yang baru masuk kamar wildan diikuti Yuda dari belakang.


" udah tapi sayangnya ilang. lebih tepatnya kebawa sama orang. " ucap wildan.


" WHAT! tinggal beli lagi kan apa susahnya sih" ucap zamzam enteng.


" tuh barang edisi terbatas dan stok yang aku beli, stok terakhir aku uada nyari kemana mana ndak ada lagi cuman ditempat terakhir aja. " ucap wildan frustasi.


" emang kebawa siapa? " tanya Yuda duduk manis dikursi belajar wildan.


" tuh anak MOS " ucap wildan.


" wih jangan jangan jodoh tuh " ucap zamzam yang langsung mendapatkan sebuah lemparan bantal tepat diwajahnya oleh wildan.


" kenapa sih setiap kalian punya masalah sama aku selalu dilampiaskan kemukaku? jangan jangan kalian iri dengan wajahku yang tampan ini " ucap zamzam dengan nada dan ekspresi tertindas. kedua temannya langsung mengeluarkan ekspresi yang datar.

__ADS_1


__ADS_2