Bintang Sekolah.

Bintang Sekolah.
BAB 14. API UNGGUN.


__ADS_3

dimalam minggu ini salwa dan para sahabat nya tengah menyiapkan bahan dan alat yang akan mereka untuk melakukan kegiatan api unggun dirumah salwa, dengan dibantu oleh kak setya dan dua orang kawannya yang juga teman masa kecil mereka semua.


" dah lama ndak api unggunan ya " ucap kak bagas mahasiswa jurusan akuntansi yang sibuk memotong kayu.


" namanya juga sekarang dah sibuk ama urusan masing-masing " ucap kak puput pemilik kedai tteokbokki kecil sambil menyiapkan makanan untuk dibakar nanti.


"ini ajakan yang kita butuhin? " tanya nilna.


" eh... masih kurang ini... ingat kita punya mesin penghabis pangan " ucap kak puput membuat kak bagas dan setya cemberut.


" ya udah ayo beli... sekalian nyari minuman nya ama beli cemilannya " ucap salwa.


" ayo!!! " ucap kak setya yang langsung menggandeng salwa pergi disusul yang lain.


Begitu sampai di minimarket mereka langsung mengambil troli dan langsung cuss mengbil apa yang mereka butuhkan.


" beli ini yok! " ucap kak bagas menunjuk cocacola ukuran besar.


" gak usah... kamu tuh gak suka minum begituan.. bikin susah orang aja kalo beli " ucap kak puput menarik kak bagas menuju rak lain.


" mereka pacaran kah? " tanya nilna.


" entahlah.. " ucap kak setya.


" mereka bukannya memang udah kayak gitu dari awal kita kenal ya " ucap refa.


" eh.. iya.. kali kalo ndak salah ingat " ucap sifri.


" dah... ngomongnya lanjut mau beli apa? " tanya kak setya yang bertugas mendorong troli.


" kita susul mereka dulu " ucap salwa menunjukkan kak puput dan kak bagas yang tengah berdebat tentang camilan yang akan mereka beli.


" ini aja.. enak bikin kenyang isinya juga banyak dari pada punya mu " ucap kak puput menunjukkan pilihannya.


" tapi masalahnya di antara kita tuh cuman kamu yang suka... lagi pula masih murahan harga punyaku dari pada punyamu... dan semua juga sama ini " ucal kak bagas menunjukkan kripik singkong.


" udah udah... kita ambil dua duanya biar adil " ucap kak setya mengambil kedua item dari tangan masing-masing.


" tapi kan.." ucap kak puput yang langsung dipotong oleh kak setya.


" aku aja yang bayar..... aku juga dapet uang tambahan dari youtube. " ucap kak setya.


" oh... ok " ucap kak puput.


" lanjot mau beli apa lagi?? " ucal reva.


" sosis.... " ucap salwa. merekapun menuju deretan kulkas dan membeli beberapa makanan beku.


" nanti malam enaknya ngapain ya?? " tanya Yuda sambil memilih camilan.


" entah... apa mau kepasar malam? " tanya zam zam yang langsung membuat Yuda mengeluarkan ekspresi yang sangat tidak ramah.


" ndak jadi dah... " ucap wildan dan zamzam saat melihat ekspresi yuda yang seperti akan membunuh.


" apa pergi kerumah ku aja? " tanya zamzam.


" rumahmu udah penuh ama manusia. " ucap Yuda. mengingat jika dirumah zamzam sudah penuh dengan manusia ( keluarga besar ).


" eh.. iya.. lupa para sesepuh dan bochil laucnut lagi berkunjung " ucap zam zam menggaruk temgkuknya yang sama sekali tak gatal sambil tersenyum.


" terus kemana? " tanya wildan yang memilih beberapa camilan.


" loh kak zamzam? " ucap sifri begitu tak sengaja bertemu dengan mereka.


" halo ".

__ADS_1


" siapa sif? " tanya kak setya yang berjalan di samping salwa.


" ini yang ngajarin kita sampek debut " ucap sifri.


" ouh... kenalin aku setya.. biasa dipanggil kak setya " ucap kak setya memperkenalkan diri.


" wildan. "


" zam zam "


" Yuda. " ucap mereka sambil menjabat tangan kak setya.


" aku puput ini bagas salken ya! " ucap kak puput.


" oke "


" kalian ada acara ndak? " tanya kak setya.


" ndak ada ini juga masih bingung mau ngapain. " ucap Yuda.


" ya udah gabung ama kita aja... anggap aja sebagai tanda terimakasih ku untuk kalian karna udah mau ngajarin mereka " ucap kak setya.


" wah... makasih kak!!! " ucap zam zam dengan wajah antusias.


" kita yang bayarin dah " ucap Yuda.


" ndak usah kita yang ngajak kita yang bayar.


kalian lain waktu aja " ucap kak puput.


" oke. "


" ayo buruan.... entar kita mulainya kemaleman"ucap nilna melihat jam.


" oke.. "


" udah ini aja " ucap Yuda.


" oke let's Go! " merekapun membayar belanjaan mereka. dan langsung GO menuju rumah salwa.


" assalamualaikum! " ucap mereka.


" waalaikumsalam.. siapa itu? " tanya umi.


" ini kakak seniornya kakak yang ngajarin kakak ama sifri mi.. " ucap salwa.


" ouh... makasih ya udah mau ngajarin salwa. " ucap umi yang hanya dibalas senyumam oleh mereka bertiga.


" yaudah sana kebelakang abi udah nyalain apinya buat kalian " ucap umi.


merekaoun langsung cus.. kehalaman belakang.


" gitarku mana ya? " tanya kak setya.


" di ruang tamu kak " ucap salwa.


" ouh iya lupa.. duduk sini bentar ya.. jangan kemana kemana " ucap kak setya.


" iya " ucap salwa yang gemas.


" mereka pacaran? " tanya Yuda kepada sifri yang tengah menusuk sosis bersama nilna dan reva.


" siapa? " tanya sifri.


" salwa ama kak setya " ucap kak Yuda.

__ADS_1


" hm. ... rahasia " ucap sifri.


" heh... sini ku bantuin " ucap kak Yuda membantu mereka.


" wah... lahan belakang rumahnya bagus juga banyak pohon buahnya " ucap zamzam.


" memang... abi ama uminya salwa suka nanam buah " ucap kak puput yang mencari buah jeruk yang sudah siap petik dibantu kak bagas yang membawa tempat.


" aku nyari seblah sini ya " ucap zamzam.


" oke! "


" sini woy! " ucap Yuda yang tengah membakar sosis dan jagung. wildan pun mengampirinya dan membantu.


" sal... " ucap kak setya yang kembali dengan membawa gitar kebanggaan nya.


" ayo sini ngumpul semua " ucap kak setya. membuat mereka langsung berkumpul di api unggun.


" bagian dapur... semangat ya! " ucap kak bagas yang memang bagian bakar bakal makanan dipisah dengan api unggun.


" ok! ini bentar lagi selesai kok " ucap Yuda.


" tungguin mereka aja biar rame.. " ucap kak puput.


" ok! " .


" sif.. pacar mu mana? " tanya kak puput.


" ada dirumah nya lah..dia sibuk ngerjain tugas biasa... " ucap sifri.


" hem... "


" kakak mama pacar nya? " tanya nilna.


" gak ada " ucap kak puput.


" ah... masa sih... " ucap refa yang mencurigai sesuatu.


" betulan gak punya kok " ucap kak puput yang langsung mengeluarkan ekspresi serius.


" kalo tuh si makan banyak? " tanya salwa.


" ada... temen kuliah " ucap kak bagas.


" nasib pacar nya kak bagas gimana ya??? " ucap refa bertanya tanya.


" emang kenapa? " ucap kak bagas.


" kan kaka kalo makan banyak tuh..baru kali makan masih kayak anak kecil " ucap refa.


" pacarku pengertian kok " ucap kak bagas.


" lagipun kalo aku makan sama dia aku ndak kayak anak kecil " ucap kak bagas.


" syukur ndak malu maluin " ucap refa.


" kamu anak band sekolah ya? " tanya kak puput.


" iya Kak... eh tau dari mana ya? " tanya zamzam.


" video kalian udah sampek mana mana jadi tau.. " ucap kak puput.


" ini sudah selesai... " ucap Yuda dengan membawa sosis dan jagung bakar.


" selamat menikmati!! " merekapun langsung melahapnya sambil menyanyi...

__ADS_1


wildan hanya fokus kepada salwa yang ada duduk dihadapnya yang hanya terhadang api unggun ia sangat bahagia disebelah salwa duduk kak setya yang bermain gitar. saat gitar digantikan oleh bagas salwa dan kak setya nampak saling berpegangan tangan dan itu tak luput dari pandangan wildan dan tanpa ia sadari ia mengeluart ekspresi tak suka yang disadari oleh kedua kawannya.


__ADS_2