Bintang Sekolah.

Bintang Sekolah.
BAB. 46 HADIAH KECIL.


__ADS_3

' akhirnya bisa jalan berdua aja ' batin wildan menatap salwa yang berjalan diseblahnya.


" kak, kita kapan belajar bareng lagi? " tanya salwa membuka percakapan.


" hem.. jangan dulu ya, kelas 12 lagi banyak tes sama les " ucap wildan tersenyum getir.


" .. "


" nilaimu juga sekarang makin membaik, selamat ya.. nggak sia sia marahku " ucap wildan mengelus kepala salwa, membuat salwa langsung membeku.


" i.. iy.. iya.. makasih " ucap salwa memalingkan wajahnya. ia tak ingin wildan melihat wajahnya yang tengah merah padam.


" liat yang diajak ngomong lah.. masa ngomong sambil liat ruang kosong. " pinta wildan.


" nggak.... aku malu.. " ucap salwa.


" hahaha.. kamu tuh lucuuu banget siiih " ucap wildan mencubit pipi salwa gemas.


" ih.. sakit.. " ucap salwa memegang pipinya.


" maaf.. abis gemes " ucap wildan.


" stay halal kak " ingat salwa.


" ya maaf.. khilaf.. " ucap wildan.


" jadi ini kita sebetulnya mau kemana dan ngapain? ini kita udah muterin taman sebanyak 3 kali " ucap salwa.


" eh.. masa sih.. " ucap wildan terkejut.


" iya kak.. sampek diliatin sama orang-orang " tunjuk salwa dengan hidungnya.


" eh.. maaf.. abis ngeliat kamu itu candu " ucap wildan.


" shut.. jangan ngegombal terus.. entar nggak mau tanggung jawab " ucap salwa menahan malu.


" aku orangnya tanggung jawab ya " ucap wildan tak Terima dikata tak bertanggung jawab oleh salwa.


" ini kita mau ngapain? " ulang salwa.

__ADS_1


" ayo makan ditempat langgananku " ucap wildan menarik lengan hoodie salwa untuk mengikutinya.


" oke.. abis tuh pulang ya.. inget tadi umi sama abi cuman ngizinin sebentar aja.. " ucap salwa.


" iya adekku sayang " ucap wildan yang langsung membuat wajah salwa merah padam.


" mas mie ayamn yang lengkap 2 porsi makan sini sama minumnya... kamu mau minum apa? " tanya wildan.


" es jeruk aja. "


" sama es jeruknya 2 " ucap wildan.


" oke. " mereka memilih tempat duduk yang berada di sudut dan strategis.


" oh ya.. sini tanganmu " pernah pinta wildan.


" buat? " tanya salwa polos.


" kumakan "


" ih.. yang serius "


" nah sekarang tutup mata. " pinta wildan, salwa menutup matanya.


" mau diapain sih kak? " tanya salwa penasaran tanpa membuka mata.


" bentar.. "


" dah sekarang buka mata " perintah wildan, salwa membuka mata dan tersentuh dengan apa yang diberikan oleh wildan.


" gelang ini couple sama punyaku " ucap wildan menunjukkan tangannya yang juga menggunakan gelang yang sama.


" eh.. makasih kak.. gelangnya bagus " ucap salwa.


' nggak sia-sia ' batin wildan lega. beberapa hari yang lalu ia menghabiskan waktu berjam-jam di tempat aksesoris memilih barang yang cocok untuk salwa.


" ini kak.. selamat menikmati " ucap pelayan membawa pesanan mereka.


" Terima kasih kak " ucap salwa ramah.

__ADS_1


" do'a " ingat wildan.


" iyaa "


" bismillah ".


" gimana? enakkan? " tanya wildan.


" hem.. enak.. " ucap salwa senang.


Chris yang tengah bosan dan tak tau ingin melakukan sesuatu pun memutuskan untuk pergi berkeliling, sekalian mencari udara segar.


" nek.. aku pergi jalan-jalan bentar " ucapnya menyambar kunci motornya yang ada dugantingan dekat pintu.


" iya hati-hati! " saut nenek dari arah dapur.


Ia mengendarai motornya tanpa tujuan yang jelas, saat ia melewati sebuah tempat makan angkringan mie ayam entah mengapa langsung tertarik, ia pun memarkirkan motornya dan masuk kedalam angkringan.


" mie ayam 2 porsi pake telur semua, satu bungkus satu makan sini, minumnya es teh. " ucap chris.


" oke siap. " chris melihat sekeliling, mencari tempat yang nyaman untuk menikmati mie ayamnya. Namun, ia langsung terkejut saat melihat salwa dan wildan yang juga makan disana. hatinya tiba-tiba saja sakit. iapun duduk di meja yang sangat dipojok dan tak gampang terlihat, namun dapat melihat mereka secara jelas.


' jadi ini namanya cemburu ' batin chris saat melihat salwa yang tengah tertawa senang ditambah dengan gelang yang dikenakan oleh salwa dan wildan membuat hatinya semakin panas.


" ayo pulang.. " ucap wildan begitu makanan mereka telah habis tak tersisa.


" ayok. "


" udah kubayar " ucap wildan saat melihat salwa akan membayar.


" eh? kapan? " tanya salwa yang tak melihat wildan membayar.


" tadi pas aku ke toilet. " ucap wildan.


" ouh.."


" berani ngajak.. berani bayar " ucap wildan.


" iya iya.. " ucap salwa.

__ADS_1


__ADS_2