
" huh... capeknya.. " ucap salwa yang baru saja selesai jogging sore.
" efek kelamaan ndak olahraga makanya kayak gitu " ucap Abi yang sedang memperbaiki sepeda salwa.
" hehehehe " ucap salwa menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
" udah sana kedalem... mandi baru bantuin umimu buat kue, pesenannya banyak " ucap Abi.
" oke siap! " ucap Salwa masuk kedalam rumah.
₩₩₩.
" makasih udah bantuin nyarikan hadiah dia suka " ucap wildan saat semua anggota salwa belum tiba diruang latihan.
" iya sama sama kak " ucap salwa menunduk malu.
' duh nih jantung nggak bisa biasa aja kah?? entar bisa bisa ketahuan ' batin salwa. jantung nya terus berdegup dengan kencang.
" kamu sakit? " tanya wildan yang khawatir karna salwa terus memegang dadanya.
" ah.. nggak kok kak " ucap salwa menatap wildan.
" kalo sakit bilang aja nggak usah dipaksain " pesan wildan. salwa hanya membalasnya dengan anggukan.
" yang lain mana sih kok lama betul " ucap salwa lirih.
" bentar lagi juga sampek " ucap wildan.
" loh kok kakak bisa denger? " tanya salwa.
" ruangan ini kedap suara dan cuman kita aja yang diruang jadi wajar lah bisa denger " ucap wildan.
" apa jadi kemarin hari minggu mereka pergi kencan di kafe! " ucap reva yang heboh membuat hilmi langsung menutup mulutnya takut jika gosip tersebar.
" ssssstttt... " ucap zam zam.
" oh sorry sorry refleks " ucap reva.
" wah harus interogasi salwa nih " ucap reva.
__ADS_1
" aih jangan nanti suasananya jadi canggung lagi kayak dulu... kita diem aja seolah olah nggak tau apa apa " ucap sifri.
" nah sip itu " ucap Yuda.
" mereka lagi berduaan kan ditempat latihan? " tanya hilmi.
" hooh... " ucap zam zam.
" ayo dah kita ke sana kita udah molor waktu lama loh " ucap sifri.
" oke dah. "
" lama betul " ucap salwa begitu mereka masuk.
" sorry sorry tadi toiletnya rame jadi harus antri" ucap reva.
" kita udah buang waktu kita 10 menit.. jadi kita langsung aja latihannya... karna nanti kita bakal tampil bareng di acara amal sekolah " ucap wildan. yang langsung membuat salwa dan kawan kawan berbinar binar.
" oke! mohon kerja samanya! " .
₩₩₩.
" masama... nanti sepedamu biar kusuruh antarkan kesini klo udah selesai. " ucap chris..
karena sepeda salwa tiba-tiba bocor dan rantainya terputus saat perjalanan pulang, untung saja bertemu chris dijalan.
" iya makasih " ucal salwa.
" kak... itu siapa? " tanya umi dari depan pintu rumah.
" ouh temen mi... " ucap salwa.
" ayok suruh masuk dulu... kita makan malam bareng... umi tadi masak lebih " ucap umi.
" nggak usah tante ini mau langit balik aja " tolak chris.
" aduh nggak usah sungkan... " ucap umi.
chris pun menurut ikut masuk kedalam rumah.
__ADS_1
" kok bisa bareng salwa? tadi kayaknya bawa sepeda. " tanya umi.
" tadi sepedanya kakak tiba-tiba bocor ama rantainya putus.. untung ng ada chris jadi kakak bisa pulang tepat waktu " ucap salwa.
" ouh gitu.. makasih ya udah bantuin kakak... maaf aja kalo anak tante yang ini suka ngerepotin " ucap umi tersenyum. chris mengangguk.
" itu kalo mau mandi dulu kamar mandinya ada di ujung lorong sana " tunjuk umi.
" iya tante.. " ucap chris.
" abi mana mi? " tanya salwa.
" abimu ada lembur jadi pulangnya mungkin nanti tengah malam " ucap umi.
" hem... "
" nggak mandi dulu? " tanya umi kepada chris.
" nggak usah tante... " ucap chris.
" kalo gitu ayok langsung makan aja... " ucap umi.
mereka pun menuju ruang makan nampak diatas meja sudah tersusun beberapa makanan kesukaan salwa, kedua adiknya juga sudah menunggu disana. mereka pun menikmati makan malam bersama sambil diselingi cerita. membuat chris merasakan suasana hangat makan malam bersama keluarga yang tak pernah ia rasakan selama ini, walau di keluarganya ada makan malam bersama namun hanya penuh kehampaan hanya mas salah pekerjaan yang dibahas dan masalah perjodohan membuatnya selalu tak pernah nyaman.
" makan makan malamnya.. salamin keumi masakannya enak " ucap chris kepada salwa yang mengantarkannya.
" oke... ouh ya ini dari umi buat kamu.. " ucap salwa memberikan 1 toples kue ukuran sedang kepada chris.
" wah makasih " ucap chris tersenyum.
" umi kemarin buat varian kue baru.. moga aja enak dan bisa diterima sama mulutnya orang-orang " ucap salwa.
" wah.. pasti enak makasih " ucap chris.
" yaudah hati hati dijalan. " ucap salwa.
" oke. "
tanpa mereka sadari jika sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari chris keluar rumah salwa sampai salwa masuk kedalam rumah dengan tatapan membara.
__ADS_1