
sudah seminggu sejak Hanna pindah sekolah. Hanya dengan waktu yang singkat itu pula mereka langsung mengerti sifat Hanna yang sangat penuh kejutan.
" aku ikut ke kantin ya " ucap Hanna saat bel istirahat berbunyi.
" eh, tumben mau ikut? " tanya hilmi spontan.
" hehe soalnya aku kepo " ucap Hanna tersenyum.
" ya udah let's Go! keburu antri panjang " ucap salwa menarik tangan Hanna berlari kecil menuju kantin diikuti oleh para sahabat nya.
" aku takut anak tuh nggk biasa makan makanan kantin kita yang beda kelas " ucap refa.
" nah sama " ucap sifri yang mengingat kejadian beberapa hari lalu saat ia memberikan sebuah camilan buatan ibunya ke Hanna yang langsung membuat nya masuk UKS.
" semoga aja nggak kenapa- napa " ucap refa.
" aamiin "
saat mereka masuk area kantin seluruh mata langsung melihat kearah mereka, mungkin lebih spesifikasi nya ke arah Hanna.
" cantik banget "
" mau makan apa? " tanya salwa.
" Hem.. yang paling enak? " tanya Hanna.
" menurut kita yang paling enak disini itu batagornya mang bambang " ucap salwa.
" oke itu aja. " ucap Hanna.
" kamu ikut mereka nyari kursi kosong biar aku yang pesankan. " ucap salwa.
__ADS_1
" oke "
" salwa.. aku ikut kamu " ucap sifri.
" oke "
" mejanya emang begini warna nya? " tanya Hanna saat mereka telah mendapat kan meja kosong.
" iya. "
" dilap pake tisu sudah selesai " ucap hilmi mengelap meja dengan kursi.
" ini selalu dibersihkan setiap hari, cuman karena udah lama dipake dan sering ketumbahan makanan atau minuman makanya jadi kek gini.. agak gelap " jelas refa.
" oh.. " ucap Hanna ragu-ragu menurunkan tangganya ke atas meja.
" sebentar lagi pesanan kita datang! " ucap salwa dan sifri kembali.
" ikutan " ucap chris yang langsung duduk disamping salwa.
" ekhem.. " dehem wildan duduk di samping kanan salwa, sekarang posisi salwa tengah dihimpit oleh 2 orang lelaki yang populer disekolah. ia yang baru saja tiba dikantin dan melihat chris yang duduk disamping salwa tak Terima dan langsung ikutan duduk di kursi samping salwa.
" baru aja mau kududukin " ucap sifri saat kursinya diambil oleh wildan.
" wajah tertekan " ucap zam zam menunjuk wajah salwa yang memerah.
" chris kamu bisa pindah ke samping nya Hanna nggak? aku mau duduk disamping nya salwa. " ucap sifri.
chris langsung pindah begitu melihat salwa yang menunjukkan wajah tak nyaman karna dihimpit dua orang lelaki ditambah mendapatkan tatapan tajam dari Hanna.
" oke. "
__ADS_1
" makasih " ucap sifri senang.
" selamat makan ".
" Hanna " panggil salwa saat mereka telah kembali ke kelas.
" iya? "
" ini dari umi, semoga kamu suka " ucap salwa menyerahkan setoples kue kering buatan uminya.
" wah.. thanks.. keliatannya enak, salamin ke umi makasih " ucap Hanna tersenyum lebar dan menyimpannya ke dalam tasnya.
" minggu ini aku sama yang lain mau ngumpul dirumahku, kamu mau ikut? " tanya Hanna.
" wah.. boleh banget.. aku bakal datang kok " ucap Hanna.
chris yang mendengar semua percakapan mereka pun mulai Was-was, takut akan terjadi sesuatu yang tak diinginkan terjadi.
sepulang sekolah chris menarik Hanna sampai kebelakang parkiran.
" kenapa? " tanya Hanna santai.
"lu ngerencanain sesuatu kan! " ucap chris.
" apa sih lu.. nggak jelas " ucap Hanna.
" kalo lu sampek ngelakuin sesuatu ke salwa, awas aja lo! " ucap chris.
" kalo iya emang kenapa? apa istimewa nya dia? HAH! " ucap Hanna untung saja area parkiran sudah agak sepi jadi tak ada yang memperhatikan mereka.
" ck "
__ADS_1
" jawab.. masih sempurnaan gue daripada dia! " ucap Hanna.
" kuakui lu emang sempurna tapi lu tetep nggak bisa ngalahin dia " ucap chris berlalu dari hadapan Hanna.