Bintang Sekolah.

Bintang Sekolah.
BAB 45. TAK SESEMPURNA DIA


__ADS_3

sudah seminggu sejak Hanna pindah sekolah. Hanya dengan waktu yang singkat itu pula mereka langsung mengerti sifat Hanna yang sangat penuh kejutan.


" aku ikut ke kantin ya " ucap Hanna saat bel istirahat berbunyi.


" eh, tumben mau ikut? " tanya hilmi spontan.


" hehe soalnya aku kepo " ucap Hanna tersenyum.


" ya udah let's Go! keburu antri panjang " ucap salwa menarik tangan Hanna berlari kecil menuju kantin diikuti oleh para sahabat nya.


" aku takut anak tuh nggk biasa makan makanan kantin kita yang beda kelas " ucap refa.


" nah sama " ucap sifri yang mengingat kejadian beberapa hari lalu saat ia memberikan sebuah camilan buatan ibunya ke Hanna yang langsung membuat nya masuk UKS.


" semoga aja nggak kenapa- napa " ucap refa.


" aamiin "


saat mereka masuk area kantin seluruh mata langsung melihat kearah mereka, mungkin lebih spesifikasi nya ke arah Hanna.


" cantik banget "


" mau makan apa? " tanya salwa.


" Hem.. yang paling enak? " tanya Hanna.


" menurut kita yang paling enak disini itu batagornya mang bambang " ucap salwa.


" oke itu aja. " ucap Hanna.


" kamu ikut mereka nyari kursi kosong biar aku yang pesankan. " ucap salwa.

__ADS_1


" oke "


" salwa.. aku ikut kamu " ucap sifri.


" oke "


" mejanya emang begini warna nya? " tanya Hanna saat mereka telah mendapat kan meja kosong.


" iya. "


" dilap pake tisu sudah selesai " ucap hilmi mengelap meja dengan kursi.


" ini selalu dibersihkan setiap hari, cuman karena udah lama dipake dan sering ketumbahan makanan atau minuman makanya jadi kek gini.. agak gelap " jelas refa.


" oh.. " ucap Hanna ragu-ragu menurunkan tangganya ke atas meja.


" sebentar lagi pesanan kita datang! " ucap salwa dan sifri kembali.


" ikutan " ucap chris yang langsung duduk disamping salwa.


" ekhem.. " dehem wildan duduk di samping kanan salwa, sekarang posisi salwa tengah dihimpit oleh 2 orang lelaki yang populer disekolah. ia yang baru saja tiba dikantin dan melihat chris yang duduk disamping salwa tak Terima dan langsung ikutan duduk di kursi samping salwa.


" baru aja mau kududukin " ucap sifri saat kursinya diambil oleh wildan.


" wajah tertekan " ucap zam zam menunjuk wajah salwa yang memerah.


" chris kamu bisa pindah ke samping nya Hanna nggak? aku mau duduk disamping nya salwa. " ucap sifri.


chris langsung pindah begitu melihat salwa yang menunjukkan wajah tak nyaman karna dihimpit dua orang lelaki ditambah mendapatkan tatapan tajam dari Hanna.


" oke. "

__ADS_1


" makasih " ucap sifri senang.


" selamat makan ".


" Hanna " panggil salwa saat mereka telah kembali ke kelas.


" iya? "


" ini dari umi, semoga kamu suka " ucap salwa menyerahkan setoples kue kering buatan uminya.


" wah.. thanks.. keliatannya enak, salamin ke umi makasih " ucap Hanna tersenyum lebar dan menyimpannya ke dalam tasnya.


" minggu ini aku sama yang lain mau ngumpul dirumahku, kamu mau ikut? " tanya Hanna.


" wah.. boleh banget.. aku bakal datang kok " ucap Hanna.


chris yang mendengar semua percakapan mereka pun mulai Was-was, takut akan terjadi sesuatu yang tak diinginkan terjadi.


sepulang sekolah chris menarik Hanna sampai kebelakang parkiran.


" kenapa? " tanya Hanna santai.


"lu ngerencanain sesuatu kan! " ucap chris.


" apa sih lu.. nggak jelas " ucap Hanna.


" kalo lu sampek ngelakuin sesuatu ke salwa, awas aja lo! " ucap chris.


" kalo iya emang kenapa? apa istimewa nya dia? HAH! " ucap Hanna untung saja area parkiran sudah agak sepi jadi tak ada yang memperhatikan mereka.


" ck "

__ADS_1


" jawab.. masih sempurnaan gue daripada dia! " ucap Hanna.


" kuakui lu emang sempurna tapi lu tetep nggak bisa ngalahin dia " ucap chris berlalu dari hadapan Hanna.


__ADS_2