
Sebuah tempat yang sejuk dan damai, yang membuat kita merasa seperti dirumah sendiri, tapi nyatanya tidak. sekarang aku berada di tempat yang populer. Kafe Rainbow Girl, jadi kafe itu kafe diciptakan khusus cewek doang, dan dibuat sedemikian rupa senyaman mungkin dan segirly mungkin, dan ini juga tempat favorit aku kalau lagi nongkrong sama teman-temanku. sampe aku hapal siapa aja nama pengunjung yang sering datang ke kafe itu. dan salah satu Pelayan yang favoritku ku yaitu Mba Riri. dia ramah, baik, sopan dan dia rajin banget. udah aku anggap seperti kakakku sendiri. aku juga sering curhat ke dia tentang masalah pribadiku yang nggak bisa ku ceritain ke mamih. well, actually kafe itu adalah sebenarnya usaha milik mamihku, tapi aku yang mengelola dan menjadi manajer di kafe itu. jadi untuk dekorasi dan penataan ruangan yah itu ide kreatifku.
So, perkenalkan nama ku Alfira Miranda,umur ku 18 tahun, aku masih kelas 3 sma, biasanya di panggil Fira, dan aku punya pacar satu sekolah denganku namanya Reynanda.
" hei sayang," sapa Rey.
" hei, kamu bawa apa itu?" jawabku.
Rey baru saja datang ke kafe ku dan membawa bingkisan.
" ini kue spesial buat kamu." kata Rey.
" hm, emangnya aku ulang tahun dikasih kue segala?! " jawab aku bingung.
" haha emangnya ngasih kue harus dihari ulang tahun ya?" jawab Rey.
" enggak juga. hehe, ya udah deh makasih banyak yah sayang." kata ku sambil tersenyum.
__ADS_1
" iya sama. yuk, mau jalan kapan?"
" bentar dulu, aku nyimpan kue ini dulu yah."
setelah aku meletakkan kuenya ke dalam kulkas, aku dan Rey pun pergi berkencan. ehhe.
ketempat yang biasa kita kunjungi. kita sudah pacaran lumayan lama, sekitar 5 bulanan. wkwk masih baru yah, seumur jagung. tapi yang aku demen dari Reynselain wajahnya yang tampan dan badan sixpack adalah dia orang yang humoris. dia selalu berhasil bikin aku ketawa ketika lagi badmood, well karena itu aku nyaman dan sayang sama dia.
oh iya, aku belum menceritakan tentang keseharianku di sekolah, langsung saja keesokkan harinya, yaitu hari senin. seperti biasa aku berangkat ke sekolah sama bebeb aku, Rey. hampir satu sekolahan tau kalau aku dan rey berpacaran. di sekolah aku punya temen segeng yaitu Hana, Stefi, dan Aisyah.
Aisyah ini orang yang religius, makanya dia pakai hijab, apa-apa selalu dikaitkan sama agama. jadi kalau mau melakukan kejahatan pasti dia langsung ngomong gini :
" Astaghfirullah, dosa guys dosa, itu adalah perbuatan yang dibenci Allah, bisa memasukkan kalian ke dalam neraka. kalau aku sih ogah."
nah yang ini si cantik Hana, tapi cantiknya lebay, dia centil dan manja, dia suka sekali dandan. tiap liat kaca pasti sisir rambut, atau benerin poni, atau pernah dia pakai bedak didepan kaca kelas. emang gak ada akhlak banget. eit jangan baper ya.
kalau yang satunya lagi ini sih kebalikannya dari si Hana. Stefi itu malah dia agak tomboi, gaya nya amburadul, tapi setefi ini jujur kok orangnya apa adanya bangey dan dia jago beladiri. jadi kalau ada cowok yang gangguin kita langsung deh dia sikat.
tapi, dari semuanya cuma aku satu-satunya personil yang udahbounya pacar, hehe. kalau Hana sebenarnya sudah punya pacar tapi gonta ganti terus jadi yah sekarang malah jomblo, karena sudah tau pasti bakal ditinggalin.
Aku ada rencana sehabis pulang sekolah mau nganterin pesenan pelanggan Super Rainbow Cake. tapi karena Rey ada latihan futsal, so aku pergi sendiri naik taksi karena aku nggak bisa pakai motor. aku sudah mengantarkan pesanannya, tapi ada firasat yang mengganjal.
__ADS_1
" perasaan kok dari tadi ini gang sepi ya, mana udah sore lagi. aku harus cepet-cepet nih." kataku sedikit cemas.
tak lama kemudian, muncul 2 orang naik motor dan berhenti didepanku. aku tak memperdulikan mereka dan mengalihkan pandanganku sambil terus berjalan. tapi mereka mengejarku.
" halo neng geulis, arek ka mana neng? sorangan? mau abang antar gak neng? oh ya neng kenalin abang teh Budi, kalo dia teh Rudi. kita kembaran neng." kata Abang Budi seraya berjabat tangan denganku.
" ih siapa juga yang nanya." pikirku dalam hati.
" saya fira." jawabku sembari berjabat tangan dengan mereka berdua.
tapi, tanganku nggak dilepas-lepas malah digenggam erat.
" eh lepasin tanganku dong, plis lepasin !" kataku sedikit teriak.
tapu mereka malah tertawa terbahak-bahak nggak tau deh yang lucu apaan. lalu mereka menarik tanganku dan memaksaku untuk ikut dengan mereka. aku langsung teriak ketakutan.
" aaahh Toloongg!!! Tolong!!! Penculik!!!" teriak aku sekuat tenaga.
Dan tak lama kemudian datanglah pahlawan kesiangan. eh aku malah dirorong sampai jatuh ke aspal. punggungku rasanya remuk dan sakit sekali. Duh, tapi tidak apa-apa karena akhirnya ada orang yang mau menolongku. aku tidak tau siapa dia, cewek atau cowok, karena dia berpakaian serba hitam dan memakai helm hitam. entahlah, yang terpenting adalah aku mendukung dia, aku mendoakan dia dalam perkelahian itu agar dia menang dan beberapa menit kemudian akhirnya penculik itu kalah dan babak belur lalu kabur terbirit-birit.
sementara ini, orang ini sepertinya tidak ada luka satupun, dan dia juga langsung kabur pergi begitu saja. padahal belum sempat aku bilang terima kasih padanya. laki-laki yang misterius. tapi dengan mengenali ciri-cirinya mungkin suatu saat jika ketemu lagi aku bisa sempat bilang terima kasih, semoga saja.
__ADS_1
kemudian aku langsung memesan gojek dan pulang kerumah tercinta.