
" whaattt??" teriak aku.
wajah Fira terkejut.
" kamu sama siapa fir? " tanya Hana.
" iya fir, kenapa? emangnya kamu sama siapa? " tanya Aisyah.
Aku hanya menggelengkan kepalanya, dengan wajah meragukan. akhirnya, Stefi melihat daftar pembagian kelompok tugas BI itu. dan Stefi pun terkejut juga. lalu Hana dan Aisyah juga penasaran, merekapun melihat daftar pembagian kelompok. dan Hana pun terkejut, tapi Aisyah tidak. dia hanya mengernyitkan dahi saja.
" lah kenapa si? kan ini sudah ditentuin sama pak guru. jadi ya semangat ya fira !" kata Aisyah.
" fix ! tugas lo gak bakalan kelar." ucap Stefi.
" fira, demi apa lo sekelompok sama, Aldi. demi apa ini?!" kata Hana.
mereka semua khawatir, karena mereka tau kalau Aldi bermusuhan dengan Rey.
" ya sudah fir. nggak papa, toh cuma 2 minggu saja. kamu pasti bisa." kata Hana.
" tapi, kamu harus hati-hati jangan sampai Rey tau kalau kamu sekelompok sama aldi." kata Stefi.
" iya, tapi aku nggak yakin apakah tugas ini akan selesai?! karena kalian tau sendiri kan, gimana diemnya si aldi itu, malah kaya es batu dingin." kata aku.
" hahaha, enggak papa fira. lakukan dengan ikhlas dan lapang dada. kerjakan semuanya dengan senang hati, insyaAllah akan selesai tanpa beban." ucap Aisyah.
" iya syah, akan ku coba. hm, enaknya kalian. aisyah sama hana, stefi sama bagus." celetukku.
" gue aja sama bagus. nggak papa kok. hehe." kata Stefi.
" masih mending bagus, dia kan pintar, orangnya care pasti enak diajak ngobrol dan tugasnya mungkin bakal kelar tanpa campur tangan kamu stef. " kata ku sedikit cemberut.
" hehe. iya mungkin." jawab Stefi.
sepulang sekolah, Fira menghampiri Aldi yang sedang membereskan bukunya.
" aldi, kamu tau kan kita satu kelompok. sini minta nomer mu," kata ku.
Aldi hanya diam sambil membereskan bukinya.
" ya sudah, nih. ku kasih nomerku saja, nanti kamu harus chat ke aku. kita diskusikan kapan akan mengerjakan penelitian. thanks." ucapku.
sambil meletakkan kertas kecil bertuliskan nomer whats app ku di meja tempat Aldi duduk. lalu akupun langsung keluar kelas dan meninggalkan Aldi sendirian. teman-temanku sedang menungguku didepan kelas, mereka sengaja kusuruh.
akupun pulang bersama Rey. selama perjalanan Rey hanya diam dan fokus menyetir. akupun memberanikan diru untuk membuka percakapan.
" em, rey. kamu ada masalah?" tanya ku.
" hm masalah. enggak." jawab Rey.
" tapi, akhir-akhir ini kamu jadi cuek." kata ku.
" oh . . enggak, jadi ini . . iya ada sedikit masalah keluarga, tapi masalah kecil kok." Jawab Rey.
" tuh kan bener. masalah apa rey? cerita sama aku?" ucap ku.
__ADS_1
" em, bukan masalah besar kok. oh ya, kamu udah makan ?" kata Rey.
" kenapa dia tidak mau cerita sama aku." ucapku dalam hati.
aku menganggukan kepala.
" oh sudah ya. padahal mau ngajak makan bareng." kata Rey.
" emangnya kamu belum makan?" tanyaku.
" belum. hehe."
" ya udah aku temani kamu makan."
kita pun menuju tempat makan sederhana. Rey makan dan aku menunggunya.
tiba-tiba ada chat masuk.
ku lihat layar ponselku, ternyata nomer asing. tapi aku tidak membukanya, karena aku sedang mengobrol dengan Rey.
setelah pulang kerumah, aku bergegas mandi dan sholat maghrib.
untuk sementara kafe saat ini mamih yang handle. jadi kadang mamih pulang jam 7 malam.
" hm, oh nomernya aldi. " gumam ku.
" eh, tapi aku penasaran siapa cewek yang tadi pagi sama aldi ya? apa cewek yang dirumah sakit waktu itu?" kata ku.
" hah, mikirin dia. bukan urusanku lah." kata ku lagi.
keesokan harinya, seperti biasa aku berangkat bersama Rey. karena mamih harus berangkat pagi ke kafe.
di kelas, seperti biasa aku bersama teman-teman tercinta ku.
kita sedang asyik mengobrol dan tiba-tiba ada chat masuk.
: sepulang sekolah, harus membuat tema artikel
Begitu isi pesannya, tentu saja itu dari Aldi. dan kulihat Aldi berjalan keluar kelas tanpa menyapa ku sedetikpun.
" kenapa fir?" tanya Hana.
" si aldi, ngajakin diskusi tema artikel sepulang sekolah nanti. " jawab aku lesu.
" hm. dimana?" tanya Aisyah.
" gak tau. coba ku tanya aja ya?"
lalu ku balas chat dari Aldi itu.
: dimana?
" semoga berhasil ya fir. hehe. " kata Stefi sambil menepuk punggungku.
" hm, yaa."
__ADS_1
akhirnya, sepulang sekolah pun aku bertemu dengan Aldi. kita berjalan menuju suatu tempat.
" aldi, kita mau kemana sih? " tanya ku.
" ke tempat yang tepat untuk mendiskusikan tema artikel." jawab Aldi.
" ke tempat yang tepat segala. kenapa nggak disekolah aja sih?" tanya ku lagi.
aku terlalu fokus berjalan sambil liat ke bawah takut ada sesuatu yang kuinjak dan melukai kakiku. tanpa sadar ternyata Aldi berhenti didepan ku dan aku menabraknya.
" kenapa berhenti mendadak sih." kata ku.
" kalau kamu nggak mau, kenapa kamu tidak bilang dari awal?" kata Aldi.
" eh . . ya aku pikir, nggak jauh tempatnya." ucap ku lagi.
lalu kita menyebrang, ketika sedang menyebrang tiba-tiba kaki kiriku ku kesleo dan aku terjatuh pas ditengah jalan. dimana ada sebuah truk yang lewat.
mataku terbelalak ketika kulihat truk mendekat. tapi kaki ku rasanya sakit sekali, aku harus ke tepi tapi tidak bisa. tubuhku kaku dan hanya bisa diam.
lalu dengan sangat cepat Aldi menolongku, dia cepat menggendongku ke tepi. seketika aku terkejut, aku pasrah tapi kemudian aku melihat wajah sang pahlawan kesiangan. Aldi menolongku, lagi.
jujur saat itu aku sangat takut sekali, tapi ketika lulihat wajah Aldi, entah kenapa rasanya ketakutanku hilang.
" nggak usah menatapku seperti itu." kata Aldi sembari menurunkanku di tepi.
aku masih diam. tidak tau mau bilang apa.
" hey, kakimu sakit?" tanya Aldi.
aku hanya menganggukan kepala.
" duduk dulu. sini ku obati. " kata Aldi.
Aldi pun meluruskan kakiku, dia menarik kaki ku dan KLAK !!!
" aaahhh ! sakit banget, kamu apakan kaki ku hah?" ucap ku kesakitan.
yah kalian tau kan , kalau kaki kesleo terus dilurusin secara paksa sampai bunyi klak seperti itu, gimana rasanya. jangan ditanya.
" sorry, sini aku olesin minyak dulu, supaya nggak bengkak." kata Aldi.
Aku melihatnya mengoleskan minyak ke kakiku. benar-benar membuatku bersalah tentang apa yang ku pikirkan tentang dia selama ini.
" ternyata aldi perhatian. aku baru mengerti sekarang. eh . . tunggu, kenapa aku ngomongin dia sih." ucap ku dalam hati.
" sudah sudah, makasih." ucap ku sambil berusaha berdiri.
tapi kakiku masih sedikit sakit.
" mau lanjutin apa ganti tempat?" tanya Aldi.
" hm, aha . .aku punya ide."
aku pun menyuruh Aldi kembali ke parkiran.
__ADS_1