BLACKMAN

BLACKMAN
17. PERJANJIAN 1


__ADS_3

Rey melanjutkan dinnernya dengan Fira. dia teringat dan terbayang dengan kabar yang dia terima malam ini. sungguh kabar yang sangat membahagiakan. tiba-tiba dia teringat ucapan Aldi.


" atau aku lakukan hal yang sama ke fira."


begitu kalimat yang teringat di benak Rey. langsung Rey menatap Fira dengan tatapan tidak ingin kehilangan. dia lalu mengambil minuman dan meminumnya. lalu berhenti sebentar.


" kenapa rey?" tanya Fira yang sedang menyantap makanannya.


Rey hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. lalu dia melanjutkan makannya. setelah selesai makan, kemudian mereka mengobrol-ngobrol sebentar lalu pulang. selama diperjalanan Fira ketiduran, sampai-sampai mulutnya terbuka. Rey melihatnya hanya tersenyum geli, lalu sesekali Rey mengusap pipi Fira yang sedang terlelap itu.


lama perjalanan, akhirnya sampailah didepan pintu gerbang rumah Fira. namun Fira masih terlelap. Rey mencoba membangunkannya, namun Fira tidak mau bangun. Rey mencubit hidungnya tetap saja tidak bangun, kemudian Rey menggelitik perutnya, namun gagal. segala cara tidak bisa membuat Fira bangun. akhirnya Rey turun, lalu memanggil mamihnya Fira dan meminta tolong untuk membawanya masuk kedalam.


" duh, makasih ya rey. maaf jadi ngerepotin." ucap Mamihnya Fira.


" iya tante. enggak kok, Rey senang bisa membantu tante. apalagi gendong pacar sendiri kan gak papa. hehe." kata Rey sedikit becanda.


" hm, dasar modus yah kamu." kata Mamih.


" ya udah tante, rey pamit pulang dulu yah. assalamualaikum." kata Rey.


" iya. hati-hati ya, waalaikumsalam."


lalu pintu gerbang ditutup dan dikunci.


Rey duduk sebentar didalam mobil, dia lalu memejamkan matanya kemudian dia menyenderkan kepalanya ke belakang. kemudian dihembuskan nafasnya.


" aku tidak akan membiarkan itu terjadi pada fira." ucap Rey lirih dan yakin.


lalu Rey pun menginjakan gasnya dan melaju dengan kencang, perlahan-lahan kemudian lama-kelamaan menghilang dari jalanan.


malam pun berlanjut, lampu remang-remang di jalanan kecil, kedap-kedip membuat orang yang lewat disitu sedikit merinding.


jangkrik juga sepertinya sudah merasa lelah mengeluarkan suaranya.


Hingga, esok pun tiba. Matahari menyongsong Bumi beserta isinya, menyinari seluruh alam kehidupan, membangkitkan jiwa-jiwa yang telah terlelap di dalam mimpinya.


seperti biasa, hari-hari diisi dengan aktivitas sekolah, bermain, mengobrol dan berkencan. itu bagi yang sudah punya pacar ya.


Rey yang sedari tadi hanya duduk melamun didekat jendela, tiba-tiba lamunanya bubar ketika dia melihat Aldi sedang berjalan sendirian lewat didepan kelasnya. Rey langsung bergegas menghampirinya.


" Di, aldii . . " panggil Rey kepada Aldi.


Aldipun berhenti lalu menengok.

__ADS_1


" tolong, kali ini gue cuma mau nitip salam buat gista."


tapi Aldi hanya diam saja, dengan raut wajah yang enggan menatapnya sama sekali. Aldi lalu pergi begitu saja.


" aldi, pliis kali ini gue mohon sama lo. kasih gue kesempatan ketemu sama dia."


Aldi hanya diam dan tidak mendengarkannya sama sekali.


" brengsek lo di." kata Rey emosi.


Rey langsung mukul Aldi dari belakang, Aldi kesakitan. lalu diapun membalas pukulannya dengan tinjuan diwajah Rey. Dan akhirnya merekapun adu kekuatan. orang-orang mulai berdatangan dan mengerumuni mereka berdua. tinju demi tinju, tendangan demi tendangan, mereka benar-benar saling memukul. Aldi berusaha untuk memgalah tapi Rey penuh emosi. menit demi menitpun berlalu.


" eh ada apa tuh rame-rame." ucap Hana penasaran.


lalu Hana mengeceknya dan langsung mengajaknya mereka bertiga untuk melihat apa yang terjadi.


" ih, fira itu Rey kan? dia berantem sama . . . aldi?!" kata Hana keheranan.


Fira sangat terkejut, dia tidak tahu harus berbuat apa. dia tidak bisa meleraikan mereka berdua, karena posisinya rame banget dan Fira hanya bisa melihatnya dari sela-sela diantara orang-orang.


" wah gila fir, ini parah sih." kata Stefi.


sebenarnya Aku sangat keheranan, apa yang membuat mereka jadi berantem seperti itu. ada hubungan apa Rey dengan Aldi?


lalu tak lama kemudian, merekapun selesai.


Aku bisa merasakan apa yang Aldi rasakan. entah sejak kapan aku bisa membaca situasi yang tak ku mengerti ini.


" ketemu dia? dia, siapa?" ucapku dalam hati.


lalu orang-orang segera bubar, karena ada guru yang datang, Hana, Aisyah, dan Stefi pun kembali ke kelas lagi tanpa aku. aku masih berdiri menatap Rey yang kesakitan, dan wajahnya memar.


Rey juga melihatku berdiri menatapnya. aku tidak tahu apakah aku harus marah ataukah aku harus menolongnya. sementara aku sebenarnya penasaran, apa yang terjadi ?. aku hanya bisa diam dan menatapnya, hingga dia berusaha berdiri dengan kakinya yang sakit lalu menghampiriku.


" fira, aku minta maaf. " kata Rey kepadaku.


aku tidak tega memarahinya.


" Rey, ikut bapak ke ruangan ! " ucap guru yang tadi datang, dan ternyata guru BK.


lalu Rey akhirnya, pergi meninggalkan aku yang sedari tadi hanya diam saja. aku masih menatapnya keheranan.


lalu aku inisiatif, bertanya pada teman Rey.

__ADS_1


" Za, Reza !!!" aku memanggil Reza, salah satu teman sekelasnya Rey.


Rezapun menghampiriku.


" kamu tahu, kenapa mereka bisa berante?" tanyaku.


" aku gak tahu permasalahannya apa. yang aku lihat tadi, rey lagi ngelamun terus pas aldi lewat depan kelas dia langsung nyamperin terus ngomong sesuatu. aku gak tau ngomong apa, aku cuma liat lewat jendela dalam kelas. terus gak lama si rey mukul aldi duluan, terus si aldi balesin pukulannya. gitu." jawab Reza.


" oh gitu ya." kataku masih bingung.


" emangnya dia gak pernah cerita sama kamu?" tanya Reza.


" enggak. dia gak cerita ke aku. aku aja bingung sama dia. apa mungkin dia merahasiakan sesuatu."


Reza hanya mengangkat alis dan kedua pundaknya, pertanda dia tidak tahu sesuatu.


" za, aku boleh minta tolong sama kamu?"


" eh, sory nih. sebelumnya minta tolong apa dulu?" ucap Reza.


" tolong, kamu tanyain ke dia, apa permasalahannya sama aldi ya. bisa?" ucapku.


" oh, oke deh. aku akan coba tanyain dia nanti."


" oke, thanks ya za. aku balik ke kelas dulu. bye." kataku segera pergi ke kelas.


" yap. bye." jawab Reza singkat.


lalu aku ke kelas lagi, untung saja guru belum datang.


" ya ampun, fira kamu tadi kemana?" tanya Aisyah.


" hehe, ada urusan sebentar." jawabku.


" oh. rey gimana?" tanyanya lagi.


" dia, ke ruang BK." jawabku.


" hm, kena masalah tuh pasti." kata Stefi.


" kenapa sih rey tumben bikin masalah?" tanya Hana.


" aku nggak tau. rey juga gak pernah cerita tentang masalah pribadinya." jawabku.

__ADS_1


" aku aja nggak tau mesti marah atau sedih?" ucapku sedikit curhat.


lalu tiba-tiba guru datang dan pelajaran dimulai.


__ADS_2