BLACKMAN

BLACKMAN
35. NOTES


__ADS_3

Aku lalu menyusul Aldi yang sudah sampai duluan di markas. lalu aku segera memotret sepatu yang dipakai Aldi. dari berbagai sisi agar aku cek ke-orisinalannya.


"hey ... apa yang kamu lakukan?" tanya Aldi tiba-tiba.


aku langsung terkejut bukan main.


"eh .. ini ... lagi memotret depan markas. hem .. hehe ... " jawabku terbata-bata.


Aldi mulai curiga kepadaku. lalu kitapun melanjutkan wawancaranya kepada pemilik markas. setelah wawancara selesai, kita berdua pun pamit pulang.


"aku sudah mewawancarai, mencatat, dan mencari informasi dan datanya. sekarang ini bagian kamu." ucap Aldi.


dia memberiku sebuah catatan kecil yang sudah ditulisnya tadi.


"merangkum, lalu dijadikan diketik." kata Aldi.


"oh ... iya." jawab ku.


lalu kami berdua pulang, karena hari mulai sore dan kaki juga sudah lelah.


"makasih ya di." ucapku.


aku lalu berjabat tangan dengan dia. diapun membalas jabatan tangan dari ku. dan kamipun berpisah, karena kami berbeda arah jalan pulang.


Hingga, malam haripun tiba.


aku duduk didepan meja belajarku. kubuka laptopku lalu aku mulai mulai mengetik judul artikel. aku ambil catatan yang diberi Aldi yang masih tersimpan didalam tas. tiba-tiba sesuatu terjatuh tanpa disengaja. aku ambil benda yang terjatuh tadi.


"hm ... gelang ini? ... aku paka saja lah. bentuknya bagus, elegan. dan wow ... terlihat manis dilenganku, hehe." ucap ku.


aku memakai gelang itu dilengan kiriku. aku mulai menyukai gelang itu.


lalu aku melanjutkan mengetik tugasku. ditemani secangkir kopi manis hangat dan roti lapis.


Setelah selesai mengetik aku lalu teringat dengan kejadian tadi siang hari itu. aku kembali membuka foto itu. foto Aldi dengan sepatunya. akupun mulai mencari kebenarannya, ternyata ada huruf A di bagian luar sepatu itu. dan dari ke tiga sepatu didunia itu masing-masing berbeda huruf sesuai keinginan pembeli.


"kalau disini, pasti tidak ada yang bisa membeli sepatu semahal ini, apalagi untuk diapakai sehari-hari, pasti sayang." ucap ku.


"masa sih? tapi kalau diingat-ingat lagi postur tubuh Aldi, lalu sosok cowok misterius dan Blackman ini hampir sama." gerutu aku malam itu.


"apa sebenarnya itu adalah orang yang sama? atau ada banyak? kenapa Blackman selalu bisa muncul setiap kali ada marabahaya? kalau itu Aldi, dia otomatis tidak bisa muncul setiap saat karena dia sekolah." ucapku.


aku semakin penasaran. lalu aku mencari informasi tentang Blackman dan kejadian-kejadian lainnya.


"ketemu ! kejadian kebakaran sekolah." kata ku.


aku memperhatikan dengan seksama foto yang sempat diambil oleh siswa, dan kuperhatikan sedetail mungkin. dan benar ! sosok Blackman yang datang pada saat kebakaran kelas itu memakai sepatu yang sama dipakai Aldi itu.


"hah ... benar! sama persis!" ucap ku terkejut.


laku aku mulai berpikir dan berpikir. hingga akhirnya aku ketiduran.


###


Esok harinya.

__ADS_1


Aku dan Rey sedang dalam perjalananenuju sekolah. aku sedang mencari ponselku.


Rey melihat ke arahku.


"kamu nyari apa?" tanya Rey.


"hp ku." jawabku.


lalu Rey tanpa sengaja melirik kearah tangan kiriku.


"gelang itu ..." gumam Rey dalam hati.


"ah ketemu. ternyata terselip didalam artikelku." ucapku.


"hm ... makanya sebelum berangkat disiapin dulu." kata Rey.


"iya, soalnya tadi bangunnya kesiangan jadi gugup deh." jawabku.


"itu gelang baru?" tanya Rey.


"oh ini ... enggak si, sebenarnya aku nemu gelang ini didepan minimarket. karena gelangnya cantik dan sepertinya milik seseorang." jawabku.


"kenapa nggak dikembalikan saja?" tanya Rey lagi.


"aku aja nggak tau, siapa pemilik gelang ini." kata ku.


"kenapa kamu ambil? harusnya biarkan saja gelang itu disana !" ucap Rey sedikit tegas.


aku sedikit terkejut, karena Rey mengeraskan suaranya padaku. akupun hanya diam dan memandangi Rey saja.


"ah maaf, aku kelepasan. maafin aku yah?" ucap Rey.


"... emangnya kenapa rey? kenapa kalau aku memakai gelang ini?" tanya ku.


"eh ... takutnya aja gelang itu membawa ... pengaruh buruk atau mungkin kesialan." jawab Rey.


jawaban Rey sedikit tidak masuk akal.


"nggak ada hubungannya kali sama gelang ini. kayaknya pemilik gelang ini seorang perempuan." kata ku.


"apa mungkin ... itu gelang gista? pasti tersangkut lalu terjatuh, atau ... atau dia sengaja membuangnya?" ucap Rey dalam hatinya.


lalu Rey mulai menambahkan kecepatannya karena sepertinya kita hampir terlambat.


###


"guys, aku punya berita penting nih." ucapku dikelas.


"hah? apaan?" tanya Stefi.


"kalian lihat ini?!" ucapku.


aku menunjukkan foto Aldi dengan sepatu itu.


"hah? ini kan Aldi?" jawab Stefu lagi.

__ADS_1


"iya maksudku, fokus sama sepatu yang dipakai." kata ku lagi.


"wahh ..." kata Hana.


"kenapa han?" tanya Aisyah.


"ini sepatu mahal guys ... dan langka." jawab Hana.


"betul ! kalian tahu harganya berapa? 15 juta, dan cuma ada 3 didunia ini. aku udah fotoin sepatu aldi dari berbagai sisi. dan ternyata ini original, karena beda sama yang sepatu kw. lihatlah !" kata ku.


"waaah ... " seru mereka bertiga.


"gila, iya bener ! eh tapi ... kenapa kamu motoin sepatu orang sih? kayak kagak ada objek lain apa?" tanya Stefi.


"hehe ... karena aku penasaran, siapa Aldi sebenarnya?!" kataku.


"emangnya Aldi kenapa fir?" tanya Aisyah.


"jadi waktu hari rabu munggi lalu aku keminimarket sama Rey, lalu ada pencurian emas di minimarket ..." kata ku.


"oohh yang pencurian minimarket itu ya, aku tau, lalu Blackman datang kan menangkap pencuri itu." kata Hana.


"hm ... iya, dan aku ada disana, aku melihat sendiri gimana aksi Blackman yang hebat itu. terus aku sempat memotonya dan dasshh!!!" kata ku.


"kenapa fir?" tanya Aisyah.


"Blackman memakai sepatu yang sama dengan sepatu yang dipakai Aldi ini. lihat ada huruf A?!" kataku


"terus ini, lihat gambar ini?" ucapku sembari memberikan gambarnya.


"ini kan kejadian kebakaran kelas disekolah kita, waktu kemarin kan?" kata Aisyah.


"iya bener, dan lihat ada sosok Blackman dan dia memakai sepatu itu." ucapku semangat.


"hah ... iya benar." kata Hana.


"aku mulai merinding." kata Aisyah.


"siapa lagi disekolah kita yang memakai sepatu semahal dan selangka ini?" tanyaku dengan penuh semangat.


"cuma Aldi. itu artinya ..." kata ku.


"itu artinya ... aldi sebenarnya orang kaya raya banget !"


lalu kita bertiga menjitak kepala Hana.


"bukan ..." kataku.


"Aldi itu Blackman !" ucap kita bertiga bersamaan.


Sehingga suara yang dikeluarkan kita cukup keras dan terdengar oleh semua orang yang ada didalam kelas. mereka menatap kita karena kita berisik.


"ups ..." gumamku.


Aldi saat itu sedang berjalan menuju ke dalam kelas. mendengar aku, Stefi dan Aisyah mengatakan kalau Aldi itu Blackman, dia lalu menghentikan langkah kakinya.

__ADS_1


wajah Aldi terkejut ketika mendengar hal itu, dia lalu mengubah arah langkah kakinya ke arah lain. dia bingung dan sedikit khawatir.


"apa mereka sudah tahu?" gumam Aldi dalam hatinya.


__ADS_2