
Cayaha matahari kini telah menyongsong ke permukaan bumi yang indah ini. membawa kehangatan dan keindahan di langit timur.
tak jarang, terkadang banyak orang yang berbondong-bondong mendaki bukit hanya untuk melihat indahnya sunrise.
atau jalan-jalan sembari jogging di pagi hari, karena udara masih sejuk, segar, dan asri. belum tercampur kotornya polusi udara.
Aldi bersiap-siap untuk berangkat sekolah. sebelumnya dia membalut luka-luka kecilnya dengan plester. supaya reda rasa sakitnya dan kulitnya tidak iritasi karena terkena gesekan atau kotoran debu.
sesampainya di kelas, ternyata masih sepi. hanya ada beberapa siswa saja.
tiba-tiba ada seseorang yang mendekati Aldi. dia duduk disampingnya dan memandangi Aldi. Aldi kebingungan.
" heh, lu kenapa di?" tanya seseorang itu dengan menunjukkan telunjuknya kearah luka di wajah Aldi.
" hm? . . . oh ini . . itu . . kemarin jatuh dari motor terus kegores aspal dikit." jawab Aldi.
" termasuk ini?" tanyanya sambil menunjukkan luka ditangannya Aldi.
" iya." jawab Aldi.
ternyata dia salah satu teman sekelasnya. namanya Bagas. iya, dia juga ketua kelas itu. dia salah satu orang yang dekat dengan Aldi di kelas itu.
lalu beberapa siswa datang lagi, dan menyadari kalau Bagas sedang duduk bersama Aldi. dan mereka sedang mabar alias main bareng. dan beberapa orang pun ikut menggerombol bersama mereka berdua, tapi untuk anak yang laki-laki saja. sementara anak perempuan tidak. mereka hanya melihatnya saja lalu mengabaikan. termasuk diriku. karena aku sedang merasa khawatir, cemas dan curiga. dia masih penasaran dengan Rey.
" udah satu hari full dia nggak chat aku sama sekali." kata ku dengan nada cemas.
sementara Aisyah, Hana dan Stefi mendengarkan dengan seksama.
" ya udah, begini aja. nanti sepulang sekolah kita tunggu dia aja depan kelasnya dia. gimana?" kata Hana.
" apa nggak terlalu berlebihan?" tanyaku.
" berlebihan sih kalau kita berempat ikut semua." kata Stefi.
" ya udah, nanti kamu diantar sama Hana aja. sementara aku sama stefi nungguin di parkiran aja. gimana?" kata Aisyah berpendapat.
__ADS_1
" ya udah. aku sih mau aja." jawab Hana yakin.
akupun juga menganggukan kepala, tanda setuju.
jam pelajaran berjalan denham lancar. begitu jam pelajaran sudah selesai, kita berempat pun menjalankan rencana tadi. aku dan Hana buru-buru nungguin didepan kelasnya Rey. sebenarnya aku malu tapi ini demi kejelasan yang sesungguhnya. kebetulan sekali kelas Rey belum selesai.
setelah bel pulang berbunyi, siswa-siswa yang masih didalam kelasnya Rey keluar semua. dan yap tentu saja aku melihat Rey, tapi aku malu mau memanggilnya dan Rey juga tidak melihatku. aku ragu.
lalu salah satu teman Rey menyadari kehadiranku dan dia segera memanggil Rey untuk bertemu denganku. Reypun akhirnya menghampiriku.
" fira? kenapa kamu nungguin disini? mau pulang bareng?" kata Rey.
lalu Rey melirik ke sampingku, kalau ada kehadiran Hana juga.
" enggak. aku mau bicara sama kamu." kataku.
" sekarang dan disini?" tanya Rey.
" iya. kenapa?" kataku sedikit kesal.
tiba-tiba Rey terkejut dan dia tidak bisa menjawabnya. mulutnya hanya menganga dan tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya.
aku sengaja diam dan menunggu jawaban dari Rey.
" kenapa kamu diam? ayo jawab kamu jengukin siapa ke rumah sakit? hm? . . . jawab Rey ! " kataku sedikit marah.
" aku . . em . . aku bisa jelasin nanti, kamu pasti salah paham. . ." kata Rey sambil memegang tanganku.
Tapi aku tidak sabar lagi dan kulepaskan tangan dia dengan paksa.
" ternyata bener." kataku dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.
" ini bukan seperti yang kamu pikirkan fir." jawab Rey.
" brengsek." ucapku.
__ADS_1
aku udah nggak sabar lagi dan akhirnya akupun langsung pergi begitu saja. Hana segera menyusulku sambil memanggil-manggil namaku. namun aku langsung lari secepat mungkin agar akau tidak ketahuan kalau aku menangis.
Namun Hana, sudah pasti tau apa yang aku rasakan dan menangis adalah tindakan yang tepat.
Rey mengejarku, dia mengikutiku dari belakang. dan aku langsung segera naik ke mobil Stefi bersama Hana. lalu kitapun segera injak gas. namun Rey sepertinya tidak bisa mengejarnya karena parkir motor dia terlalu jauh.
sebenarnya aku tidak tega meninggalkan Rey begitu saja, bahkan sampai dikejar. tapi pikiranku sudah menguasai perasaanku, sehingga aku rapuh dan terlalu takut mendengar kalau jawabannya adalah hal yang aku takutkan.
aku menangis saja selama perjalanan, Stefi yang menyetir sengaja memasang music sedih. suapaya aku puas nangisnya.
" fira, kamu yang sabar yah. mungkin ini jalan yang Allah tunjukkan ke kamu, siapa rey sebenarnya." kata Aisyah sambil mengelus-elus kepalaku, karena dia duduk di depan.
sementara Hana memelukku dari samping sambil mengusap-usap punggungku.
hari itu aku benar-benar merasa sakit hati, kecewa, sedih dan rapuh. badanku rasanya lemas dan tidak bisa bergerak. lalu sampailah dirumah. mereka langsung pamitan pulang, karena sudah sore dan karena rasa capek. aku juga merasakan lelah yang berganda. aku langsung mengusap bekas air mataku supaya mamih tidak penasaran. aku langsung naik ke kamarku.
ku lihat jam dinding yang baru menunjukkan pukul 14.50 WIB. kuhempaskan tubuhku diatas kasur, lalu aku langsung terlelap hingga 2 jam kemudian.
aku terbangun dari tidurku, dan masih memakai baju seragam.
" hm . . sampai basah bantalku." ucapku.
bantalku basah bukan karena air mata, tapi karena air liur. hehehe. itu tandanya aku benar-benar tidur pulas.
lalu aku langsung mengambil handuk dan mandi.
setelah mandi, aku mengeringkan rambutku dengan hair dryer sambil kulihat layar ponselku. ada 10 panggilan tak terjawab dari Rey. aku sedikit terkesan karena baru kali ini di telfon sampai sebanyak itu. tapi mengingat kejadian tadi siang, aku langsung mengacuhkan ponselku dan kutinggalkan di meja riasku. lalu aku kedapur dan mengambil makanan, karena dari pulang sekolah belum makan siang.
hingga malampun tiba, aku benar-benar tidak mempedulikan ponselku. kumatikan saja ponselku karena benar-benar malas untuk bermain ponsel.
mamih baru saja pulang dari kumpulan arisannya. tapi aku tidak berani cerita sekarang, karena mungkin mamih masih capek. jadi aku memutuskan untuk diam saja dan menonton tv. kebetulan sekali film yang kutonton adalah tentang perselingkuhan dan itu sangat menyentuh hatiku, aku tidak bisa menahan air mataku lagi dan akupun menangis.
Tak kusangka orang yang selama ini ku cintai dan kupercayai ternyata dibelakangku berhati brengsek.
###
__ADS_1
Rey sedang menatap layar ponselnya, berharap ada balasan chat atau panggilan masuk dari Fira. tentu saja dengan perasaan gelisah dan tidak tenang. sesuatu telah menimpa dirinya.