BLACKMAN

BLACKMAN
3. TANTE DIANA


__ADS_3

" jangan pernah sentuh adik gue lagi. cepat seakarng pergi!" sentak laki-laki itu.


Ya dia adalah kakak dari wanita yang sedang sakit itu.


" gue mohon sama lo, beri gue kesempatan sekali lagi. please?!" ucap Rey sembari memohon kepada laki-laki itu.


" gue udah kasih lo dua kesempatan, dan sekarang, jangan harap lo dapat kesempatan lagi." jawab kakak itu.


"gue akui gue salah. kalo semua ini nggak terjadi gue bakal jaga . . ." ucapan Rey terpotong.


" lo lupa? siapa yang bikin ini semua terjadi? siapa yang udah bikin adik gue jadi begini? ini semua karena lo." tegas kakak itu.


" iya aldi, ini semua karena gue. gue yang udah bikin gista terbaring dan koma selama 5 bulan, gue yang udah bikin lo sebenci ini sama gue. tapi . . . ini semua bukan kemauan gue, gue sayang banget sama gista, asal lo tau aja gue mau nggantiin posisi gista bila perlu." jelas Rey dengan mata berkaca-kaca.


" kalo lo sayang, seharusnya lo jaga dia, lo rawat dia,lo temanin dia, lo ajak ngobrol dia, walaupun dia masih koma. lo jaga perasaan dia. tapi apa yang lo lakuin? gue tau kok lo udah punya pengganti gista. . . hah . . " kata Kakak itu sambil menahan amarahnya.


" lo udah ngerusak mood gue, lo keluar sekarang sebelum gue makin benci sama lo!" katanya lagi.


Rey hanya diam dan menuruti semua perkataan kakak dari wanita yang bernama Gista itu. Aldi namanya, dia sama seperti Rey. dia satu sekolahan dengan Rey.


lalu Rey mengambil tasnya dan keluar dari ruangan itu. tetapi sebelum Rey keluar dari Pintu, sepertinya Aldi menahannya.


" tunggu . . sekali lagi gue ingetin lo, jangan temui adik gue lagi atau . . . gue akan melakukan hal yang sama ke fira." kata Aldi.


mendengar nama Fira, Rey langsung terkejut. keningnya berkerut, dan tanpa pamit Rey langsung keluar dari ruangan itu. Rey mengusap pipinya yang basah karena menangis tadi. Rey duduk di luar rumah sakit sambil merenung.


" aku nggak mungkin ngebiarin hal yang sama terjadi sama fira. aku nggak mau kehilangan untuk kedua kalinya " ucap Rey dalam hatinya.


sepertinya Rey sangat sedih sekali, dia merasa frustasi dan sedikit kecewa, marah, dan entah apalagi yang dia rasakan saat ini. rasa bersalah yang menyelimuti dirinya membuatnya semakin takut dan bingung untuk mengambil dan memulai suatu keputusan. ada rasa penyesalan yang begitu dalam, namun Rey segera menepiskan semua prasangka-prasangka buruk itu. lalu dia segera pulang.


###


"saatnya me time! yuhuw!" kata aku.


saat jam siang sekitar pukul 14.20 WIB , aku sudah pulang sekolah dan sedang rebahan. memakai masker wajah sembari baca-baca info penting di media sosial. dan memang ini adalah kebiasaanku kalau lagi rajin-rajinnya merawat wajahku. tiba-tiba ada yang menelfon.

__ADS_1


TRIING!!TRIING!!TRIING!! Deringnya bunyi dan terdengar kencang sekali. membuat buyar waktu rebahanku.


" duh, mba riri ganggu aja sih, ada apa?" kata ku sedikit kesal.


" hehe maaf ya neng, itu loh ada tantemu nyariin kamu." jawab Mba Riri, alias pelayan cafe.


" wah, tante diana kesini? dimana?" tanyaku yang tiba-tiba berubah girang.


" itu di meja no.4" jawab Mba Riri.


" okeh. thanks mba riri. bye." kata ku.


" yuhu masama fir. bye too." jawab Mba Riri.


lalu aku langsung keluar kamar dan menuju ke ruangan cafe menemui tanteku tersayang.


" waah ada tanteku nih. kyaa!" ucapku sangat senang.


aku langsung memeluk tanteku dengan erat.


" ah tante bisa aja deh. oh ya tante maaf ya fira lagi maskeran nih." ucap ku.


" um . . santai aja fira. ini tante ada sedikit cemilan buat kamu. cemilan ini sehat loh."


" wah ya ampun tan, ngerepotin sih. duh makasih banyak yah tante, hehe padahal disini juga banyak cemilan." kataku semakin senang.


" oh ya mba riri, bikinin minuman dong buat tante, sama aku juga sekalian. cofee latte sama vanilla milk shake yah." pintaku.


" oke, ada lagi?" jawab Mba Riri siap.


" sama bawain cake deh. hehe" tambah ku lagi.


" fira ya ampun kamu sampe hapal minuman kesukaan tante loh. hebat. " puji tante.


" haha apaan sih tan, enggak kok. cuma ingat aja terakhir kali tante disini tu minum vanilla milk shake." jawabku.

__ADS_1


" wah wah, daya ingat mu tinggi juga yah. em kapan terakhir tante kesini yah? sekitar..." kata Tanteku sambil berpikir.


" 3 bulan yang lalu tante. masa lupa sih, hem. mentang-mentang sekarang udah resmi jadi dokter?! hehe. " kata ku.


" oh masa sih? tante lupa. haha iya fira, kamu tau kan kalo jadi dokter itu setiap harinya selalu sibuk mengurus pasien. belum nanti lembur, ada jadwal operasi lah." jelas tanteku.


" hem, iya tante, pasti capek banget yah. semangaat tante diana! hehe." kataku sambil menyemangati tanteku.


" makasih ponakanku yang cantik dan pintar ini." jawab tante.


" wkwk. . .oh ya, apa tante udah punya debay?" tanyaku penasaran.


" hm? debay? apa itu?" kata tanteku bingung.


sambil meminum dan menyantap cemilan yang ada.


" dede bayi? . . tante tau kan maksud fira? ehehe?" kata ku.


" oalah. kamu ini fir, suka bikin penasaran deh. . . debay baru 2 bulan." jawab tanteku sambil memakan stik kentang.


" oh ya? serius tante? udah 2 bulan??" tanyaku lagi.


" iyalah masa, bohongan?!" jawab tanteku sambil tersenyum.


" yeey akhirnya fira mau punya adek baru. adek ponakan. wah berarti nanti aku dipanggil tante yah?"


" iya lah. haha tante fira, hallo." kata tanteku ngeledek.


meskipun begitu, aku tetap senang karena akan ada keluarga baru lagi.


lepas dari rasa senangku, sebenarnya dari tadi juga aku sedang menunggu kabar dari Rey, semenjak 2 jam yang lalu dia tidak memberi pesan satupun. tidak biasanya dia begini. sebenarnya kamu sedang apa Rey? cepatlah kabari aku.


lalu aku dan tante Diana mengobrol asyik sekali, tertawa terbahak-bahak, sampai Mba Riri juga ikutan ngobrol dengan kita. ada banyak hal yang kita bicarakan, apalagi tanteku ini sekarang jarang ada waktu libur karena sibuk dengan pekerjaannya. bagiku tante Diana adalah mama keduaku, juga sudah ku anggap seperti kakaku sendiri.


dia satu-satunya tante yang paling aku sayangi. Dulu sebelum dia menjadi dokter, dia selalu menemaniku kemanapun aku pergi, om Iko pun alias suaminya tidak melarangku pergi jalan-jalan dengan tante Diana. aku bahagia banget melihat tante Diana sebentar lagi punya anak.

__ADS_1


__ADS_2