BLACKMAN

BLACKMAN
7. FIRST TIME


__ADS_3

Setelah membeli oleh-oleh kami berduapun beranjak pulang. karena hari sudah sore juga badan sudah lelah.


perjalanan kami cukup lancar dan sepertinya lebih cepat dari perjalanan berangkat.


sesekali kami mampir ke minimarket untuk rehat sebentar dan untuk mengisi bensin.


sebenarnya perjalanannya jauh, tapi dengan diselingi obrolan dan topik pembicaraan supaya tidak bosan pasti perjalanan terasa lebih cepat.


akhirnya, sampailah kita dirumah pukul 17.35 WIB. sudah hampir maghrib.


Rey juga langsung segera pamitan pulang.


aku langsung merebahkan badanku di ranjang tersayangku, tanpa melepas pakaian dan celana yang kotor.


Tok Tok ! suara ketukan pintu.


" fira, ini mamih." katanya.


" masuk aja mih." jawab ku.


" kamu baru pulang, tadi jalan-jalan kemana?" tanya mamih.


" ke bukit kukusan mih." jawabku.


" hm, bagus deh. disitu memang bagus tempatnya." kata mamih.


" iya mih. tapi capek." kataku.


" ini mamih buatin coklat panas. langsung diminum yah, habis itu kamu mandi gih. kotor gitu." kata mamihku yang beranjak keluar dari kamarku.


" iya mih." jawabku agak lesu.


Badanku terasa lesu sekali dan pegal-pegal. rasanya ingin langsung tidur aja. tapi aku sadar diri badanku bau, lengket, dan dekil.


lalu ku ambil handuk setelah meminum coklat panas dan masuk ke kamar mandi.


setelah selesai mandi aku langsung istirahat. sambil mendengarkan musik kesukaanku, lama-kelamaan mataku terpejam dan beralih ke dunia mimpi.


Keesokkan harinya.


Di sekolahan, aku merasa lemas dan sedikit pusing. entah karena apa akupun tidak mengerti. karena tidak biasanya aku seperti ini. apa mungkin aku akan sakit?


###


Aldi duduk di bangku paling belakang pojok kiri. dia seakan melirik ke arah tempat duduk Fira. sambil membaca buku komik yang selalu dibawanya. kemudian Aldipun mengalihkan lirikannya keluar jendela disamping tempat duduknya. wajahnya seakan tidak ada perubahan sama sekali.


" fir, kamu kenapa?" tanya Aisyah yang menyadari sedari tadi aku diam dan memejamkan mataku.


saat itu jam istirahat pertama, jadi aku akan tidur sebentar barangkali pusingnya hilang.


" hm, aku sedikit pusing. paling tiduran bentar udah hilang pusingnya." jawab ku lesu.


" tapi kamu kelihatan agak pucat. kamu sakit ya?" tanyanya lagi.

__ADS_1


Sementara Stefi dan Hana yang sedari tadi membelikan makanan atau jajan untuk cemilan kami, akhirnya mereka datang.


" fir, nih aku beliin larutan cap badak. diminum yah supaya badanmu gak anget. barangkali kamu demam." kata Stefi sedikit lembut.


" iyah fira, ini aku juga tadi ke uks mintain obat pusing. tapi kamu makan nasi dulu. baru minum obat." timbal Hana.


mereka semua terlihat iba kepadaku.


" hm, makasih yah. kalian memang sahabat terbaikku." kataku terharu.


" ya udah kamu tiduran dulu aja, aku mau sholat dhuha dulu yah. stefi sama hana jagain fira ya." kata Aisyah.


" siap bos. " jawab Stefi dan Hana bersamaan.


mereka berdua menemaniku dan mencoba mengajak bercerita. namun seakan otakku tidak menerima apa yang mereka katakan.


saat itu di kelas sepi, karena yang lain di luar kelas ada yang membeli jajan, sholat, makan dikantin, atau bermain-main. hanya ada aku, Hana, Stefi, dan . . . dan . . . dan Aldi.


penglihatanku makin gak karuan, dan rasanya kepalu berputar-putar. jidatku terasa pening sekali. aku tidak kuat lagi dan secara perlahan penglihatanku kabur dan semuanya gelap.


" eh, fir . . fir . . firaa!!" ucap Hana sambil menggoyangkan badanku yang sudah tidak bergerak


" fira lu pingsan? fir jangan becanda dong." kata Stefi juga.


mereka diam sesaat dan saling memandangi satu sama lain.


" kayanya fira pingsan nih." celetuk Stefi.


" Aku gak kuat lah." jawab Stefi.


mereka berduapun mencari pertolongan. dan yap ! mata mereka menemukan ada sosok laki-laki yang sedang duduk sambil baca komik dan headsetnya terpasang di telinganya.


Dengan terpaksa mereka meminta bantuan kepada sosok laki-laki itu yang ternyata dia adalah Aldi.


" eh aldi, bisa minta tolong gak bawain fira ke ruang uks?!" kaya Hana.


Tapi Aldi hanya diam dan tidak menggubrisnya.


" yaelah hana, dia lagi pake headset mana mungkin denger sih?" celetuk Stefi.


kemudian Stefi berdiri dan menghampiri Aldi, dan mencopotkan headsetnya. Aldi terkejut dan menatap Stefi.


" heh fira pingsan. cepet bawa dia ke ruang uks, disini gak ada siapa-siapa lagi selain lo. jadi plis." kata Stefi memintanya.


Dengan enggan, akhirnya Aldi membawa Fira ke ruang uks. dia menggendongnya, layaknya pangeran yang sedang menggendong tuan putrinya.


sampailah di ruang uks. . . .


1 jam kemudian, Aku siuman. kulihat ada Hana disampingku yang juga sedang tertidur.


" aku pingsan ya?" pikirku.


tiba-tiba Hana terbangun.

__ADS_1


" eh fira udah bangun, kamu gimana pusingnya?" tanyanya sambil mengucek matanya.


" udah agak mendingan." jawabku.


Padahal, sejujurnya pusingku masih terasa. tapi badanku sudah agak mendingan.


" kamu nggak ikut pelajaran hana?" tanyaku.


" enggak. aku mau jagain kamu aja disini.hehe" jawabnya.


" hem, mau jagain apa mau bolos aja. haha." kataku sambil tertawa.


" yaelah fira, jagain kamu lah. lagipula siapa yang bantuin kamu kalau lagi butuh sesuatu, disini kan nggak ada orang." katanya.


" bu bidan?" jawabku.


" dia tadi keluar sebentar katanya jemput anaknya yang masih kelas 1 sd."


aku hanya mengangguk-angguk saja.


" terus, gimana caranya aku bisa sampai disini? kan jaraknya lumayan jauh." tanyaku penasaran


" si Aldi yang gendong kamu tadi." jawab Hana.


" hah?? maksud kamu ? aldi yang sekelas sama kita??" jawabku terkejut.


" iya. terus tadi pas dia gendong kamu, semua pada ngeliatin gitu, uuhh so sweet. kaya pangeran gendong tuan putrinya." jawab Hana sambil membayangkannya.


" ih kamu." kataku sambil mencubit pipinya Hana.


aku kesal, tapi aku juga kaget karena sosok seperti Aldi mau menggendongku dan membawaku ke ruang uks. sosok yang dingin, cuek dan tidak peduli dengan orang lain.


" nggak papa kali fir. kan nggak ada orang lain juga, akhirnya yah aku sama stefi minta tolong ke dia." jawab Hana.


" kenapa kalian gak panggil rey saja sih?" kataku.


" rey? karena kita gak tau dia di mana. bahkan aku aja gak liat dia sama sekali tadi." katanya.


aku kecewa tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena semua sudah terjadi.


" syukurlah rey tidak melihatku tadi. bisa-bisa dia cemburu." ucapku dalam hati.


lalu Aku dan Hana kembali keruangan kelas.


hingga akhirnya pelajaran hari itu selesai, pukul 14.15 WIB kita pulang.


###


Seperti biasa Aldi ke rumah sakit untuk menjenguk adiknya. dia duduk sebentar dan sambil melamun.


" pertama kalinya, aku berhadapan langsung dengannya." pikirnnya Aldi


hari semakin sore dan gelap.

__ADS_1


__ADS_2