BLACKMAN

BLACKMAN
23. PERTEMUAN SINGKAT


__ADS_3

lalu mereka berdua menghampiri mama nya.


" nah, Gista ini yang cewek pristy dia umur 7 tahun. kalau yang cowok ini yang paling gembul namanya gio. " ucap Tante Dewi


" hm, cantik banget sih pristy. kelas berapa pristy? "


" iya dong cantik, kan tiru mamanya. aku kelas 1 tante. " jawab Pristy polosnya.


" hehe, bisa aja kamu nak. " sipu Tante Dewi.


" hehe. hm, aku dipanggil tante, lucunya. " kata Gista.


" terus yang satu ini, gio yah namanya? kamu gemesin banget sih, pipi mu kaya bakpao tau nggak. umur berapa gio? " tanya lagi Gista.


" gio umul empat tahun anti. " jawab Gio dengan bahasa yang masih belum sempurna.


" oh empat tahun yah. ayok main sama anti, mau nggak? kita main petak umpet yok? " ajak Gista.


" ayok, kak plity . . ayok main petak umpet sama anti ista. " teriak Gio memanggil kakaknya, Pristy.


sementara Tante Dewi pergi ke tempat memasak dan membantu Budhe untuk menyiapkan segala sesuatu untuk dimasak. sementara Gista dan 2 anak kecil itu sedang bermain petak umpet.


Aldi yang sedari tadi memperhatikan Gista, merasa senang.


" syukurlah, adiku sudah mulai beradaptasi lagi. " celetuk Aldi.


" hallo om tegar. om nginep disini? " sapa Aldi kepada pamannya.


" oh tentu saja dong. ini kan permintaan, pakde mu. hahah. " jawab Paman Tegar.


" haha, dia selalu saja memaksa. " jawab Aldi.


" kenapa? besok kan hari minggu. jadi sekalian merayakan kesembuhan dan kepulangan gista ke rumah ini. "


" iya iya. " kata Aldi.


lalu semua tertawa. mereka menikmati pesta makan hari itu, dan bersenang-senang.


###


esok hari pun tiba.


cahaya mentari pagi belum terbit, suasana masih remang-remang fajar. angin masih berkeliaran dimana-mana, namun Fira tetap ingin keluar rumah, karena ingin jogging.


dia berlari santai, rambutnya goyang-goyang, pakaiannya yang sedikit ketat tetapi dilapisi jaket hoodie, serta lejing berwarna hitam.


ketika sedang berlari, sembari mendengarkan musik, tiba-tiba Fira menghentikan lariannya, karena didepan dia ada seorang wanita yang sedang jongkok.


" hm, kenapa jongkok? " ucap Fira.


Fira menghampirinya.


" maaf, kamu kenapa jongkok? " tanya Fira.


" ah, iya maaf, perutku sakit sekali. " jawab wanita itu.


lalu wanita itu menepi dan jongkok lagi.

__ADS_1


Fira tidak tega melihatnya.


" kamu, nggak papa? mau kuantar pulang? " Kata Fira.


" aku nggak papa, silahkan duluan aja. " jawab wanita itu.


kepalanya masih tertunduk.


" kayaknya kamu kesakitan banget, bentar yah aku cariin obat sakit perut." kata Fira.


" eh, nggak usah kak, ini bentar lagi udah sembuh kok. "


" hm okey. kalau gitu, aku antar kamu pulang yah? kamu rumahnya mana ?" tanya Fira.


" hm, maaf ya kak jadi ngerepotin. " jawab wanita itu.


" ah nggak papa, gak usah sungkan. ayok sini kuantar. tunjukin jalannya yah. " ucap Fira.


" rumah ku dekat sini kok. " kata Wanita itu.


" oh ya, rumahku juga dekat sini. " kata Fira


" tapi sepertinya aku belun pernah melihatmu. " kata Fira penasaran.


" iya kak, aku baru pindahan. " jawab wanita itu


" oh gitu, kalau begitu, biar aku jadi teman pertama kamu? hehe, kenalin aku Fira." ucap Fira sambil mengulurkan tangannya.


" oh dengan senang hati. perkenalkan aku gista. " jawab wanita itu


Dan ternyata oh ternyata, gadis yang jongkok tadi adalah Gista. sekarang Gista bersama Fira sedang jalan bersama, dan mereka berteman.


" sekolah? " jawab wanita itu.


" iya, sekolah? kamu . . sekolah dimana? " tanya Fira lagi.


" em . . . eh, belok kiri kak. itu rumah ku. "


" hm, oh iya. wah ini sih lumayan dekat sama rumahku."


" oh ya? rumah kakak dimana? "


" itu luru terus, mentok belok kanan. udah rumahku yang gerbangnya warna merah. " jelas Fira.


" oh iya, lumayan dekat. kapan-kapan nanti main yah kak? " pinta Gista.


" oh, boleh." jawab Fira.


" ya udah kakak mau masuk dulu, atau . . "


" eh, aku mau lanjut jogging aja deh. gak papa kan, oke bye. "


Fira kemudian berlari-lari kecil lagi, melanjutkan joggingnya.


sementara Gista masuk kedalam rumah.


tiba-tiba Aldi muncul dari gang paling ujung.

__ADS_1


" hey, kamu tadi kemana, ngilang gitu aja. " kata Aldi sedikit marah.


" aku tadi sakit perut, terus duduk sebentar. eh bang aldi udah gak kelihatan. " jawab Gista.


" hm, harusnya kamu bilang dulu. "


" kan bang aldi udah didepan, gimana mau bilang? "


" ya udah. terus kamu pulang sendirian? "


" enggak, tadi ada yang nganterin kok. dia juga warga disini. tapi udah pergu lagi tuh." jawab Gista.


" hm, kau ini gampang sekali akrab. hati-hati kalau sama orang asing atau baru dikenal. " kata Aldi.


" lah, bang aldi ini kenapa sih nethink mulu deh. lagian dia itu cewek, gak mungkin mau ngejahatin aku lah. "


" iya iya." jawab Aldi yang lalu masuk ke dalam rumah, diikuti Gista dibelakangnya.


###


Fira masih berlari-lari dan menuju ke rumahnya.


Dan setelah beberapa saat kemudian, sampailah Fira di halaman rumahnya. dia lalu duduk di teras dan meminum sebotol minuman dulu.


" hm, baru pindahan ya? pasti dia bingung mau pilih sekolah mana? umur berapa ya dia? kalau dilihat dari wajahnya si dia lebih muda dari aku. hm . . . apa aku yang tua? " ucap Fira dalam hatinya.


Fira lalu mengaca pada salah satu kaca jendela depan rumahnya.


" hm, enggaklah standar. masih keliatan anak sma kok. berarti mungkin dia adik kelasku. " katanya lagi.


" sudah ah. masuk dulu. "


dan ketika hendak masuk rumah, tiba-tiba suara jualan bubur datang.


Ting ting ting ting!


" buurr, buurr, bubur ayam! " teriak om si penjual bubur.


" eh, oomm beli bubur. " teriak Fira memanggil si penjual bubur.


" oke. " jawab si penjual bubur.


" om, 5 ribu ya. biasa gak pake kacang. "


" siap dek fira. " jawabnya.


" oh ya om, emang disini ada yang pindahan ya? " tanya Fira iseng-iseng.


" pindahan? kayaknya nggak ada neng. setau om ada yang baru pulang dari rumah sakit setelah koma selama 5 bulan. " jawab om itu.


" hah, koma? 5 bulan? hahaha . . . om ini ada-ada saja. " kata Fira.


" yeh kagak percaya. dia itu anaknya bu sonya, yang rumahnya deket gang terusan 4 itu. " kata om itu.


" hm? oh jadi itu rumahnya bu Sonya. kok aku baru tau ya. bukannya bu sonya itu kan rumahnya dulu di desa sebelah? soalnya dia dulu sering cathering roti ke rumahku om. "


" nah, kalau bu sonya ini memang baru pindahan 2 minggu yang lalu. rumahnya yang di sana katanya dijual buat membayar biaya anaknya yang koma 5 bulan itu. " kata om itu lagi.

__ADS_1


" oh, ya ampun. tapi rumah yang disini juga besar om. " kata Fira.


__ADS_2