BLACKMAN

BLACKMAN
37. TAKDIR part 2


__ADS_3

Aku merasa ada sesuatu yang hilang.


"aldi ... nggak ikut?" tanyaku.


"oh, kak aldi ke rumahnya, dia mau ngambil sebagian barangnya. soalnya kak aldi nggak bakal tinggal disana lagi." jawab Gista.


"dia sudah punya rumah sendiri?" tanyaku.


"iya, apartemen dulu dikasih orang tua kita sebelum meninggal." Ucap Gista.


"lah, terus Bu sonya itu siapa?" tanyaku.


"dia sebenarnya Budhe ku. tapi dulu orang tua kami meninggal karena kecelakaan, dan dia dan pakde yang mengurua kami berdua. tapi dari dulu aku udah manggil dia Bunda. jadi seperti orang tua kami." jawab Gista.


"oh begitu." jawabku.


Aku mulai tahu silsilah keluarga Aldi. ternyata Aldi memang berasal dari keluarga kaya raya, jadi nggak heran kalau barang-barang yang dia pakai branded dan mahal-mahal.


###


Hari sudah gelap.


Aldi sedang mengumpulkan barang-barang yang akan dibawa pindah ke rumah. dia sudah mendapatkan dua buah kardus besar dengan isi penuh, dan sekarang tinggal kardus yang kecil.


tiba-tiba alarm kebakaran berbunyi.


TRIING !!! TRIING !!! TRIING !!! ....


Begitu bunyi seterusnya.


Aldi segera bergegas untuk melihat keadaan. Dan ternyata benar ada kebakaran di apartemen sebelahnya, hanya berjarak 3 rumah saja. dia lalu langsung memakai masker dan mengganti jaketnya dengan jaket hitam. dia lalu berlari dengan cepat dan memasuki rumah yang terbakar.


"TOLONG!!! ada bayiku sedang tidur di dalam, tolong selamatkan anakku !" teriak Ibu itu sambil menangis histeris.


anaknya yang satu lagi sudah remaja sekitar umur 9 tahunan pun ikut menangis juga.


Aldi langsung masuk dan mencari suara tangisan bayi. dia mengelilingi setiap ruangan. udara semakin panas dan api semakin besar. suara tangisan bayi semakin terdengar. dia lalu melihat kamar dengan ayunan bayi yang masih menggantung. dia berlari dengan cepat sambil menutup hidungnya, dia lalu meraih bayi itu dan mengambilnya. lalu berjalan keluar. tanpa sengaja wajahnya tertimpa percikan api dan sedikit membuat warna gosong diwajahnya.


lalu Aldi memberikan bayi itu kepada Ibunya, setelah itu oemadam kebakaran datang dan Aldi cepat pergi. dia pergi kebelakang dan langsung mengganti pakaiannya. dia membuang jaket dan masker yang sudah dipakai tadi karena sudah bolong terkena api.


###


Fira yang sedang menonton TV sambil memakai masker wajah varian alpukad mendengar berita kebakaran disebuah rumah apartemen.


"wah ... pasti ruginya banyak." ucap Mamih.


aku hanya mendengarkan si presenternya saja. lalu ada wawancara seorang ibu-ibu. ternyata itu Ibu yang ditolongi Aldi tadi. Ibu itu bilang kalau Blackman sudah menolong bayinya. aku langsung memikirkan Aldi. entah kenapa pikiranku langsung tertuju pada sosok Aldi.


"sebenarnya kamu siapa blackman?" ucapku dalam hati.

__ADS_1


###


Gistapun sedang melakukan hal yang sama. dia juga sedang menonton acara berita di channel yang sama, bersama Bunda Sonya dan juga Ayah Doni. karena kebetulan Ayah sudah pulang lebih awal. mereka asyik menonton berita itu.


"si blackman hebat banget ya! pasti orang tua nya bangga!" kata Bunda.


"iya betul, tapi ... blackman itu sebenarnya siapa ya? ayah penasaran sekali." timbal Ayah sambil memakan camilan ku.


"ih ayah, nyeropot jajanku." gertak ku.


"minta dikit aja, gis." celetuk Ayah.


"dia nggak pernah menunjukan identitas aslinya." jawab Bunda.


"Ayah, Bunda, masa kalian nggak tahu sih? coba deh perhatikan, kalau dilihat-lihat postur tubuhnya sama seperti kak Aldi." ucap Gista spontan.


"Aldi?" ucap Ayah dan Bunda serentak.


lalu mereka tertawa. mereka seolah mendengar lawakan yang sangat lucu.


"itu hanya mirip saja. belum tentu wajahnya seperti Aldi juga kan?!" kata Ayah.


Gista hanya diam saja tidak membalas ucapan ayah. karena dia tahu kemungkinan Ayahnya benar juga. lalu Gista tiba-tiba beranjak dari tempat duduknya.


"aku ... penasaran, sebenarnya blackman itu siapa? apa benar kak Aldi? aku harus cari sesuatu di kamar kak Aldi, mumpung nggak ada orangnya. untung Bunda punya kunci cadangan." ucap Gista dalam hati.


"kamarnya rapih." celetuk Gista.


lalu Gista melihat isi laci meja belajarnya, rak-rak sepatu, rak-rak tas, dia mencoba mencari-cari barang bukti, barangkali benar dugaannya. lalu dia mencoba membuka lemari.


"kenapa lemarinya ada dua?" kata Gista.


lalu Gista membuka lemari besar, dan ternyata isinya baju-baju kesehariannya dan seragam sekolah, juga jeans-jeans yang sering dipakai. dan lalu Gista membuka lemari satunya lagi yang berukuran lebih kecil. dia membukanya, lalu terlihat isinya.


Gista terkejut. isinya jaket berwarna hitam, baju berwarna hitam, topi dan masker-masker yang banyak sekali berearna hitam.


"benar dugaanku. black? hitam. topi, masker, jaket, baju, oh ini dia sepatu ... hitam semua. mungkin ini baju-baju yang sering dipakai ketika menjadi sosok Blackman?!" ucap Gista.


Lalu Gista mengambul masker hitam untuk disimpan sendiri. dia lalu membuka buku yang sudah ada di atas meja. Gista membuka buku itu, dan ternyata itu buku album.


"wah ternyata ini album foto, kak Aldi suka photografi toh?" kata Gista.


lalu Gista menemukan foto yang terselip dibagian belakang buku itu. di lihatnya foto itu.


"hah ... apa???" ucap Gista terkejut.


Gista terkejut ketika dilihatnya foto yang terselip di belakang buku itu.


"ini kan ... kak fira?" ucap Gista.

__ADS_1


Ternyata foto yang dilihatnya itu adalah foto sosok gadis yang tidak asing dan tidak lain adalah Fira.


"sejak kapan kak Aldi suka sama kak Fira?" ucap Gista sambil tersenyum.


"hehe ... sekali melangkah dua pulau terlampaui. ini adalah bukti hebat, aku harus memotretnya di hp."


Lalu Gista mengambil ponselnya dan memotret foto Fira itu. Dan lalu ditutupnya buku itu. kemudian dirapihkannya kamar Aldi seperti semula agar Aldi tidak curiga. Gistapun keluar kamar Aldi dengan perlahan-lahan.


Tak lama kemudian Aldi sampai. dia membawa kardus besar kemudian diletakkan didalam kamarnya yang sudah dibukakan.


"nak, kenapa wajahmu itu?" tanya Bunda.


"ini ... cuma kena oli bun." jawab Aldi.


"coba bunda lihat?" tanya Bunda.


"nggak apa-apa bunda, ..." jawab Aldi.


Bunda langsung mendekati Aldi, dan memperhatikan wajah Aldi.


"ini ... luka aldi, bukan kena oli." kata Bunda.


Bunda mencoba menyentuh luka di wajah Aldi.


"aduh ..." kata Aldi spontan.


"tuh kan sakit ... cepat obati dulu. kamu kenapa bisa seperti ini? ada apa?" tanya Bunda.


Gista hanya memperhatikan kakaknya itu.


"benar ... pasti itu luka bakar. akibat menolong bayi ibu tadi." batin Gista berkata.


kemudian Bunda mengambilkan obat dan mengobati luka diwajah Aldi. itu adalah luka bakar.


"dasar, lihatlah wajahmu penuh bekas luka. apa yang kamu lakukan? jadi tidak mulus seperti dulu lagi kan?!" kata Bunda.


"anak laki-laki itu biasa bu, jadi tidak masalah buat Aldi." sambar Ayah.


"kak Aldi itu suka menolong orang bun, makanya banyak luka-luka diwajahnya." kata Gista.


Aldi langsung menatap adiknya dengan tatapan nanar.


"kenapa kak? memang benar kan? kakak pernah membantu menangkap pencurian emas diminimarket minggu lalu kan?" tanya Gista.


"apa benar?" tanya Bunda.


"hanya membantu saja bunda." jawab Aldi.


Lalu setelah selesai diobati, Aldi melanjutkan memindahkan kardus-kardusnya ke dalam kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2