BLACKMAN

BLACKMAN
22. PULANG


__ADS_3

Aku dan mamih makan sore bersama. kami makan seadanya saja. tapi kulihat wajah mamih seperti sendu dan memahan sesuatu.


" mih? kenapa? mamih mikirin apa? " tanyaku.


mamih lalu melirik ke arahku dan tersenyum.


" nggak papa sayang, . . . mamih cuma . . kecapekan aja, mungkin kurang tidur." jawab Mamih.


" hem, pasti karena jagain fira ya mih, ya udah nanti malam mamih tidur aja, fira bisa sendiri kok, lagian juga fira udah nggak pusing lagi. "


Mamihku hanya tersenyum dan mengangguk saja.


lalu kamipun melanjutkan makan sorenya.


###


Aldi sedang duduk dan sembari menyantap makanan di kantin. lalu tiba-tiba dia teringat sesuatu.


" apasih, kenapa gue mikirin kejadian tadi. ahk malu banget gue, ngapain juga gue berdiri depan pintu kek gitu, ***** banget ! haahk. " ketusnya lirih.


" tapi . . emangnya dia sakit apa sampai dibawa kerumah sakit? " katanya lagi.


tapi semakin dipikirkan semakin rumit.


" ahhk, bukan urusan gue juga. " tambah lagi.


orang disampingnya, sedang memandang ke arah Aldi dengan tatapan bingung dan juga ketakutan.


" kenapa? " katanya lagi.


lalu orang-orang yang disampingnya pindah tempat dengan wajah ketakutan.


Dan setelah selesai makan Aldi kembali ke ruangan rawat.


Hingga 2 minggu kemudian.


Akhirnya Gista diperbolehkan untuk pulang karena kondisinya sudah sangat sehat. Gista merasa senang sekali ketika Dokter mengatakan kalau dirinya sudah sehat.


" akhirnya aku bisa pulang bunda, yey !" ucap Gusta kegirangan.


" iya sayang, bunda senang sekali." jawab Bunda.


Aldi juga ikut tersenyum.


Lalu merekapun segera berkemas-kemas, membereskan barang-barang yang akan dibawa pulang.


ketika sudah selesai, Bunda mengurus bagian administrasi dulu, untuk membayar semua biaya-biaya yang kurang atau keseluruhan. setelah selesai, Bunda menuju mobil dan masuk. ada Gista yang sedang menunggu dan Aldi yang menyetir.


Dan merekapun akhirnya jalan pulang.


" aku udah gak sabar lagi pingin liat rumah seperti apa. hehe. " kata Gista.


" hem, iya sayang sebentar lagi kita kerumah, nanti dirumah ada ayah. "


" ayah? " tanya Gista.


" iya, ayah kalian. "


" wah ayah? tapi aku gak pernah liat dia ke rumah sakit bun? " tanya Gista.

__ADS_1


" iya karena dia sibuk sekali sayang, dia kerja siang malam, kadang keluar kota. makanya dia jarang ada waktu buat jenguk. tapi nanti pasti ada waktu liburan kok. dan sekarang kebetulan ayah sedang libur. "


" wah asyik, jadi ayah dirumah dong. kita bisa piknik bareng bunda." kata Gista.


" hehe, iya dong." kata Bunda.


sementara Aldi hanya tersenyum saja.


mereka masih dalam perjalanan. musik mengiringi perjalanan mereka dan tak lama kemudian, tibalah mereka di rumah tercinta.


merekapun turun dan memgambil barang-barangnya.


ketika dibukakan pintu, tiba-tiba suasana rumah menjadi penuh balon dan pita-pita.


mereka semua terkejut.


dan tiba-tiba ada seorang laki-laki datang dan membawa kueh beserta lilinnya.


" hello, selamat datang dirumah tercinta, fira." ucap seorang laki-laki itu.


Fira sedikit canggung.


" bunda, apa dia ayah? " tanya Gista.


laki-laki itu kebingungan, lalu Bunda mencoba berbicara empat mata dengan suaminya itu.


" dia mengalami sedikit hilang ingatan, karena komanya selama 5 bulan. jadi perlu waktu untuk mengingatnya kembali. "


" apa kau tidak pernah menceritakan soal diriku? "


" dia saja butuh 2 hari untuk menerimaku sebagai bundanya. " kata Bunda.


" bahkan aldi saja tidak dikenalinya."


" iya benar, tapi aku tadi sudah menceritakan soal dirimu. jadi bersikaplah seperti baru kenal pada umumnya, peluk dia dengan perlahan-lahan. "


" oh, baiklah. " jawab laki-laki itu.


lalu mereka berdua kembali ke ruang tamu dan menemui Gista.


" ah, gista ini kueh perayaan kamu sembuh dan pulang kerumah. " kata laki-laki itu.


" ah, terima kasih, ayah. " jawab Gista masih ragu.


Gista pun meniup lilinnya, dan semua bertepuk tangan.


Gista tiba-tiba mendekati laki-laki separuh baya itu dan memeluknya. semua terkejut.


" aku rindu ayah, . ." ucap Gista.


lalu Ayah itu pun memeluknya dan dengan mata yang berkaca-kaca. Bundapun ikut-ikutan terharu, Aldipun menguatkan Bunda atau Budhe nya itu.


" iya fira, ayah juga rindu. maaf ayah tidak bisa menjengukmu. " kata Ayah.


" nggak papa ayah, sekarang Gista udah seneng bisa pulang kerumah ini lagi dan berkumpul dengan kalian semua. "


suasana haru menyelimuti rumah itu, keluarga itu, orang-orang itu dan senyuman itu.


teriknya sinar matahari tak akan membuat lekang kasih sayang mereka. karena keluarga saling terikat dengan kuat, bahkan sekalipun pisau tajam tidak akan bisa memutuskan tali itu.

__ADS_1


" ayok, hari ini kita pesta makan. "


" ayok. " jawab Aldi bersemangat.


lalu Bunda kedapur dan menyiapkan beberapa makanan yang sudah dibelikan oleh Ayahnya. Bunda memang sudah menyuruh Ayah untuk membeli makanan untuk pesta hari itu.


Gista juga ikut-ikutan membantu menyiapkan piring-piring dan sendok.


sementara Aldi dan Ayah sedang mengangkat open atau alat panggangan untuk membuat daging panggang. haru itu kemudian berubah menjadi semangat, kebahagiaan, juga kesibukan.


" hey aldi, hari ini kamu menginap disini saja." kata Ayah.


" iya pakde, mungkin juga aku akan tinggal disini. "


lalu Ayah tersenyum dan menepuk pundak keponakannya itu.


mereka sibuk masak, lalu Bunda menelfon saudaranya untuk ikut pesta makan hari itu.


" Gista, nanti tante dan paman kalian akan kesini. bunda yang mengajaknya, supaya kamu juga mengenal mereka. " ucap Bunda.


" oke bunda. makin rame dong."


" iya, sayang. "


lalu beberapa menit kemudian, tante dan paman pun datang bersama 2 anaknya itu. Pristy dan Gio.


" wah sudah datang yah, mari masuk. kita pesta di belakang rumah. " ucap Bunda.


" hallo semuanya. " sapa Paman itu.


" hallo. " jawab Ayah.


" hey gista, itu tante dan paman. hati-hati paman itu orangnya galak. "


Gista terkejut dengan ucapan kakaknya itu dan wajahnya berubah menjadi takut.


" itu, ada Aldi sama Gista. ayo nak, kesini dulu. " panggil Bunda.


" wah, gista udah sembuh? syukurlah. " kata Tante.


Tante langsung memeluk Gista dan tiba-tiba wajah tante berubah masam.


" hm, kamu belum mandi yah? "


" hehe iya belum tante. " jawab Gista malu-malu.


" iya Farah, tadi kami pulang dari rumah sakit belum sempat mandi. "


" oh gitu, tenang saja, tante bawa body scrub sama body serum yang wangi banget. ini buat kamu gista. pasti kamu butuh ini. "


" haha kamu ada-ada saja farah, jadi ngerepotin. " jawab Bunda.


" ah beneran tante, duh jadi ngerepotin. "


" ah enggak ngerepotin kok. "


" terima kasih banyak yah tante. " ucap Gista sambil memeluknya sekali lagi.


" iya sama-sama. " jawab Tante Farah.

__ADS_1


" oh iya, itu anak-anak tante. pristy dan gio, hey, anak-anak kesini sebentar"


lalu kedua anak-anak itu menghampiri mamanya.


__ADS_2