BLACKMAN

BLACKMAN
40. UNGKAP 2


__ADS_3

Rey memukul Aldi tiba-tiba, saat jam pulang sekolah, diatas gedung auditorium, dan hanya ada mereka berdua.


Aldi marah lalu bergantian memukul Rey.


"ini semua gara-gara lo di ! fira mutusin gue karena dia udah tau kalau ... gue ninggalin Gista. padahal gue cuma nuruti kemauan lo. tapi kenapa jadi gini?" kata Rey.


"lo lupa? lo udah khianati adik gue setelah kecelakaan itu! " jawab Aldi.


"jangan pikir gue bodoh ya Rey! gue selama ini diem karena gue nggak mau berurusan sama orang-orang disekitar lo ! gue udah tau bahkan sejak lo deketi Fira ! lo itu brengsek !" kata Aldi.


"Aaahhkk !" kata Rey.


tiba-tiba mendung datang dan gerimispun turun. Rey tiba-tiba menundukkan kepalanya dan duduk.


"lo nggak tau betapa stressnya gue ketika tau kalau Gista koma ! gue stress di ! gue mencoba bersabar nungguin Gista, tapi lo ... lo ngusir gue." kata Rey.


Aldi hanya diam. dia tau ucapan Rey itu memang benar dan Aldi mengakuinya.


"seharusnya lo nggak usah deketin Fira. lo harus jaga Gista, tapi apa yang lo lakuin, lo udah nyakitin hati Gista. bahkan sampai sekarang dia ingin bertemu sama lo. karena dia tidak ingat siapa pacarnya dulu !" kata Aldi.


Rey terdiam lalu dia meneteskan air matanya. cukup lama sekali mereka berdiaman. Rey lalu memukul lantai gedung itu, dia menyalahkan dirinya sendiri. air hujan yang turun semakin deras, membuat mereka berdua kebasahan.


lalu Aldi pun tiba-tiba duduk disamping Rey.


"gue nggak mau, adik gue tersakiti. karena dia satu-satunya keluarga yang gue punya. gue tau, lo merasa bersalah Rey, tapi cara lo salah! dan itu bikin gue benci sama lo!" kata Aldi.


lalu Aldi terdiam cukup lama.


"tapi sekarang ... gue kemakan sama omongan gue sendiri." kata Aldi.


Rey lalu menatap Aldi.


"apa yang lo rasain itu, sekarang gue merasakannya." kata Aldi.


"ternyata gue juga brengsek! hm ... gue suka sama fira, dan gue merasa bersalah. justru gue membuat keadaan dia semakin parah !" kata Aldi tiba-tiba.


Rey terkejut dan langsung memukul Aldi. Rey sangat meluapkan kemarahannya itu kepada Aldi, Aldipun membalasnya karena kemarahannya juga. jadi mereka sedang beradu kekuatan. hingga akhirnya mereka sudah babak belur, wajahnya penuh memar, dan darah. mereka jatuh tersungkur di bawah derasnya hujan.


"Haaaaahhh!" teriak mereka berdua.


lalu mereka berdua tiba-tiba tertawa bersama.


sepertinya keadaannya sudah membaik.


"lo harus jagain Fira, lo harus lebih bahagiain dia." kata Rey.


Aldi tidak mengerti, dia menatap wajah Rey yang sedang memejamkan matanya. air hujan masih mengguyur hari itu. laku Aldi tersenyum.


"lo juga sekarang bisa memilih, mau meninggalkan atau mempertahankan, Gista." kata Aldi.


###


Rey mengunjungi ke rumahnya Gista. di pencetnya bell pintu gerbang. lalu dibukanya gerbang itu oleh Bunda Sonya. lantas Bunda Sonya pun terkejut.


"Rey? ada apa kesini?" tanya Bunda Sonya.


Lalu Rey menceritakan maksudnya. mereka berdua duduk ditaman depan rumah.


"beri Gista waktu untuk menerima kamu kembali." kata Bunda Sonya.


"Bunda harap, kamu tidak akan mengecewakannya lagi."


lalu Rey tersenyum dan mengangguk pertanda mengerti.


Hingga hari dimana jadwal olahraga Rey dan Gista. setelah selesai Gista membawa bola-bola voli dan bola lainnya, ke gudang tempat barang-barang fasilitas sekolah.


Gista memasuki gudang yang sepi itu, tiba-tiba bola berjatuhan dan menggelinding ke mana-mana.


karena gudang itu cukup luas, Gistapun mengejar bola-bola itu, dan tiba-tiba ada seseorang yang membantunya. orang itu mengambil bola-bola yang menggelinding.


"makasih, Rey ..." ucap Gista dengan wajah tersipu malu.


Mendengar namanya disebut, Rey terkejut. dia lalu mendekati Gista dan memberikan bolanya. tiba-tiba Rey memegang jemari Gista. Gista hanya memandanginya saja. lalu Rey memeluk Gista.


"syukurlah, kamu tidak lupa denganku." kata Rey sambil memeluk Gista.

__ADS_1


"aku memang lupa, tapi aku tau kamu adalah Rey. sulit untuk menerima, tapi teman-temanku mengatakannya padaku, kalau kamulah orang yang sudah meninggalkanku saat koma." ucap Gista.


"aku ... minta maaf. aku memang brengsek ! tapi hidupku hancur ketika kamu tidak membuka matamu, dalam waktu yang lama." kata Rey.


tiba-tiba Gista meneteskan air matanya, lalu tangannya memeluk Rey dengan erat. itu artinya dia memaafkan Rey.


"jangan tinggalkan aku lagi, Rey." ucap Gista.


Rey lalu mengangguk dan tersenyum.


"i will always love you Gista, jangan koma lagi ya." kata Rey.


lalu Gista tersenyum dan mencubit perut Rey. lalu sepulang sekolah Rey ingin mengajak Gista pulang bareng. Rey sudah menunggunya, lalu Gista dan Aldi datang.


"di, thanks ya !" ucap Rey.


"hm ... jagain adik gue, awas kalau sampai koma lagi !" jawab Aldi.


"nggak akan pernah lagi, ... dan juga tolong jagain Fira, bahagiakan dia." kata Rey.


Lalu Aldi hanya mengangguk dan tersenyum Rey dan Gistapun pergi meninggalkan Aldi. mereka sudah kembali bersama.


sementara Aldi, dia kembali termenung.


###


"mba Fira, katanya kalau mba mau ketemu sama orang yang ngasih bucket bunga itu, mba harus keatap gedung rumah sakit, malam ini." kata suster setelah memberikan obat.


lalu Aku hanya mengangguk saja.


"mamih akan temani kamu ya?" kata Mamih.


"oh ya, dandanlah yang cantik, dia cowok yang keren loh." kata suster itu yang lalu pergi keluar ruangan.


akupun mengangguk. lalu malampun tiba, tepatnya pukul 19.40 WIB, aku bersiap-siap untuk bertemu seseorang.


aku sudah berada di atap, sementara mamih menungguku dari pintu. tapi tidak ada siapa-siapa. tiba hpku berbunyi, ternyata ada panggilan dari nomor asing. aku mengangkatnya sambil menatap ke arah Mamih.


"selamat malam, cantik." kata seseorang dalam panggilan itu.


lalu tiba-tiba sosok misterius itu keluar dari tempat persembunyiannya. memakai pakaian serba hitam, memakai masker dan topi hitam, sepatu hitam dan sarung tangan hitam. terlihat gagah dan tinggi. sosok yang dikenal oleh banyak orang, sosok pahlawan yang selama ini menghantui kota ini.


"Blackman ... " ucapku.


"kenapa kamu melakukan itu?" tanyaku padanya.


"aku ingin menunjukkan sesuatu padamu." ucap Blackman.


Aku seperti mendengar suara seseorang yang kukenal. Lalu Blackman itu menghampiriku, dia berjalan mendekatiku. aku sedikit tegang tapi aku harus kuat.


Blackman sudah dekat denganku, kita hanya berjarak 1 meter. aku semakin berdebar-debar.


"duh jantungku, ..." ucapku dalam hati.


lalu dengan perlahan Balckman membuka topinya dan terlihatlah rambutnya.


"oh tidak, rambut ini ..." ucapku.


jantungku berdegup semakin kencang, hingga aku sendiri merasakannya.


Blackman itu lalu membuka maskernya dan JRENG !!!.


Benar dugaanku, ternyata sosok Blackman sebenarnya adalah Aldi. aku langsung terkejut bukan main, jantungku seperti meledak.


Mamih yang jauh disanapun terkejut. tiba-tiba Aisyah, Hana, dan Stefi menyusulku. mereka berdiri bersama Mamih.


"kamu? ..." ucapku sedikit rancu.


aku benar-benar bingung harus berkata apa.


"ya benar. aku adalah Blackman, dan aku yang mengirim bunga-bunga itu."


Aku seperti mendapat berita jackpot. aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, secara langsung, dihadapanku.


Aku masih terdiam bisu, karena saking bingungnya aku tidak tau harus berkata apa.

__ADS_1


"hhhh ..." aku menghela nafasku cukup lama.


meledaklah jantungku, sangat-sangat membuatku seperti berhamburan di udara.


"jadi , kamu sebenarnya Blackman? dan kamu yang mengirim bunga-bunga itu? .. ini sangat mengejutkan ... tapi kenapa kamu mengirim bunga-bunga itu kepadaku?" tanyaku.


"karena ... aku ... suka sama kamu." kata Aldi.


sudah tidak tau lagi keadaan jantungku saat mendengar alasan dia mengirimiku bunga-bunga itu. aku merasa kakiku lemas dan gemetaran. lalu aku tiba-tiba duduk.


aku tidak tau harus bilang apa. entah kenapa rasanya senang tapi juga sedih. aku senang aku bisa bertemu dengan sosok Blackman dan berbicara dengannya, tapi aku juga sedih karena ternyata Blackman itu adalah temanku sendiri dan dia suka sama aku.


"aku tau aku salah ... dan juga Rey. dia sudah kembali dengan Gista lagi. tapi aku nggak bisa lagi menahan perasaanku kepadamu. aku selalu memikirkanmu." kata Aldi.


"tolong, kamu jangan menangis lagi." kata Aldi dengan wajah panik.


melihat itu aku jadi tersenyum. lalu Aldi ikut tersenyum juga.


selama beberapa hari juga sebenarnya aku kepikiran Aldi, entah apa yang membuatku bisa seperti itu. mungkin aku saja yang belum menyadari perasaanku. karena aku masih ambigu.


"sejak kapan kamu suka sama aku?" tanyaku.


"sejak, kamu aku gendong ke uks." jawab Aldi.


"apa ..." kataku terkejut lagi.


"ternyata, dia lebih dulu menyukai ku, tapi dia hanya diam saja." ucapku dalam hati.


Lalu aku berdiri dan menatap wajahnya. aku melihat raut wajah yang tegang dan panik.


"apa kamu akan menamparku?" tanyanya dengan wajah ketakutan


"hahahah .... " aku tertawa.


"iya aku akan menamparmu, karena kamu sudah berbohong padaku juga pada dunia."


Aku lalu mendekatkan bibirku ke wajahnya dan aku mencium pipi Aldi secara spontan.


"ups ..." gumamku.


Aldi terkejut, karena dia telah dicium oleh perempuan yang disukainya. aku hanya tersenyum saja.


"itu tamparan Fira?" tanya Hana sambil terbuka mulutnya.


"astaghfirullahaladzim ..." ucap Aisyah.


tiba-tuba Stefi menutup mata Aisyah.


"syah, kamu nggak boleh liat. zina mata." ucap Stefi.


"yuk cabut." kata Stefi.


Lalu merekapun pergi meninggalkan tempat itu, begitu juga Mamih. Mamih hanya tersenyun saja, karena merasa lega.


"tampar aku lagi dong." kata Aldi.


Lalu dia mendekatiku dan memelukku dengan sangat erat. akupun memeluknya. memang benar, ternyata aku juga suka sama Aldi karena dia adalah pahlawanku. dia selalu menolongku disaat kepepet, bahkan disaat nyawa terancam dia mau melindungiku, dia berdiri didepanku seperti tameng buatku.


"sekarang aku tau siapa kamu sebenarnya, Blackman?" tanyaku.


lalu Aldi tersenyum dan dia tiba-tiba mencium keningku. aku terkejut tapi aku menikmatinya. lalu aku memeluk dia dengan erat. pelukan yang hangat dan nyaman.


kemudian dia menatap bibirku dan mengecup bibirku dengan lembut.


Bintang-bintang malam itu begitu terang, serta bulan yang menemaninya. udara malam yang sejuk, semilir angin bergulung-gulung, debu-debu beterbangan. indahnya malam itu kurasakan. sungguh kebahagiaan tiada tara.


Debaran jantung penuh kasih sayang.


Akhir yang sangat mengejutkan namun mendatangkan kebahagiaan.


 


🌸 ~ TAMAT ~ 🌸


 

__ADS_1


__ADS_2